4 Fakta Lawrence of Arabia, Pria Inggris di Balik Berdirinya Arab Saudi

oleh Rizal
07:53 AM on Jan 30, 2016

Kekaisaran Turki Ustmani adalah fase di mana Islam pernah sangat berjaya di muka Bumi. Pencapaiannya benar-benar mencengangkan kala itu, termasuk berhasil merebut Yerusalem dari Pasukan Salib, serta menebas orang-orang Mongol yang tangguh itu. Namun, di akhir Perang Dunia Pertama, akhirnya kekuatan Turki Ustmani pun jatuh. Ada banyak sebab kenapa hal ini bisa terjadi. Salah satunya adalah kehadiran pria bernama Thomas Edward Lawrence yang kisahnya dikenal dunia dengan tajuk Lawrence of Arabia.

Lawrence adalah seorang agen intelijen Inggris yang memang ditugaskan untuk membuat serangkaian huru-hara yang pada akhirnya benar-benar berhasil. Ia memprakarsai berdirinya Arab Saudi yang secara tidak langsung membuat eksistensi kekaisaran Turki Ustmani roboh, lantaran kejadian ini bisa dianggap pukulan besar bagi kerajaan Turki.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Lalu, siapa kah sejatinya pria ini? Apa tujuannya? Dan hal-hal gila apa saja yang pernah diperbuatnya? Pertanyaan itu akan terjawab lewat ulasan berikut.

1. Misi Utama Lawrence

T.E. Lawrence merupakan seorang agen intel Inggris yang membawa misi utama menyebarkan huru-hara di Timur Tengah sehingga berpengaruh terhadap Turki Ustmani. Visi globalnya adalah untuk menghancurkan kerajaan Islam terbesar ini, namun hal ini tidak mungkin bisa dilakukan sekaligus. Walhasil, Lawrence memakai cara ala intelijen dengan memlintir banyak orang-orang besar untuk jengah dengan kekaisaran Turki.

Misi besar Lawrence adalah untuk menggoncangkan Kesultanan Turki Ustmani lewat upaya pemberontakan yang dibuatnya [Image Source]
Misi besar Lawrence adalah untuk menggoncangkan Kesultanan Turki Ustmani lewat upaya pemberontakan yang dibuatnya [Image Source]
Ya, pada akhirnya ia berhasil berkawan dengan para pembesar Arab. Orang-orang Arab ini rupanya sudah punya bibit-bibit pemberontakan, lalu hadirnya Lawrence makin menumbuhkan rasa bergejolak ingin pisah. Lalu dengan seribu muslihatnya, Lawrence pun berhasil meyakinkan pemuka Arab untuk melakukan pemberontakan.

2. Perebutan Yerusalem dan Cikal Bakal Arab Saudi

Turki Ustmani yang sudah rusak dari dalam makin diperparah dengan banyaknya kejadian buruk. Mulai dari intervensi Inggris untuk mencaplok Palestina serta pemberontakan Arab yang didalangi oleh Lawrence. Sayangnya, mungkin karena sudah tidak stabil seperti dulu, di kedua kejadian besar ini Turki Ustmani kalah.

Lawrence saat bersama orang-orang penting Timur Tengah [Image Source]
Lawrence saat bersama orang-orang penting Timur Tengah [Image Source]
Soal kalahnya Turki Ustmani terhadap Inggris mungkin lantaran kesultanan ini sudah tidak seberingas dulu, serta faktor-faktor intern lainnya. Alasan kenapa pemberontakan Lawrence atas nama orang Arab berhasil adalah lantaran Arab dan Turki terpisah cukup jauh. Sehingga menyusahkan pasukan Turki yang konsentrasinya saat itu jelas pecah. Lawrence sendiri bukanlah hanya intelijen biasa melainkan seorang berlatar belakang militer yang handal.

3. Berdirinya Arab dan Kekalahan Runtuhnya Turki Ustmani

Ketidaksanggupan Turki Ustmani mengurusi pemberontakan Arab yang dimotori Lawrence, membuat para pemuka Arab ini kemudian mendirikan kerajaan sendiri. Pada akhirnya secara resmi berdirilah kerajaan Arab Saudi yang secara de facto dianggap bukan lagi bagian dari Turki Utsmani.

Berdirinya Arab Saudi adalah berkat kiprahnya dalam mendoktrin dan memberikan propaganda-propaganda [Image Source]
Berdirinya Arab Saudi adalah berkat kiprahnya dalam mendoktrin dan memberikan propaganda-propaganda [Image Source]
Kesultanan Islam terakhir ini pun makin mengalami cobaan berat. Mulai dari kalah di Perang Dunia Pertama sampai munculnya tokoh penting seperti Kemal Pasha. Ya, tokoh yang dianggap bapak negara Turki modern ini mengubah sistem yang awalnya kesultanan menjadi negara yang berkepalakan presiden. Berakhirlah kesultanan Islam yang sudah dibangun ratusan tahun sejak zaman Nabi Muhammad dan para sahabatnya.

4. Perilaku Ganjil Arab Saudi

Lewat cerita ini bisa disimpulkan jika alasan kenapa bisa berdiri negara Arab Saudi adalah berkat kiprah Lawrence. Makanya, Arab Saudi begitu berkawan baik dengan Inggris dan juga Amerika. Buktinya adalah rentetan kerja sama Arab Saudi dan negara Britania itu. Mulai dari ekonomi sampai militer.

Mungkin untuk membalas jasa, Arab Saudi terkesan begitu berkawan dengan Inggris dan Amerika [Image Source]
Mungkin untuk membalas jasa, Arab Saudi terkesan begitu berkawan dengan Inggris dan Amerika [Image Source]
Dengan Amerika pun sama, Arab tercatat bahkan pernah mengizinkan negeri Paman Sam untuk mendirikan pangkalan militer di negeri kaya minyak ini agar bisa lebih leluasa menyerang Irak. Bahkan hingga hari ini Arab Saudi memang adalah kawan karibnya Amerika. Semua ini dilakukan Arab Saudi mungkin untuk membalas jasa kepada Inggris dan sekutunya atas apa yang dilakukan mereka di masa lalu. Lebih spesifiknya, apa yang telah dilakukan Lawrence di masa lalu.

Keruntuhan Turki Ustmani mungkin penyebab populernya adalah Perang Dunia dan munculnya tokoh-tokoh penting seperti Kemal Pasha. Padahal banyak kok hal-hal lain yang juga turut berpengaruh terhadap hilangnya kedigjayaan Turki. Salah satunya ya apa yang dilakukan Lawrence ini. Hal yang tak kalah mengejutkan adalah negara Arab Saudi yang ternyata dibentuk atas andil seorang agen intelijen.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA