7 Fakta Meletusnya Gunung Tambora, Bencana Alam Terburuk dalam Ingatan Manusia

oleh Tetalogi
07:00 AM on May 5, 2016

April tahun 1815, Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa meletus dengan begitu dahsyatnya. Bahkan begitu dahsyatnya letusan gunung tersebut sampai mempengaruhi keadaan di seluruh dunia.

Hingga saat ini, letusan gunung Tambora masih tercatat sebagai bencana alam terburuk di era modern. Meski kejadiannya sudah begitu lama, hingga kini masih banyak catatan dan penelitian yang mampu menceritakan bagaimana bencana tersebut terjadi. Berikut ini beberapa faktanya.

Baca Juga
Bukan Metropolitan, Justru Inilah 5 Kota Paling Kaya yang Ada Di Indonesia
5 Hal Menjengkelkan Tentang SEA Games di Malaysia Ini Bikin Indonesia Meradang

1. Gunung Api Aktif yang Sedang Tidur

Tambora sebenarnya adalah gunung api aktif dan sudah pernah meletus tiga kali sebelum letusan tahun 1815. Namun seberapa besar kekuatannya tidak diketahui. Letusan pertama terjadi pada tahun 3910 SM, 3050 SM, dan 740.

Gunung Tambora [Image Source]
Gunung Tambora [Image Source]
Selama beberapa abad kemudian, Gunung Tambora tidak aktif sehingga disebut dengan gunung berapi yang tidur. Tapi, tahun 1812 gunung tersebut mulai bergemuruh kembali dan mengeluarkan awan hitam. Kemudian pada 5 April 1815, letusan dahsyat terjadi diikuti dengan suara gemuruh yang terdengar sampai ke Makassar, Jakarta, Ternate, hingga Sumatera.

2. Suara Ledakan yang Dikira Letusan Meriam

Ketika terdengar suara dentuman secara terus menerus, kebanyakan orang tidak mengira bahwa itu adalah suara letusan gunung. Bahkan Raffles yang saat itu ada di Bogor mengira itu adalah suara musuh yang menembakkan meriam.

Ilustrasi letusan Tambora [Image Source]
Ilustrasi letusan Tambora [Image Source]
Sementara itu, warga lokal Gresik mengira letusan tersebut adalah perayaan pernikahan putri Nyi Roro Kidul. Sedangkan salah seorang tetua adat warga Bengkulu sempat mengira bahwa itu adalah suara pasukan jin dan arwah leluhur yang sedang menuju nirwana.

3. Letusan Gunung Terdahsyat dalam Sejarah Manusia yang Tercatat

Ketika meletus, Tambora memuntahkan abu dan bebatuan piroklastik hingga setidaknya mencapai seratus kilometer kubik lebih. Jumlah ini jauh lebih dahsyat dari letusan Krakatau yang memuntahkan sekitar 20 kilometer kubik.

Ilustrasi [Image Source]
Ilustrasi [Image Source]
Bahkan letusan dahsyat lain seperti gunung Huaynaputina, Vesuvius dan Pinatubo masih kalah dahsyat jika dibandingkan dengan Tambora. Karena itulah, hingga kini letusan Tambora masih menjadi bencana letusan gunung terdahsyat yang pernah tercatat.

4. Puncak Gunung yang Hilang Sepertiganya

Sebelum meletus, ketinggian gunung Tambora mencapai 4.300 meter dan menjadikannya salah satu puncak tertinggi di Nusantara. Namun akibat letusan tahun 1815, sepertiga bagian dari puncak gunung Tambora hancur berhamburan.

Aliran abu vulkanis dari gunung yang meletus [Image Source]
Aliran abu vulkanis dari gunung yang meletus [Image Source]
Kini setelah letusan, ketinggian gunung Tambora ‘terpangkas’ hingga tinggal 2.851 meter saja. In membuktikan betapa dahsyat dan banyaknya materi yang terhempas akibat letusan tersebut.

5. Pompeii dari Timur yang Memakan Ribuan Korban Jiwa

Tahun 2004, tim arkeologi yang melakukan penggalian menemukan sisa peradaban yang terkubur. Karena posisi dan cirinya mirip dngan Pompeii yang terkubur karena letusan gunung Vesuvius, temuan ini sering disebut sebagai Pompeii dari Timur.

Mayat Korban Tambora [Image Source]
Mayat Korban Tambora [Image Source]
12 ribu warga yang tinggal di lereng gunung Tambora binasa dalam sehari, dan hanya 26 orang saja yang berhasil selamat. Korban juga berjatuhan di Pulau Sumbawa dan Lombok mencapai 92 ribu orang akibat penyakit dan kelaparan sebagai dampak dari letusan gunung tersebut.

6. Dunia Tanpa Musim Panas

Letusan gunung Tambora menyebabkan iklim dunia menjadi kacau. Negara di belahan dunia utara tidak melewati musim panas tahun 1816 akibat tertupu kabut tebal. Bahkan suhu normal dunia juga berkurang sekitar 0,4 – 0,7 derajat Celcius. Meski kelihatan kecil, ini cukup menyebabkan pertanian dunia menjadi kacau.

Ilustrasi masyarakat yang mengungsi [Image Source]
Ilustrasi masyarakat yang mengungsi [Image Source]
1816 menjadi tahun terdingin kedua di Belahan Bumi Utara sejak tahun 1400 Masehi. Eropa mengalami badai salju yang lebih deras. Perubahan iklim ini mengakibatkan wabah tifus menyebar di Eropa, banyaknya ternak yang meninggal di New England, gagal panen di Kepulauan Britania, serta kelaparan yang merajalela di wilayah Eropa.

7. Asia Tenggara Diliputi Kegelapan

Bebatuan apung tercipta akibat letusan ini dan beberapa diantaranya bisa mengapung di air. Letusan Tambora menciptakan begitu banyak batu  menyelimuti lautan hingga terlihat seperti gunung es raksasa di lautan.

Ilustrasi [Image Source]
Ilustrasi [Image Source]
Tidak hanya itu saja, letusan Tambora juga mengeluarkan payung debu vulkanis. Debu vulkanis ini menyebar dan menyelimuti Asia Tenggara dan membuatnya tertutup kegelapan setidaknya selama seminggu.

Meskipun tidak ada saksi mata yang masih hidup untuk menceritakan kejadian tersebut, namun banyak catatan sejarah yang merekam kejadian ini. Pasalnya, letusan tersebut tidak cuma mempengaruhi Indonesia saja, tapi juga warga dunia lainnya. Kisah ini membuktikan bahwa kondisi alam seperti apapun di belahan dunia manapun sebenarnya akan saling mempengaruhi wilayah lainnya karena kita tinggal di planet yang sama. Kerusakan di belahan dunia manapun, pada akhirnya akan berdampak pada kita.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA