Inilah Fakta Ilmiah Malam Lailatur Qadar yang Konon Disembunyikan NASA

Informasi ini didapat dari mantan anggota NASA yang kini telah menjadi mualaf

oleh Aini Boom
08:00 AM on Jun 21, 2017

Dikatakan, waktu ini lebih baik daripada malam seribu bulan. Itulah gambaran yang diyakini orang-orang Islam terkait malam Lailatur Qadar, malam paling utama di sepanjang bulan Ramadan. Malam Lailatul Qadar merupakan waktu paling istimewa sebab apabila seseorang beribadah tepat di malam itu, maka pahalanya akan dilipatgandakan menjadi nilai yang setara beribadah seribu tahun. Karena hal itulah, waktu turunnya malam Lailatul Qadar dinanti-nanti oleh para Muslim.

Tanda datangnya Lailatul Qadar dijelaskan dalam Alquran dan hadis. Salah satunya dalam hadis yang berbunyi, “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.” (HR. Bukhari). Karena itulah,  disarankan i’tikaf di masjid pada 10 malam terakhir bulan  Ramadan. Selain itu, ada juga fakta ilmiah Lailatul Qadar yang dibocorkan mantan peneliti NASA. Seperti apa, simak pembahasannya berikut ini!

Baca Juga
6 Efek Mengerikan Akibat Penggunaan Steroid untuk Membesarkan Otot, Cowok-Cowok Buka Mata Deh!
5 Alasan Mengapa Cewek Lebih Bahagia dengan Pria Bertampang Pas-Pasan, Alhamdulilah

Fakta Ilmiah Malam Lailatul Qadar Menurut Ilmuwan Nasa

Ilustrasi malam hari [image: source]
Dr. Abdul Basit Muhammad, seorang ilmuwan Mesir sekaligus Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah  menjelaskan bahwa seorang ilmuwan NASA mengungkapkan penjelasan ilmiah mengenai Lailatul Qadar. Penjelasan ini tentang NASA yang mengakui adanya satu malam yang berbeda di antara 10 malam terakhir di bulan Ramadan. Di malam tersebut, ada sebanyak 10 ribu lebih bintang dan 20 ribu lebih meteor yang biasanya bergerak menuju bumi tapi tiba-tiba berhenti. Pengakuan menghebohkan ini dilansir oleh surat kabar Delegation.

Karnar, Ilmuwan NASA yang Dipecat Sebab Menyebarkan Informasi Tanpa Izin

Beribadah [image: source]
Penjelasan yang disampaikan Abdul Basit merupakan informasi yang didapat dari mantan ilmuan NASA bernama Karnar. Sayangnya, Karnar tak bisa memberikan data yang ada sebagai bukti. Sebab saat Karnar diketahui menyebarluaskan tentang fakta ilmiah Lailatur Qadar, dirinya kemudian dipecat oleh pihak NASA.

Karnar Memutuskan Menjadi Mualaf

Ilustrasi ibadah malam hari [image: source]
Setelah menemukan fakta tentang malam lailatul qadar, kenyataan pahit kehilangan pekerjaan harus diterima Karnar. Meski begitu, dirinya tidak begitu sedih sebab di balik itu semua ia menemukan kebenaran tentang Islam. Karnar pun memutuskan untuk menjadi mualaf dan mendalami Islam.

Bagaimana Mendapatkan Malam Lailatul Qadar?

Ilustrasi malam hari [image: source]
Tidak ada yang tahu pasti kapan tepatnya malam Lailatul Qadar itu datang. Tapi banyak jalan yang bisa dilakukan sebagai usaha mendapat malam istimewa itu. Di antaranya dengan menjauhi kemusrikan, shalat dengan tertib dan benar, rajin beribadah seperti memperbanyak membaca Al quran, Selain itu i’tikaf di masjid pada 10 hari terakhir dengan melakukan ibadah dan dengan sungguh-sungguh penuh harap memohon Allah mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar. Hal ini sesuai dengan petunjuk dalam hadist Nabi Muhammad yang menyatakan malam Lailatul Qadar datang di 10 terakhir bulan Ramadan.

Tidak adanya data konkret yang menunjukkan kebenaran tentang fakta ilmiah tentang malam Lailatul Qadar membuat sebagian orang masih meragukan tentang hal ini. Terlepas dari itu, umat Muslim wajib meyakini keberadaannya yang telah termaktub dalam Al-Quran juga Hadist.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA