Ilustrasi Ini Menyadarkan Bahwa Hidup di Era Modern Sangat Menyedihkan

oleh Centralismo
10:17 AM on Aug 22, 2015

Segala kemudahan hidup ada di era modern yang kita tinggali sekarang. Kita tidak perlu lagi melakukan perjalanan berhari-hari menggunakan bus, karena tiket pesawat sudah cukup mudah dijangkau kantong. Kita tidak perlu repot-repot mendatangi kantor pos untuk menyatakan rasa rindu pada orang tercinta yang jauh di mata, dengan satu tombol di ponsel, kita bisa segera bertukar kabar.

Namun kemudahan itu ternyata tidak hanya memberi keuntungan semata. Kemudahan menjadi hal yang kita agung-agunkan, sehingga sifat malas kita sebagai manusia menjadi dominan. Apakah anda bangga menjadi seorang manusia di era modern? Berikut Boombastis sajikan beberapa ilustrasi yang akan membuat anda malu menjadi “manusia kekinian”.

Baca Juga
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo
Fakta Silat Marunda, Warisan Maut Si Pitung yang Bikin VOC Terkencing-kencing Tak Berdaya

1. Semua Orang Tampak Seperti Zombie

Anda tahu zombie? Makhluk mengerikan satu ini konon adalah makhluk hidup yang tidak memiliki organ otak dan hati. Hal yang paling khas dari zombie (selain wujudnya yang seram) adalah cara berjalan mereka yang menunduk. Zombie juga memiliki pandangan yang lurus ke satu arah dan tidak mempedulikan arah lain.

Semua Orang Tampak Seperti Zombie
Kebanyakan pegang HP, lupa berinteraksi satu sama lain [Image Source]
Manusia di era modern tidak ada ubahnya dengan zombie. Hanya saja, “zombie” yang kita temukan sehari-hari berpakaian rapi dan berwajah layaknya manusia. Persamaannya adalah manusia modern berjalan dan duduk sambil menunduk. Dan pandangan mereka juga tertuju pada satu titik; gadget. Jarang sekali orang mau beramah-tamah dengan sesama penumpang bus atau sesama pejalan kaki. Smartphone adalah benda agung yang harus diperhatikan tiap saat.

2. Beberapa Orang Hidup Mewah dari Hasil Keringat Orang Lain

Mencari pekerjaan adalah hal yang sulit di era modern. Persaingan begitu ketat dan banyak sekali pengangguran, sementara lapangan pekerjaan yang disediakan sangatlah sedikit. Meskipun memiliki ijazah dan pengalaman kerja, seseorang bisa saja menjadi pengangguran karena ketatnya persaingan kerja.

Beberapa Orang Hidup Super Mewah dengan Keringat Orang Lain
Hidup mewah atas keringat orang susah [Image Source]
Hal ini dimanfaatkan oleh para pengusaha yang tidak memiliki nurani. Demi keuntungan sebanyak-banyaknya, mereka menggaji pekerja dengan gaji rendah dengan tanggung jawab pekerjaan yang berat. Mau tidak mau, beberapa dari kita terpaksa menjalani pekerjaan berat dengan gaji yang tidak layak, karena kita merasa itu lebih baik dari menjadi pengangguran. Sementara kerja keras kita dinikmati oleh atasan kita yang sangat memuja uang.

3. Semua Orang Terkena Jebakan Uang

Sejak kecil, kita dibiasakan untuk hidup matre. Tidak percaya? Coba dengarkan apa keinginan orang tua begitu anaknya lahir. Semua mendoakan agar si anak menjadi anak yang sukses. Dan indikator sukses sering kali dikaitkan dengan uang.

Semua Orang Terkena Jebakan Uang
Banyak orang terjebak oleh uang demi kebahagiaan [Image Source]
Kita mati-matian bersekolah dan bekerja untuk mengumpulkan uang. Kita menjadi lupa waktu dan lupa diri demi mencari uang. Padahal sudah banyak kejadian yang membuktikan bahwa uang tidak serta-merta membawa kebahagiaan. Mengapa kita tidak doakan anak yang baru lahir dengan, “semoga kamu kelak menjadi orang yang bahagia”?

4. Siang-Malam Bekerja di Tempat yang Kita Benci

Sudah menjadi pemandangan umum di kota-kota besar. Setiap pagi, orang mengantri berjam-jam untuk menaiki kereta yang sangat padat. Saking padatnya, terkadang kereta tampak seperti kaleng sarden yang dijejali dengan ikan. Namun kita melakukan itu untuk mengejar waktu dan bekerja.

Siang Malam Bekerja di Tempat yang Kita Benca
Bekerja siang malam padahal kita benci pekerjaan itu [Image Source]
Sampai di kantor, kita tidak bekerja dengan hati riang. Banyak sekali orang yang datang ke kantor dengan hati berat. Takut dimarahi atasan, takut dikomplain klien, takut dipecat HRD. Sepanjang hari kita dipenjara rasa takut. Apakah benar itu yang kita inginkan dari hidup?

5. Ketagihan Mengkonsumsi Hal yang Tidak Dibutuhkan Tubuh

Manusia sepertinya memang sulit membedakan antara “ingin” dan “butuh”. Kebutuhan manusia itu terbatas, sementara keinginan akan terus ada dan tidak terbatas. Kita butuh makan dan butuh makanan sehat. Tapi ego kita tidak mengizinkan itu karena kita menginginkan makanan enak, meski kita tahu itu tidak bergizi. Kita tahu burger itu tidak sehat, tapi kita berlomba-lomba beli burger dan restoran terus-menerus menciptakan burger jumbo.

Makan dan minum yang tidak perlu, bahkan membahayakan kesehatan [Image Source]
Makan dan minum yang tidak perlu, bahkan membahayakan kesehatan [Image Source]
Kita butuh hiburan dan wajar jika kita mencari hiburan di televisi. Namun kita tidak butuh hiburan “sampah” semacam infotainment yang isinya hanya mengurusi hidup orang lain. Kita butuh gadget, tapi bukan berarti kita harus hidup dengan gadget selama 24 jam. Namun, manusia modern tidak akan bisa hidup tanpa fastfood, gadget dan gosip.

Setelah semua fakta di atas, masihkah anda bangga menjadi manusia di era modern? Berapa poin dari lima poin di atas yang menjadi gambaran atas hidup anda? Apakah anda ingin mengubah hidup anda atau puas dengan keadaan di atas?

Mari kita bayangkan, hidup para orang tua terdahulu. Meski mereka harus berjalan kaki kemana-mana, harus menanam sendiri makanan mereka, namun hidup mereka bebas polusi dan stress. Tidak ada yang salah dengan gaya hidup modern, selama kita pintar membedakan apa yang kita butuhkan atau tidak. (HLH)

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA