Waspada, 5 Cara Miris ini Mengubah Definisi Cinta di Era Facebook dan Instagram

oleh Adi Nugroho
07:00 AM on Feb 22, 2016

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. Kehidupan manusia modern menjadi berubah dengan drastis. Jika di masa lalu manusia berkomunikasi via surat atau telepon, sekarang menggunakan media sosial seperti Facebook hingga merambah ke Instagram yang isinya semua foto dan gambar.

Perubahan pola komunikasi ini juga berdampak pada pola seseorang dalam mengartikan sesuatu bernama “cinta”. Jika di masa lalu main telepon dan surat-suratan menjadi sebuah hal yang mengasyikkan. Dampaknya, hubungan dua manusia ini berjalan dengan sangat baik. Namun begitu internet melakukan penetrasi dan mengganti banyak hal jadi lebih “instan”, hubungan manusia pun juga juga ikut-ikutan. Lantas seperti apa perubahan definisi cinta, suka, sayang, atau apa pun namanya itu? Yuk, simak apa yang telah Boombastis rangkumkan untuk anda di bawah ini.

Baca Juga
5 Sepeda Balap Termahal di Dunia yang Harganya Bisa Bikin Kamu Miskin dalam Sekejap
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi

1. Berakhirnya Koneksi Personal

Di masa lalu, hubungan antara dua orang berjalan dengan lebih personal. Maksudnya tak perlu dilakukan di media yang bebas hingga membuat banyak sekali orang. Saat ini hubungan dua orang lebih banyak terjadi di media sosial. Tidak lagi dengan bertemu, mengobrol, dan mendiskusikan banyak hal. Padahal dengan bertatap muka hubungan dua orang akan jauh lebih baik.

Facebook [image source]
Facebook [image source]
Akhirnya muncullah sebuah masalah bernama “hubungan nyata” dan “hubungan maya”. Orang akan lebih menyepelekan hubungan yang dilakukan di dunia maya. Bahkan mereka bisa melakukan apa saja semaunya. Toh, pasangan tidak akan tahun jika “nakal” di luar, kan? Akhirnya cinta pun ikut-ikutan jadi virtual. Tidak suka langsung blokir, delcont, dan semuanya jadi selesai.

2. Banyaknya Generasi Broken Home

Saat media sosial sudah mewabah dengan dahsyatnya. Banyak sekali orang yang terjebak di dalamnya. Cinta tak lagi perkara saling menyukai satu sama lain. Tapi juga perkara diam-diam dan membuat hubungan di belakang. Akhirnya banyak orang lebih asyik memainkan media sosialnya setiap hari dan akhirnya lupa apa itu hakikat sebuah hubungan termasuk di dalam lingkungan keluarga.

Banyak anak yang broken home [image source]
Banyak anak yang broken home [image source]
Anak adalah orang pertama yang akan menerima dampak mengerikan itu. Saat orang tuanya banyak sekali melakukan hal-hal tak penting sendiri-sendiri, anak jadi terlupakan. Tak ada lagi makan malam bersama yang menyenangkan. Semua sibuk dengan gadget masing-masing. Akhirnya pertengkaran tak bisa dihindari dan anaklah yang akan banyak terluka. Mereka tak akan menganggap rumah sebagai sesuatu yang penuh kasih sayang.

3. Cinta Monyet yang Lebih Ngeri

Anda pasti ingat di masa lalu saat umur belasan tahun merasakan apa yang namanya cinta monyet. Saat itu, anda akan melakukan banyak seperti mengirimi surat, menelepon, atau bahkan pengen ketemu meski sangat malu-malu. Di era modern seperti sekarang, cinta bagi remaja sudah menjurus ke hal-hal yang lebih intim seperti hubungan badan yang dilakukan tanpa adanya ikatan pernikahan terlebih dahulu.

cinta monyet [image source]
cinta monyet [image source]
Media sosial digunakan sebagai ajang untuk mencari “pasangan” dan “kesenangan”. Para remaja akan merasa minder jika tidak memiliki foto berdua atau adanya status relationship dengan seseorang. Cinta monyet tak lagi masalah malu-malu tapi menjadi ajang eksis. Bahkan dalam beberapa kasus media sosial juga menjadi ajang “bully” yang mengerikan hingga membuat remaja terganggu secara mental dan juga fisik.

4. Kesetaraan Adalah Sesuatu yang Sangat Penting

Kesetaraan yang dimaksud adalah kesetaraan dalam popularitas. Jika di masa lalu cinta adalah perkara hati dan kadang juga uang. Saat ini cinta adalah perkara popularitas. Seorang wanita dengan follower yang besar di Instagram akan mau menerima ajakan berpasangan dengan pria yang sama-sama memiliki follower yang banyak. Kesetaraan ini dianggap sesuai dan tak akan menghancurkan pamor mereka.

ngeksis di Instagram [image source]
ngeksis di Instagram [image source]
Selanjutnya adalah masalah body image. Banyak sekali orang yang pamer tubuh indahnya di Instagram dengan maksud untuk menarik perhatian. Mereka berharap jika akan ada orang yang tertarik dengannya. Di era seperti sekarang, body image adalah sesuatu yang sangat penting hingga membuat banyak orang terobsesi mendapatkan tubuh yang ideal. Lalu mereka akan segera mengambil foto dan dipajang di Instagram.

5. Berpisah Adalah Perkara Mudah

Di masa lalu, definisi menikah adalah saling melengkapi satu dengan yang lain. Suami dan istri saling bahu membahu dalam membangun rumah tangga agar menjadi lebih baik. Di zaman sekarang, menikah adalah sebuah tuntutan. Banyak orang menikah bukan karena didasari oleh cinta. Misal menikah karena ingin popularitas meningkat atau menikah karena ingin mencari sebuah keuntungan.

bercerai [image source]
bercerai [image source]
Akhirnya banyak sekali perceraian yang terjadi di dunia ini. Mereka menganggap pernikahan hanyalah masalah kontrak yang akan habis setelah sama-sama merasa bosan dan tidak cocok. Di masa lalu, menikah adalah perkara yang sangat sakral, bahkan bisa dibilang fenomena kehidupan yang sangat dinanti oleh banyak orang di dunia ini. Era Facebook dan Instagram benar-benar mengubah kehidupan manusia menjadi berbalik seratus delapan puluh derajat.

Inilah lima hal miris yang mengubah definisi cinta di era teknologi dan media sosial. Bagaimana pendapat dari sobat Boombastis semuanya? Iyakah cinta di era digital ini sudah semengerikan ini?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA