Inilah 7 Alasan Drama Korea Lebih Hits Daripada Sinetron Dalam Negeri

oleh Happy
10:00 AM on Dec 5, 2015

Tak bisa dipungkiri, jika makin ke sini segala yang berhubungan dengan budaya Korea Selatan makin booming dan jadi favorit di kalangan masyarakat. Tak peduli tua, muda, laki, perempuan, budaya Korea Selatan memang memiliki gaya yang begitu menghipnotis semua orang! Yang paling banyak menyedot perhatian, apalagi kalau bukan gelombang Kdrama alias serial Korea yang kini banyak diputar di stasiun televisi nasional.

Dengan kualitas cerita dan sudut pengambilan gambar yang jempolan, sederet Kdrama yang masuk ke Indonesia pun tak pernah kehilangan peminatnya. Bahkan popularitas Kdrama ini terbilang mengalahkan banyak sinetron dalam negeri lho! Kok bisa ya?! Intip sederet alasan mengapa drama Korea lebih banyak digandrungi ketimbang sinetron dalam negeri berikut ini yuk!

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

1. Alur cerita Yang Gak Alay!

Bukan berarti cerita sinetron dalam negeri alay semua ya! Tapi memang kebanyakan sinetron yang tayang di tv akhir-akhir ini sedikit lebay dan gak realistis banget! Meski temanya fiksi namun balutan cerita yang membawanya terlihat kaku, bertele-tele dan tak menarik. Berbeda dengan drama Korea! Well meski tidak semua, tapi bisa dibilang serial dari negeri gingseng ini selalu memberikan alur cerita yang sesuai porsi.

Alur cerita Yang Gak Alay! [image source]
Alur cerita Yang Gak Alay! [image source]
Contoh saja drama ‘The Heirs’ yang menceritakan kisah percintaan anak SMA yang berbeda kasta. Konflik yang dihadirkan fokus pada dua pemeran utama dengan kisah cinta segitiga di dalamnya. Alur tak dibuat meluber kemana-mana tanpa arah, yang biasanya dibuat oleh sinetron dalam negeri! Biasanya, dengan alasan rating sinetron tinggi cerita sinetron dibuat panjang dengan sisipan cerita yang tak masuk akal. Mulai dari alasan hilang ingatan, pergi keluar negeri dan lain sebagainya, lalu akan muncul tokoh baru yang makin bikin runyam cerita utama yang sudah dibuat. Alhasil pemirsa pun jenuh dan bingung dengan fokus cerita yang diberikan.

2. Visual Ganteng Dan Cantik-Cantik

Harus diakui, daya tarik pertama dari Kdrama adalah visual para aktor yang membintangi serial Korea. Sebut saja drama ‘Pinochio’, ‘The Heirs’ hingga ‘She Was Pretty’ yang memasang wajah cantik dan ganteng para aktor sebagai pemeran utama. Hal ini memang dilakukan untuk menarik minat pemirsa dan mengangkat rating drama. Tapi bukan berarti para bintang Indonesia kalah cantik dan ganteng dengan aktor Korea Selatan ya! Tapi memang visual cakep para aktor negeri gingseng ini lebih didukung dengan proporsi tubuh yang sempurna. Sehingga memberi tampilan yang lebih menarik ketimbang wajah cakep dengan body chubby!

Visual Ganteng Dan Cantik-Cantik [image source]
Visual Ganteng Dan Cantik-Cantik [image source]
Industri hiburan negeri gingseng memang menerapkan standar yang kompetitif bila berbicara tentang visual wajah. Bisa dibilang kecantikan dan ketampanan memiliki nilai plus di dalam masyarakat. Para agensi pun lebih banyak menjaring talent dengan wajah yang tampan dan cantik. Meski kemampuan akting juga menjadi pertimbangan, namun visual lebih diunggulkan! Maka tak heran jika negara asal Kpop itu sukses menjadi pusat kecantikan dan praktek operasi plastik terbesar di dunia. Karena cantik seolah jadi hal wajib di negeri gingseng tersebut!

3.Kualitas Akting Jempolan Para Aktor dan Aktris!

Menjadi seorang aktor di Korea Selatan memang tak semudah membalikkan tangan. Ada usaha dan kerja keras untuk menempa kemampuan berakting mereka hingga jadi bintang ternama. Para aktor yang debut di berbagai film dan drama Korea pun, harus melewati tahapan pelatihan di agensi mereka masing-masing. Jika sudah memiliki visual yang cantik dan tampan, mereka masih diwajibkan menjalani diet ketat dan latihan akting yang rutin. Demi memiliki skill yang bagus, mereka pun rela menjalani trainee selama bertahun-tahun sebelum akhirnya debut sebagai aktor dan aktris.

Dan hasilnya?! Bisa kalian bandingkan kualitas akting para bintang yang mendapat peran di serial Korea. Setiap adegan yang ditampilkan begitu dalam dan penuh penghayatan. Bisa dibilang, komunikasi antar pemain berhasil menghidupkan cerita hingga terlihat nyata di dalam drama. Tak heran, jika pencinta serial Korea sering termehek-mehek jika menonton cerita melow dari serial Korea ini!

4. Soundtrack Drama Bikin Super Nagih

Musik latar atau soundtrack memang menjadi satu bagian yang ikut mendukung kesuksesan sebuah drama. Dengan akting yang keren dan cerita yang menarik, sebuah drama akan terasa lebih menyentuh jika dibarengi dengan soundtrack yang sesuai. Dan dalam drama Korea, original soundtrack menjadi hal yang wajib ada! Para penata musik biasanya mengambil dari album para musisi yang sudah rilis, namun kebanyakkan mereka membuat lagu baru yang spesial untuk drama tersebut.

Berbeda dengan Indonesia yang tak banyak memakai soundtrack lagu sebagai musik latar. Drama Korea selalu menyisipkan original soundtrack-nya di beberapa adegan. Dan hasilnya, drama menjadi lebih istimewa dan hidup. Sebut saja drama ‘It’s Okay, That’s Love’ yang sukses membawa sederet lagu menjadi booming di pertengahan tahun 2014 lalu. Tak hanya original sountrack-nya yang meledak dipasaran, drama yang sukses dengan berbagai penghargaan itupun kembali mempopulerkan lagu-lagu lawas yang nagih untuk didengarkan.

5. Kualitas Pengambilan Gambar Yang Lebih Keren

Harus diakui untuk kualitas kamera dan teknologi yang dipakai di Korea Selatan memang jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Rumah produksi yang banyak menghasilkan drama-drama hits selalu memakai kamera dengan kualitas gambar HD serta dengan angle yang menyeluruh. Mereka bisa mengambil satu adegan berulang-ulang demi mendapatkan hasil gambar yang baik. Berbeda dengan sinetron Indonesia yang kini banyak memakai pengambilan gambar close up atau separuh badan, yang terkesan kaku dan kurang menuntut interaksi antar pemain.

Kualitas Pengambilan Gambar Yang Lebih Keren [image source]
Kualitas Pengambilan Gambar Yang Lebih Keren [image source]
Selain teknik pengambilan gambar, teknologi yang digunakan untuk editing video pun sangat canggih. Transisi video demi video pun terlihat mulus dan menarik untuk dinikmati. Namun semua hal itu memang berhubungan dengan biaya yang musti dikeluarkan untuk setiap produksi. Kamera dan berbagai alat editing video yang dipakai pun berbeda kualitas, sehingga menghasilkan karya serial yang juga tak bisa disamakan.

6. Jumlah Episode Gak Bikin Males!

Jika sinetron Indonesia memiliki jumlah episode ratusan, maka dalam drama Korea Selatan umumnya hanya mematok 16-25 episode. Itupun jika cerita memang mengangkat konflik yang rumit dan cukup kompleks. Lain dengan drama saenguk atau drama sejarah yang biasanya memiliki episode lebih banyak berkisar 50 hingga 75 episode. Namun hal ini sesuai porsi cerita yang membutuhkan durasi yang lebih lama ketimbang tema drama yang ringan, seperti kisah percintaan dan tema anak sekolahan.

Jumlah Episode Gak Bikin Males! [image source]
Jumlah Episode Gak Bikin Males! [image source]
Jumlah episode ikut dipengaruhi dengan jadwal tayang yang berbeda. Jika di Indonesia sinetron sekarang musimnya kejar tayang alias diputar setiap hari, maka di Korea setiap drama biasanya ditayangkan dua hari dalam seminggu. Sehingga untuk menyelesaikan satu drama perlu 3 hingga 4 bulan untuk menyelesaikannya. Hal inipun tentu membuat rasa penasaran pemirsa dan menambah keseruan drama yang ditayangkan.

7. Banyak Nilai Positif Yang Diangkat

Cerita-cerita dalam serial Korea bukan hanya menyajikan hiburan semata. Nyatanya ada banyak hal positif yang terselip dalam sajian cerita Kdrama lho! Beberapa nilai kehidupan kerap ditampilkan dan menjadi cerminan pemirsa untuk introspeksi kepada diri sendiri. Seperti drama ‘Who Are You’ yang mengangkat kisah bullying di sekolah. Drama ini memang menampilkan kekerasan, namun di akhir cerita diberi gambaran jika tindakan kejam hanya akan berakibat buruk pada diri sendiri.

Banyak Nilai Positif Yang Diangkat [image source]
Banyak Nilai Positif Yang Diangkat [image source]
Penonton pun kerap disuguhi motivasi dengan kata-kata mutiara yang biasanya dilontarkan para tokoh dalam serial Korea. Seperti drama ‘Dream High’, di dalamnya terdapat kutipan percakapan salah satu tokoh guru yang memberi inspirasi mendalam.

“Dalam hidup ini ada orang-orang yang meraih impiannya dengan jalan yang cepat. Ada juga dengan jalan yang panjang dan lambat. Namun tak selamanya yang lambat itu buruk. Bukankah dengan jalan yang lambat dan panjang kita bisa melihat dan memperhatikan hal-hal yang lebih banyak disekitar? Mungkin dengan jalan lambat itulah yang bisa menempa kita untuk jadi lebih dewasa? Intropeksi diri, benahi diri dan melangkah lagi. Karena cerita belum berakhir.”

Sederet alasan di atas memang menjadikan drama Korea Selatan banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Namun tak semuanya tontonan dalam negeri kalah populer dengan produksi negeri gingseng ya! Masih banyak acara berkualitas yang bisa menghibur sekaligus mengedukasi. Namun budaya sinetron yang tak mendidik memang harus dikurangi, bahkan kalau perlu dihilangkan sama sekali! Siapa tahu dengan kualitas cerita yang lebih apik, suatu saat sinetron Indonesia mampu menembus pasar Asia hingga dunia! Bagaimana menurutmu?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content