Fakta Kanker Lidah, Penyakit Mematikan yang Gejala Awalnya Hanya Sariawan dan Gangguan Mulut Biasa

Jangan pernah sepelekan gangguan mulut

oleh Aini Boom
09:00 AM on Aug 8, 2017

Masih menempati urutan pertama pembunuh terbesar, kanker menjadi penyakit mengerikan yang bisa muncul di hampir semua organ manusia. Kalau belakangan kanker yang dianggap menakutkan adalah serviks dan payudara, baru-baru ini publik dibikin merinding oleh keberadaan kanker lidah.

Meski tak banyak mencuat di masyarakat, kanker lidah benar-benar berbahaya. Penyakit ini beberapa waktu lalu telah merenggut nyawa seseorang bernama Andrie K Farid. Kematian Andrie menjadi viral sebab diceritakan oleh sang istri, Rezy Selvia Dewi. Awalnya, penyakit Andrie diketahui hanya sebagai sariawan. Sayangnya, kondisi tersebut diabaikan dan perlahan menjadi parah hingga terlambat mengetahui jika penyakit tersebut adalah kanker lidah. Karena itu, kita harus tahu seperti apa kanker lidah dan fakta-fakta penyakit ganas ini.

Baca Juga
Ini Lho 5 Resep Rahasia yang Bikin Puspa Dewi Awet Muda Bak ABG 20 Tahunan
7 Rahasia Nenek Moyang Serta Putri Zaman Dulu Agar Tetap Cantik dan Awet Muda Tujuh Turunan

Sekilas Tentang Kanker Lidah  

Ilustrasi kanker lidah [image: source]
Paling sering tumbuh di sel-sel skuamosa di permukaan lidah, kanker ini merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Kanker lidah bisa tumbuh pada lidah bagian depan, yang seperti ini masuk kategori kanker mulut. Lain halnya dengan kanker yang muncul pada bagian pangkal lidah yang disebut kanker orofaring.

Beberapa Hal yang Dapat Memicu Munculnya Kanker Lidah

Meski belum bisa dirumuskan secara pasti, beberapa hal diyakini sebagai penyebab utama kanker lidah. Di urutan teratas ada konsumsi rokok. Diketahui, sebanyak 85% kanker yang bersarang di leher dan bagian kepala termasuk juga lidah disebabkan konsumsi tembakau. Tidak hanya perokok aktif, perokok pasif rutin pun memiliki resiko tinggi untuk terkena gangguan ini.

Merokok [image: source]
Selain rokok, konsumsi alkohol terus menerus juga bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker lidah. Faktor lain yang berpeluang meningkatkan resiko adalah kebersihan mulut. Semakin tidak higienis organ mulut seseorang, misal ada luka atau sariawan yang diabaikan. Dan faktor terakhir adalah adanya infeksi virus human papillomaviers (HPV) yang dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan abnormal dalam mulut. Virus ini bisa memicu kanker. Penularan HPV dapat terjadi jika bersentuhan langsung dengan kulit pengidap atau benda yang terkontaminasi HPV.

Gejala Awal yang Muncul

Sariawan [image: source]
Meski gejala yang muncul kebanyakan berbeda-beda, namun ada beberapa hal yang mengindikasikan kanker lidah. Pertama, sakit tenggorokan dalam jangka waktu panjang dan terus menerus. Kedua, sariawan yang tak kunjung sembuh serta ada bercak-bercak berwarna merah atau putih di sekitar lidah. Ketiga, mengalami kesulitan menelan sesuatu ke dalam tenggorokan. Keempat, terjadinya pendarahan pada lidah serta rasa sakit pada telinga. Dan terakhir, lidah terasa kebas terus-menerus. Tak seperti kebas sementara karena minum sesuatu yang teralu panas, kebas yang tak kunjung reda merupakan pertanda terjadinya gangguan serius pada lidah. Jika merasa memiliki gangguan seperti ini, kita harus cepat-cepat mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Mencegah Kanker Lidah

Teh hijau [image: source]
Ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker lidah. Pertama, sama sekali tidak melakukan aktivitas merokok (baik aktif maupun pasif). Kedua, selalu menjaga kebersihan mulut, khususnya bagian lidah. Ketiga, rutin mengkonsumsi teh hijau. Sebab penelitian yang dilakukan oleh M.D. Anderson Cancer Center, sebanyak 41 pasien kanker lidah diberi ekstrak teh hijau. Hasilnya, setelah tiga bulan berlalu 59 persen dari keseluruhan penderita mengalami penurunan ukuran tumor. Karena itu, rutin mengonsumsi teh hijau bisa menurunkan besarnya resiko terjangkit kanker lidah.

Tak seperti kanker lain yang memiliki gejala yang jelas, kebanyakan penderita kanker lidah hanya mengalami gangguan mulut biasa. Karena itu, beberapa penderita baru menyadari hal itu saat mencapai stadium akhir. Karenanya, penting sekali untuk memperhatikan tiap perubahan yang terjadi pada lidah. Pun, menghindari rokok, alkohol, dan mengonsumsi teh hijau sangat disarankan untuk mencegah penyakit satu ini. Karena, mencegah tentu akan lebih baik ketimbang mengobati.

 

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA