Ini 5 Fakta Mengenai Keterpurukan Ekonomi Malaysia yang Membuatmu Patut Bersyukur Hidup di Indonesia

Dijamin deh bakal males kalau lihat faktanya bisa seperti itu

oleh Arief Dian
09:00 AM on Jun 14, 2017

Banyak orang yang mengeluh dengan keadaan di Indonesia ini. Semua barang makin hari semakin mahal, sedangkan  pendapatan penduduknya juga tetap-tetap saja. Oleh karena itu banyak orang Indonesia yang lebih memimpikan dapat hidup di luar negeri seperti di Malaysia atau Singapura.

Namun siapa sangka ternyata keadaan di Indonesia lebih baik dari Malaysia. Meskipun terlihat semua serba mahal namun ternyata tidak ada apa-apanya ketimbang Malaysia. Lantaran nilai tukar terhadap dollar yang anjlok, Malaysia jadi terpuruk. Kalau tidak percaya, berikut adalah beberapa bukti kalau keadaan ekonomi Malaysia lebih terpuruk ketimbang Indonesia.

Baca Juga
Fakta Silat Marunda, Warisan Maut Si Pitung yang Bikin VOC Terkencing-kencing Tak Berdaya
Blunder! 9 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting

Nilai tukar Ringgit yang ugal-ugalan

ringgit [image source]
Ternyata dibandingkan dengan Indonesia, Malaysia mengalami krisis nilai tukar yang lumayan parah. Berdasarkan Straits Times, negara di Asia Tenggara yang memiliki penurunan nilai tukar signifikan adalah di Malaysia. Rekor paling buruk menurunnya nilai tukar yang ada di Malaysia adalah mencapai angkan 8,7 persen terhadap Dollar Amerika. Sedangkan untuk Indonesia sendiri, penurunan nilai tukar yang lumayan buruk jatuh pada angka 3,7 persen terhadap Dollar Amerika. Dari data tersebut sudah bisa dijelaskan ternyata nilai tukar Indonesia masih ada dalam posisi yang sangat aman.

Kekawatiran dari negara Singapura

Singapore [image source]
Salah satu faktor lain yang bisa saja membuat Malaysia terpuruk ternyata berasal dari tetangga sebelah. Pasalnya karena tidakpastian nilai tukar milik Malaysia, Singapura khawatir hal ini akan merugikan negaranya. Karena negeri jiran adalah mitra dagang paling dekat dari negara tersebut. Dengan anjloknya nilai tukar tersebut, ditakutkan juga akan berdampak pada perekonomian yang ada di Singapura. Oleh sebabnya Singapura lebih berhati-hati dalam melakukan mitra perdagangan dengan Malaysia. Sedangkan untuk Indonesia, tidak ada kekhawatiran serupa.

Banyaknya PHK massal yang dilakukan

PHK [image source]
Menurut data 2015, perusahaan-perusahaan Malaysia pernah banyak melakukan PHK massal pada banyak pegawainya. Hal tersebut dilakukan karena melemahnya Ringgit pada waktu itu. Apalagi mengingat penjualan di perusahaan-perusahaan besar seperti otomotif yang sampai mengalami kerugian hingga angka 40 persen. Hal ini jelas sangat memprihatinkan mengingat hanya langkah tersebut yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan perusahaan yang berada di ambang kebangkrutan. Bukan hanya satu atau dua perusahaan yang melakukan langkah tersebut, melainkan hampir semua mengambil kebijakan sama dengan PHK.

Memaksa Malaysia untuk melakukan ekspor secara besar-besaran

ekspor [image source]
Karena sering naik turunnya nilai tukar yang ada di Malaysia, berbagai cara mesti diterapkan agar kembali stabil. Salah satu cara yang diambil adalah melakukan ekspor secara besar-besaran. Langkah tersebut dinilai sebagai cara main aman pemerintah Malaysia untuk mempertahankan kestabilan perekonomian di negeri jiran tersebut. Akhirnya ekspor ke banyak negara seperti Indonesia, Singapura, Thailand dan lain-lain, dilakukan untuk menyeimbangkan perekonomian. Terutama Singapura adalah tempat pengeksor terbanyak dari Malaysia. Hal itulah yang akhirnya membuktikan keterpurukan yang sedang dialami ekonomi Malaysia hanya karena nilai Ringgit yang naik turun.

Malaysia mesti minta kerja sama dengan negara lain

thailand [image source]
Untuk meredam krisis ekonomi yang terjadi, akhirnya Malaysia melakukan kebijakan untuk mempertahankan keseimbangan. Salah satunya adalah dengan melakukan kerja sama bilateral dengan Thailand. Kedua negara ini sepakat untuk melakukan kebijakan bersama untuk mengatasi krisis. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan mata uang kedua negara dalam melakukan perdagangan. Dengan tidak menggunakan dollar, diharap bisa membuat lebih murah harga barang di kedua negara.

Berdasarkan data di atas, sudah jelas ternyata lebih enak hidup di Indonesia. Memang sih mungkin kita bakal dapat uang lebih kalau kerja di Malaysia, namun  kalau tiba-tiba dipecat, ya percuma saja. Jadi kenapa mesti iri sama luar negeri, orang Malaysia saja lebih ngebet hidup di Indonesia.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA