6 Fakta Pavel Durov, CEO Aplikasi Telegram yang Pemblokirannya Bikin Geger di Indonesia

Sosok CEO Telegram yang masih muda dan punya pendirian nggak tergoyahkan

oleh Nikmatus Solikha
07:00 AM on Jul 20, 2017

Akhir-akhir ini kabar tentang versi web dari Telegram yang diblokir memang banyak diperbincangkan. Banyak netizen yang menyayangkan keputusan pemerintah tersebut. Berita tentang pemblokiran itu rupanya juga sampai pada CEO Telegram, yakni Pavel Durov. Menyikapi itu, Pavel sendiri langsung menyampaikan permintaan maaf pada pemerintah Indonesia.

Seiring dengan menghangatnya berita tentang pemblokiran Telegram, sosok Pavel Durov juga makin dikenal banyak masyarakat Indonesia. Terlepas dari parasnya yang bikin para netizen cewek di Indonesia pada mimisan, ternyata pendiri Telegram tersebut juga punya beberapa fakta unik seperti berikut ini:

Baca Juga
Inilah 4 TNI yang Punya Pekerjaan Sampingan ‘Nyeleneh’ karena Takut Uang Haram, Ada yang Mijit Loh
Kisah ‘Tangan Emas’ Sukri, Helper Bandara Soetta yang Viral karena Kejujurannya Tolak Uang Tip

Terang-terangan bilang nggak suka WhatsApp

Dalam salah satu wawancara di acara teknologi San Fransisco tahun 2015 silam,  Pavel dengan terang-terangan mengungkapkan bahwa WhatsApp memiliki kualitas yang buruk. Hal tersebut disampaikan bukan karena WhatsApp merupakan saingan terberatnya, tapi karena banyaknya keterbatasan aplikasi tersebut.

Pavel Durov CEO Telegram [image source]
Pavel juga mengatakan jika WhatsApp tidak menjamin privasi para pengguna, dengan kata lain data-data obrolan bisa diintip jika pemerintah suatu negara menginginkannya. Menanggapi kekurangan tersebut, Pavel menganggap jika WhatsApp tidak dapat diandalkan.

Selain Telegram, Pavel juga pendiri sosial media Vkontakte

Pada tahun 2006, Pavel bersama kakaknya Nikolai Durov bekerjasama dalam menciptakan sosial media pertama di Rusia yang dikenal dengan Vkontakte atau biasa disingkat VK. Konsep awalnya, Pavel juga mengaku jika dia terinspirasi dari Facebook. Dan ternyata, VK sendiri rupanya lebih populer di Rusia jika dibandingkan dengan Facebook. Pengguna aplikasi tersebut mencapai 350 juta orang. Kekayaan yang dimiliki saat itu melesat hingga $ 260 juta.

Pavel Durov meninggalkan Rusia [image source]

Tapi sayang, Pavel justru mundur dari perusahaan pada tahun 2014. Keputusan tersebut dipilih setelah dipaksa menjual 12% saham kepemilikannya pada Ivan Tavrin, pemilik perusahaan internet terbesar di Rusia. Ivan memang dikenal memiliki hubungan dekat dengan presiden Rusia, Vladmir Putin. Besar kemungkinan jika tujuan mereka agar pemerintah Rusia bisa memonitor aktivitas warganya di media sosial.

Mengaku Fans Beratnya Indonesia

Pavel Durov memang dikenal sebagai pribadi yang blak-blakan, terlebih setelah krikitan terbuka yang telah diberikan pada WhatsApp. Namun, siapa sangka jika pendiri Telegram ini secara pribadi ngaku sebagai fans berat Negara Indonesia.

Sempat mengunggah foto Raja Ampat di instagram [image source]
Pernyataan tersebut dia sampaikan dari channel resminya di Telegram, Pavel mengungkapkan sudah beberapa kali pergi ke Indonesia dan punya banyak teman di sana. Salah satu lokasi yang pernah dia kunjungi adalah Raja Ampat, Papua. Dilihat di salah satu postingan di akun instragramnya, ia memposting betapa indahnya perairan dengan pulau-pulau kecil yang masih perawan tersebut.

Dikenal sebagai pembangkang di negara asalnya

Kisruh memang pernah terjadi antara Pavel dengan pemerintah Rusia. Ketegangan tersebut berawal saat pihak pemerintah meminta agar laman kelompok oposisi pemerintah dicabut. Rupanya Pavel menolak menyerahkan data-data para pengunjukrasa di Ukraina pada agen intelijen Rusia. Para demonstran itu yang diketahui memiliki laman khusus di VKontakte.

Pavel Durov [image source]
Bahkan, saat pemerintah meminta menutup laman milik Alexei Navalny (orang yang menentang pemerintahan Putin), Pavel justru menolaknya. Pavel justru mengunggah surat yang dikirim pemerintah untuk menutup laman Alexei dengan alasan permintaan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Karena pembangkangan tersebut, pemerintah pernah mengirimkan tim intelijen ke apartemennya.

Tidak mau disebut tinggal di suatu negara

Pemerintah Rusia memang mengasingkan Pavel Durov sejak pembangkangan yang dia lakukan. Hingga pada akhirnya, pada tahun 2014 Pavel memilih meninggalkan negara asalnya. Akhirnya, Pavel sendiri tidak menunjuk satu lokasi yang disebut tempat tinggal. Dia sendiri tidak menyesal meninggalkan Rusia.

Pavel Durov kerap pindah-pindah [image source]
Terlebih, perusahaan yang dia dirikan saat ini jauh lebih sukses dari sebelumnya. Memang, Pavel memiliki niat untuk kembali ke Rusia suatu saat nanti. Namun dia tidak yakin akan bisa menetap atau tidak.

Nggak rela Telegram diblokir di Indonesia

Seperti dijelaskan sebelumnya, jika Pavel memang merupakan fans Negara Indonesia. Mungkin hal itu juga yang membuat CEO Telegram tersebut masih berusaha meyakinkan pemerintah Indonesia. Pavel mengakui telah adanya miskomunikasi yang terjadi antara Kementrian Komunikasi dan Informatika dengan pihaknya.

Pavel Durov nggak rela Telegram diblokir [image source]
Untuk menyikapinya, Pavel pun menyiapkan solusi untuk meyakinkan Pemerintah Indonesia bahwa Telegram akan serius memberantas konten negatif dan teroris. Telegram juga berjanji akan memblokir semua saluran yang berkaitan dengan terorisme. Dia juga sudah mengirimkan e-mail balasan kepada Menkomifo agar komunikasi berjalan langsung antarkedua pihak.

Itulah 6 fakta tentang Pavel Durov, sosok pendiri Telegram yang nggak bisa ditekan. Sifatnya yang pemberani dan nggak tergoyahkan itu memang patut diacungi jempol. Kira-kira, usahanya membujuk Menkominfo Indonesia berhasil nggak ya?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA