5 Fakta Menakjubkan Tentang Adzan yang Akan Membuatmu Bertasbih

oleh Rizal
14:00 PM on Dec 11, 2015

Tak ada suara yang lebih familiar lagi bagi kita yang muslim selain adzan. Ya, hampir tiap waktu para muadzin akan melantunkan adzan untuk mengingatkan kita jika waktu untuk menghadap Tuhan sudah tiba. Adzan mungkin terdengar sesuatu yang biasa, hanya lantunan untuk mengajak beribadah. Namun, di balik itu, ternyata adzan menyimpan banyak sekali fakta mengejutkan.

Ada yang merasa jengkel atau dongkol ketika mendengar adzan? Seperti, “Duh, perasaan baru sholat kok udah adzan lagi!” mulai sekarang tak perlu berujar dengan nada tidaksukaan seperti itu. Suara adzan yang menurut kita sering bikin bete bagi yang malas ibadah, ternyata adalah penyelamat kita dari kematian.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Nah, temukan hal-hal unik apa saja di balik untaian adzan lewat ulasan berikut.

1. Adzan Berhenti Berkumandang, Dunia Pasti Kiamat

Adzan adalah seruan untuk beribadah, artinya jika tak digaungkan lagi maka bisa disimpulkan maka tidak akan ada lagi orang-orang yang berbondong-bondong beribadah ke masjid. Intinya, tak ada adzan berarti tidak ada yang namanya ibadah. Jika masa seperti ini sampai muncul, maka sepertinya hanya tinggal hitungan hari saja sebelum akhirnya kiamat kubra datang.

Adzan tak berkumandang lagi maka kehidupan juga akan berakhir [Image Source]
Adzan tak berkumandang lagi maka kehidupan juga akan berakhir [Image Source]
Kiamat tidak akan pernah terjadi jika masih ada satu orang yang beribadah dan mohon ampun kepada Allah. Tanpa adzan, kita analogikan jika sudah tidak ada lagi yang beribadah kepadaNya. Lalu tunggu apa lagi? Ketika Tuhan sudah menyaksikan sudah tidak ada lagi hambanya yang taat. Maka saat itulah Bumi akan dihancurkan. Masih berharap adzan tidak terdengar lagi?

2. Adzan Sejatinya Tak Berhenti Berkumandang

Kita mungkin merasakan jeda dari azdan sholat dhuhur ke asar dan seterusnya. Padahal sejatinya adzan sendiri tak pernah break alias terus dikumandangkan. Mekanismenya seperti ini, rotasi Bumi terhadap matahari akan memengaruhi perubahan waktu. Ketika satu tempat selesai adzan maka waktu akan bergeser dan kemudian adzan akan dikumandangkan di tempat lain yang berbeda zona waktu.

Dari satu tempat ke tempat lain, adzan sejatinya tak pernah berhenti mengalun [Image Source]
Dari satu tempat ke tempat lain, adzan sejatinya tak pernah berhenti mengalun [Image Source]
Jadi, bisa dibilang jika rotasi Bumi kita diiringi oleh suara adzan setiap saat. Ulama mengatakan jika adzan sudah mengalami jeda yang lama dan tak lagi bersahutan, maka itulah tanda jika malaikat Israfil akan segera meniup sangkakalanya.

3. Adzan Tidak Hanya untuk Sholat

Adzan memang penanda waktu sholat, namun sejatinya penggunaan adzan tidak hanya dalam satu hal ini saja. Ada berbagai kondisi tertentu yang kita disunnahkan untuk mengumandangkan adzan. Salah satunya ketika bayi baru lahir. Kita disunnahkan untuk mengadzani si bayi dengan tujuan agar kelak ketika mendewasa si anak ini akan tahu kewajibannya.

Bayi yang baru lahir juga disunnahkan untuk diadzani [Image Source]
Bayi yang baru lahir juga disunnahkan untuk diadzani [Image Source]
Tak hanya ketika bayi lahir, ketika hendak dikuburkan, jenazah juga diadzani. Pesan tersiratnya adalah manusia harus tetap beribadah sampai ajal menjelang. Ini juga jadi pengingat kita jika suatu saat suara adzan ini yang akan jadi bebunyian terakhir sebelum menuju ke kehidupan baru setelah kematian.

4. Adzan Sebagai Ikrar Kemenangan Perang

Adzan bisa pula dilambangkan sebagai persatuan kaum muslimin. Maka pada zaman Rasul, fungsi adzan juga dipakai untuk memperkuat ukhuwah ketika akan melakukan perang, terutama pada momen ketika muslimin berhasil mencatat sejarah mencengangkan.

Rasul menyuruh Bilal bin Rabbah untuk pertama kalinya melakukan adzan di Mekkah dalam peristiwa Fathul Makkah [Image Source]
Rasul menyuruh Bilal bin Rabbah untuk pertama kalinya melakukan adzan di Mekkah dalam peristiwa Fathul Makkah [Image Source]
Salah satunya adalah peristiwa Fathul Makkah dimana ini pertama kalinya Mekkah dikuasai secara keseluruhan. Bilal Bin Rabbah pun diutus Rasul untuk naik Kakbah dan kemudian mengumandangkan adzan. Ada banyak peristiwa bersejarah lainnya yang menunjukkan fungsi adzan sebagai pemersatu umat Islam.

5. Pahala Azdan Sangat-Sangat Besar

Terlepas dari lantunan adzan-nya seperti apa, yang jelas para muadzin adalah orang paling beruntung di sisi Allah. Bagaimana tidak, pahala mereka sangat banyak dan dijanjikan berbagai kebaikan. Rasul bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, “Sesungguhnya, para muadzin itu adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat.” Maksud panjang leher ini menurut ahli tafsir adalah panjang pahala dan kebaikannya.

Andaikan saja semua orang tahu pahala adzan, maka semuanya akan berebut untuk jadi muadzin [Image Source]
Andaikan saja semua orang tahu pahala adzan, maka semuanya akan berebut untuk jadi muadzin [Image Source]
Keuntungan menjadi muadzin juga adalah akan mudah diampuni oleh Allah. Hal ini dijelaskan dalam hadist, Rasul bersabda, “Seorang muadzin akan diampuni sejauh suara adzan yang ia kumandangkan.” Begitulah derajat para muadzin, sangat rugi bagi mereka yang punya kesempatan tapi melewatkannya begitu saja. Ibaratnya kita diberi sebuah Lamborghini cuma-cuma, tapi tak kita ambil gara-gara kerjaan atau tidur siang.

Inilah fakta-fakta mengejutkan tentang adzan. Keberadaannya adalah tanda rahmat dari Allah, kemusnahannya adalah kehancuran dunia. Juga tentang pahala azdan yang luar biasa meskipun amalannya sendiri tidak terlalu berat. Tentang adzan, Rasul menyinggungnya lagi dalam sebuah hadist. Beliau berkata, “Sekiranya orang-orang mengetahui akan rahasia keutamaan adzan dan shaf pertama, niscaya mereka akan berebutan meraihnya meski dengan cara merangkak.”

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA