7 Fakta Menarik Tentang Allen Pope, Si Biang Kerok Yang Bikin Amerika Takluk Pada Indonesia

oleh Destriyana
09:23 AM on Mar 26, 2016

Kemesraan Bung Karno dengan negara-negara beraliran komunis seperti China dan Soviet, berhasil membuat negara blok Barat geram. Mereka yang sedari awal memang bersebrangan dengan paham sosialisme dan komunisme kemudian membenci Bung Karno. Oleh karenanya, proklamator Indonesia itu pun kemudian dimasukkan dalam daftar pemimpin yang harus dilenyapkan.

Untuk menjatuhkannya, Amerika lewat CIA berusaha memicu krisis di berbagai daerah di tanah air, yang kemudian ditandai dengan pemberontakan PRRI-Permesta pada tahun 1957-1958. Namun upaya itu berhasil digagalkan. Keterlibatan CIA juga ikut terungkap, setelah pesawat yang dikemudikan oleh Allen Pope ditembak jatuh. Nah, berikut adalah beberapa fakta menarik tentang Allen Pope yang patut Anda ketahui.

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

1. Sempat Menjadi Sukarelawan Dalam Perang Korea

Pria bernama lengkap Allen Lawrence Pope ini dikenal sebagai pribadi yang suka menyendiri. Sebelum terlibat dalam berbagai kegiatan perang, dia hanyalah seorang pemuda putus kuliah di Universitas Florida, yang kemudian belajar terbang di Texas. Allen sempat bekerja sebagai ko-pilot pesawat angkut selama beberapa saat.

image 1
Sempat Menjadi Sukarelawan Dalam Perang Korea [ Image Source ]
Namun pada tahun 1953, dia memutuskan untuk bergabung sebagai sukarelawan dalam Perang Korea. Dalam perang itu, Allen berhasil mendapat kesempatan untuk melakukan misi terbang di malam hari. Setelah menjadi sukarelawan dalam Perang Korea, dia kembali ke Amerika dan bekerja pada sebuah perusahaan penerbangan kecil.

2. Bergabung Dengan Perusahaan Kamuflase CIA

Selepas Perang Korea, Allen memutuskan untuk kembali ke Amerika dan menjalani kehidupan normalnya – bekerja di sebuah perusahaan penerbangan kecil dan menikahi seorang wanita yang dicintainya. Namun, kehidupan itu rupanya membuat Allen merasa bosan. Pada saat itulah, dia kemudian didekati oleh agen CIA (Central Intelligence Agency).

image 2
Bergabung Dengan Perusahaan Kamuflase CIA [ Image Source ]
Rayuan CIA ternyata sangat mengena di hati Allen saat itu. Dia bahkan rela menceraikan istrinya dan setuju bergabung dengan Civil Air Transport (CAT), sebuah perusahaan kamuflase CIA yang melakukan berbagai misinya di berbagai belahan dunia.

3. Terlibat Dalam Berbagai Misi Berbahaya Di Vietnam Dan Laos

Setelah menyatakan bergabung dengan CAT (Civil Air Transport), Allen Pope kemudian berangkat ke Vietnam. Dalam misi itu, Allen ditugaskan menjadi kapten untuk pesawat C-47 Dakota. Dia kerap melakukan misi berbahaya selama berada di Vietnam dan Laos. Misinya saat itu antara lain adalah mengangkut senjata dan kebutuhan logistik, serta melakukan penerjunan secara rahasia.

image 3
Terlibat Dalam Berbagai Misi Berbahaya Di Vietnam Dan Laos [ Image Source ]
Berbagai misi berbahaya dilakukannya dengan mulus di Vietnam. Bahkan, dia pernah menerjunkan suplai logistik di sebuah benteng Perancis yang sedang dikepung ketat oleh pasukan Viet Minh. Di tengah hujan peluru, Allen tetap melaksanakan misinya hingga selesai. Dia sama sekali tidak takut mati.

4. Dibujuk CIA Untuk Membantu Permesta

Untuk menjatuhkan pemerintahan Soekarno, Amerika berusaha memecah-belah NKRI dengan membantu berbagai gerakan pemberontakan di tanah air. Salah satu gerakan pemberontakan yang disokong oleh Amerika di Indonesia adalah Permesta (Perdjuangan Rakjat Semesta).

image 4
Dibujuk CIA Untuk Membantu Permesta [ Image Source ]
Dalam misi itu, CIA kemudian membujuk Allen Pope untuk membantu gerakan tersebut. Karena memiliki pengalaman terbang yang cukup tinggi, Allen ditugaskan sebagai pilot Aurev (Angkatan Udara Revolusioner). Aurev sendiri memiliki pangkalan utama di Mapanget, Sulawesi Utara, yang sekarang dikenal sebagai Bandara Sam Ratulangi.

5. Berhasil Mengelabui CIA Dengan Membawa Identitas Diri

Sebelum diberangkatkan ke Mapanget, Allen Pope menyelipkan beberapa keterangan mengenai identitas dirinya di pesawat. Padahal dalam prosedur CIA, semua awak pesawat yang akan melaksanakan misi tidak diperbolehkan membawa identitas apa pun. Oleh sebab itu, sebelum berangkat para awak pesawat biasanya akan melalui pemeriksaan ketat dan diberikan pakaian khusus.

394150518_Allen-Pope-Dirawat
Berhasil Mengelabui CIA Dengan Membawa Identitas Diri [ Image Source ]
Namun, Allen rupanya sangat cerdik. Dia tentunya tidak mau mati sia-sia saat menjalankan misinya. Alih-alih meninggalkan semua identitas mengenai dirinya, dia justru menyelipkan beberapa berkas yang menyatakan bahwa dia adalah tentara yang direkrut oleh CIA. Tindakan itu sengaja diambilnya, agar ketika dia ditangkap, musuh tahu dari mana asalnya. Dengan demikian, negaranya tidak akan lepas tangan atas keselamatannya.

6. Kebebasan Allen Pope Dibarter Dengan Keuntungan Indonesia

Setelah pesawatnya ditembak jatuh di lepas pantai Tanjung Alang, Allen Pope ditangkap dan bersiap untuk dihukum mati. Seperti apa yang sudah dibayangkannya, negaranya berusaha lepas tangan atas keselamatannya. Duta Besar Amerika di Jakarta bahkan menyatakan dengan penuh rasa percaya diri bahwa Allen hanyalah seorang tentara bayaran. Singkatnya, Amerika sama sekali tidak ikut campur dalam Permesta.

image 6
Kebebasan Allen Pope Dibarter Dengan Keuntungan Indonesia [ Image Source ]
Namun, kecerdikan Allen dengan membawa semua identitas dirinya, berhasil membuat Amerika malu berat. Taktik kotor yang dilakukan Amerika melalui CIA terungkap secara terang-terangan ke publik, sehingga negara adidaya itu kemudian menjadi gunjingan internasional.

Karena sudah terlanjur ketahuan akal bulusnya, Amerika mau tak mau harus menjadi ramah pada Bung Karno. Untuk membebaskan Allen, Amerika bahkan terpaksa menyetujui beberapa syarat yang diajukan oleh Soekarno, termasuk mencabut embargo senjata, mengimpor beras dengan bayaran rupiah, serta menyetujui pembelian senjata dan berbagai suku cadang pesawat terbang.

7. Dibebaskan Pada Bulan Februari 1962

Pada suatu pagi menjelang shubuh, Allen Pope diantar beberapa anggota Corps Polisi Militer ke sebuah tempat yang tidak diketahuinya. Ternyata, dia dibawa ke Bandara Kemayoran untuk bertemu beberapa Duta Besar Amerika Serikat dan beberapa stafnya di Jakarta.

pope 3
Dibebaskan Pada Bulan Februari 1962 [ Image Source ]
Di sana, sebuah pesawat Lockheed Constellation sudah disiapkan untuk mengantarnya pulang ke Amerika. Sekembalinya dari pembebasan itu, Allen diketahui bekerja lagi di sebuah perusahaan penerbangan di California.
Inilah beberapa fakta menarik tentang Allen Pope, si biang kerok yang bikin Amerika kebakaran jenggot karena taktik kotornya terungkap ke publik.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA