4 Penyakit Ini Ternyata Malah Punya Efek Samping yang Menguntungkan

oleh Tetalogi
14:50 PM on Feb 26, 2016

Siapa saja bisa dengan mudah merasa sedih dan putus asa kalau sedang sakit. Pasalnya penyakit itu hampir selalu merugikan penderita dan rasanya sulit mencari sisi positif atau keuntungan dari sebuah penyakit. Jadi wajar saja kalau orang yang sakit jadi lebih mudah putus asa.

Tapi ternyata ada juga, lho beberapa penyakit yang efek sampingnya ternyata menguntungkan juga. Berikut inilah beberapa diantaranya.

Baca Juga
5 Sepeda Balap Termahal di Dunia yang Harganya Bisa Bikin Kamu Miskin dalam Sekejap
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi

1. Hyperthymesia

Hyperthymesia adalah sejenis gangguan neuropsikologi yang sangat jarang terjadi. Gangguan ini mempengaruhi dua area otak yang bertanggungjawab untuk mengontrol kapasitas dan formasi memori, yaitu Caudate Nucleus dan Temporal Lobe. Akibatnya, penderita jadi memiliki kapasitas memori yang luar biasa. Caudate Nucleus punya peran untuk menyimpan ingatan yang biasanya tidak pernah kita pikirkan seperti bagaimana kita bisa naik sepeda.

Ilustrasi otak [Image Source]
Ilustrasi otak [Image Source]
Temporal Lobe bertanggung jawab menyimpan tanggal, fakta, atau hal-hal yang sebenarnya tidak mau kita ingat. Hyperthymesia tentu menjadi beban bagi penderitanya karena mereka tidak bisa memilih mana yang bisa diingat-ingat dan mana yang ingin dilupakan. Semua kenangan baik hingga buruk akan ia ingat. Seringkali mereka tidak bisa hidup dengan tenang di masa kini karena harus selalu dihantui ingatan masa lalu. Tapi, dia juga akan menjadi sosok yang cerdas dan jenius karena bisa mengingat segala hal yang dipelajarinya.

2. Urbach-Wiethe

Urbach Wiethe adalah penyakit langka, tidak membahayakan nyawa, tapi juga tidak bisa disembuhkan. Penyakit ini menyebabkan penebalan kulit dan jaringan otak. Seseorang yang menderita kulitnya menebal karena kondisi ini biasanya akan memiliki penampilan kulit yang kering dan keriput. Sementara jika penebalan terjadi di otak, terutama amygdala, maka pasien akan kehilangan rasa takutnya.

Illustrasi Wanita berani [Image Source]
Illustrasi Wanita berani [Image Source]
Sebuah studi yang dilakukan terhadap seorang wanita yang mengalami kerusakan amygdala karena penyakit ini ternyata membuatnya menjadi seseorang yang tidak kenal rasa takut sama sekali. Wanita tersebut pernah mengambil ular besar dengan tangan kosong, atau melawan seorang penyerang yang menodongnya dengan senjata api.

Di berbagai situasi berbahaya dan bisa membahayakan nyawa ia tidak bisa merasakan takut, khawatir, atau perlunya untuk segera menyelamatkan diri. Tentu saja ini masih merupakan kondisi yang serius karena rasa takut itu juga punya tujuan penting sebagai fungsi perlindungan. Tapi keuntungannya, seorang penderita Urbach Wiethe bisa saja menjadi atlit bela diri yang hebat atau seorang polisi.

3. Sindrom Savant

Sindrom Savant merupakan masalah otak yang langka dan biasanya mempengaruhi orang yang memang sudah punya masalah gangguan mental parah. Sindrom ini memberikan kemampuan mental yang luar biasa kepada penderitanya. Menurut para ilmuwan, hal ini terjadi karena salah satu sisi otak rusak, sementara sisi lainnya berkembang secara berlebihan untuk mengganti kerusakan yang terjadi.

Thomas Fuller [Image Source]
Thomas Fuller [Image Source]
Salah satu pasien paling terkenal yang menderita sindrom ini adalah Thomas Fuller, seorang budak Afrika-Amerika yang diberi julukan Virginia Calculator karena kemampuannya berhitung. Ia tidak bisa memahami apapun yang bersifat teoritis dan praktis. Tapi ketika ditanya berapa detik seorang pria hidup jika usanya 70 tahun, 17 hari dan 12 jam, ia langsung menjawab dengan benar yaitu 2,210,500,800 detik.

4. Myostatin

Myostatin juga merupakan penyakit langka yang meningkatkan ukuran otot tulang pada manusia dan binatang serta menurunkan lemak di tubuh tanpa terjadi komplikasi medis. Orang-orang menderita masalah ini karena kekurangan hormon Myostatin yang mengatur pertumbuhan otot pada manusia normal.

Liam Hoekstra [Image Source]
Liam Hoekstra [Image Source]
Seseorang dengan penyakit ini, ototnya akan berkembang bahkan saat masih berada di rahim ibunya dan terus berkembang setelah ia lahir sehingga tubuhnya sudah terbentuk bahkan di usia dini. Kasus yang paling terkenal mungkin adalah Liam Hoekstra, seorang anak kecil dari Michigan yang baru berusia 5 bulan, tapi sudah bisa melakukan gerakan akrobat ahli.

Memang tidak ada orang yang ingin jatuh sakit. Meski begitu, jangan biarkan penyakit membuat kita menjadi sosok yang pesimis terhadap kehidupan. Karena selalu ada hal baik yang tersembunyi di balik hal buruk. Memang bukan hal mudah, tapi dengan bersikap lebih optimis, hal tersebut akan membuat kondisi tubuh menjadi lebih baik.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA