Inilah 4 Fakta Seputar Meninggal di Bulan Ramadan yang Sering Salah Kaprah

Yang memuliakan seseorang bukanlah bulan yang mulia, tapi amalnya

oleh Nikmatus Solikha
07:00 AM on Jun 12, 2017

Sebagai seorang muslim, kita semua tahu bahwa Ramadan merupakan bulan paling mulia dari semua bulan yang ada. Allah menjanjikan banyak sekali pengampunan dan juga melipat gandakan pahala bagi orang yang menjalankan perintah-Nya saat Ramadan. Nggak heran jika masjid mendadak penuh saat bulan suci tiba.

Saking mulianya, banyak orang yang berpendapat jika orang yang meninggal di bulan Ramadan bakal langsung masuk surga, bebas dari siksa kubur, juga dinilai khusnul khotimah. Benarkan demikian? Itu hanya mitos. Untuk lebih jelasnya tentang kematian di bulan ramadan, berikut sedikit ulasannya.

Baca Juga
4 Hal Negatif yang Mungkin Akan Dialami Masyarakat Jika Penggunaan KTP Sebagai Syarat SIM Card Terlaksana
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo

Meninggal di bulan Ramadan pasti khusnul khotimah? Belum tentu!

Kita tentu tahu bahwa sebab yang membuat seseorang masuk surga adalah amal ibadahnya. Sedangkan waktu dan tempat yang mulia tidak membuat penghuninya mulia. Imam Malik pernah meriwayatkan, bahwa bulan Ramadan sejatinya tidak mensucikan siapapun, yang mensucikan seseorang adalah amalnya.

Ilustrasi meninggal [image source]
Contohnya saja, begitu penjahat atau bahkan kriminal yang meninggal di bulan Ramadan. Apa si penjahat tersebut meninggal khusnul khotimah? Begitu juga sebaliknya, orang-orang shaleh juga banyak yang meninggal di luar bulan ramadan. Perkara khusnul khotimah bukan hal yang bisa didapatkan dengan mudah. Butuh amalan yang ‘cukup’ untuk mendapatkannya.

Meninggal di bulan Ramadan berbeda dengan meninggal saat berpuasa

Meninggal di bulan Ramadan dengan meninggal saat berpuasa tentu berbeda. Di mana letak perbedaannya? Tentu pada amal yang dikerjakan. Ketika seorang hamba meninggal saat tengah berpuasa, bisa dipastikan bahwa ia tengah melakukan amal shaleh.

Meninggal saat ibadah [image source]
Itu yang disebut dengan meninggal dalam kondisi khusnul khotimah. Rasulullah SAW juga pernah menjelaskan bahwa seseorang yang meninggal dalam kondisi berpuasa dengan ikhlas, pasti akan dimasukkan dalam surga.

Meninggal di bulan ramadan, pasti bebas siksa kubur? Wallahu a’lam

Orang yang meninggal di bulan ramadan berbeda dengan orang yang tutup usia di hari Jumat. Pasalnya, diketahui jika meninggal di Jumat dianggap istimewa. Hal itu disebabkan adanya jaminan dari Rasulullah SAW yang mengatakan jika orang yang meninggal hari Jumat tidak akan ditanya di dalam kubur.

Ilustrasi alam kubur [image source]
Sedangkan untuk meninggal di bulan Ramadan, tidak dijumpai dalil tertentu yang memberikan jaminan khusus. Jadi, bagaimana nasib si mayit yang meninggal saat bulan Ramadan hanya Allahlah yang tahu.

Meninggal di bulan Ramadan, langsung masuk surga?

Bulan Ramadan memang mulia. Banyak juga orang yang beranggapan bahwa meninggal di bulan tersebut akan bisa langsung masuk surga. Benarkah demikian? Sejatinya, orang-orang yang bisa langsung masuk surga tanpa hisap adalah mereka para Rasul, nabi dan para syuhada. Sedangkan kita sebagai manusia biasa, hanya bisa berusaha untuk memperberat timbangan amalnya.

Gambar ini cuma ilustrasi [image source]
Karena pasti akan ada saat di mana Allah menghitung amal dan dosa kita. Masih berhubungan dengan poin pertama, bahwa waktu meninggal tidak akan membuat seseorang menjadi mulia. Hanya amal yang bisa memuliakan seseorang.

Itulah fakta tentang meninggal di bulan Ramadan yang kerap bikin orang salah kaprah. Tentu semua mendamba surga, ingin terbebas dari siksa kubur, dan berharap khusnul khotimah. Sayang hal-hal macam itu tak mungkin didapat secara instan. Kapanpun meninggalnya, sebagai manusia kita hanya bisa berusaha menjalankan amal ibadah sebaik dan sebanyak mungkin.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA