5 Drama Kolosal Jadul yang Pernah Jadi Primadona Pemirsa Televisi di Indonesia

Sinetron sekarang mah nggak ada apa-apanya dibanding serial kolosal jadul ini.

oleh Nikmatus Solikha
15:00 PM on Jun 16, 2017

Bisa dibilang kalau tayangan televisi kita makin tahun semakin turun, khususnya untuk serial-serial harian. Memang nggak ada bukti data, tapi kalau kita lihat dari kreativitas para senias, mereka seolah hanya bisa bikin sinetron dan FTV. Dan kondisi ini diperburuk dengan invasi tayangan-tayangan asing yang sukses menghipnotis pemirsa kita.

Hal ini sangat berkebalikan di masa lalu di mana tayangan serial dalam negeri kita sangat beragam. Salah satunya adalah lantaran kehadiran acara-acara kolosal yang sukses bikin variasi menarik. Terlepas dari efeknya yang mungkin biasa-biasa karena terbatas teknologi, serial ini mampu menarik para pemirsa. Dan masih soal tayangan kolosal, berikut beberapa yang paling sukses.

Baca Juga
6 Alasan Ini Membuat Masyarakat Tetap Setia Nonton Sinetron Meski Jumlah Episodenya Ribuan
Remake ‘Kera Sakti’ Segera Rilis, Inilah Serial Super Keren yang Bisa Ngobatin Rindu Angkatan 90-an

Tutur Tinular

Merupakan sinetron kolosal lawas yang tayang pertama kali di tahun 1997. Drama laga yang mengusung Anto Wijaya sebagai pemeran utama ini sukses meraih penghargaan Festival Film Bandung. Tutur Tinular sendiri bercerita tentang Arya Kamandanu, putra kedua dari seorang pandai besi yang bekerjasama dengan kerajaan Singasari untuk memasok senjata.

Tutur Tinular [image source]
Namun, Arya Kamandanu sendiri lebih tertarik untuk berguru pada mantan teman ayahnya, yang merupakan ahli ilmu kanuragan dan mengisolasi diri. Cerita drama kolosal ini makin seru karena menceritakan bagaimana Arya Kamandanu berhasil membuat kerajaannya sendiri bersama Raden Wijaya, yaitu Kerajaan Majapahit.

Misteri Gunung Merapi

Drama kolosal yang tayang perdana pada tahun 1999 ini dulu begitu digemari banyak kalangan. Selain temanya bisa dibilang komplit: mulai dari kolosal, laga sampai mistis, tokoh utamanya yang bernama Sembara juga ganteng dan sukar dilupakan.

Sembara [image source]
Bisa dibilang dalam drama kolosal ini begitu jauh dari sinetron-sinetron zaman sekarang. Sebab, Misteri Gunung Merapi ini terfokus pada peperangan antara golongan hitam dan golongan putih yang tiada habisnya. Saat ini, drama satu ini juga kembali ditayangkan di salah satu TV nasional. Lumayanlah, buat pengobat rindu masyarakat sama drama-drama legendaris.

Angling Dharma

Kesuksesan Genta Buana Paramita dalam membuat sinetron Misteri Gunung Merapi disusul dengan drama selanjutnya yang mengusung tema kerajaan, yaitu Angling Dharma. Mengisahkan tetang seorang raja Malwapati yang dianugrahi ilmu Aji Gineng yang membuatnya paham bahasa binatang.

Angling Dharma [image source]
Namun sayangnya, ilmu tersebut juga masalah dengan pasangannya hingga akhirnya istrinya memilih untuk bunuh diri. Angling Dharma pun akhirnya harus menjalahi hukuman buang untuk menebus dosanya.

Brama Kumbara

Drama Kolosal yang tayang di tahun 2013 ini juga salah satu yang nggak kalah seru. Bercerita tentang Brama Kumbara yang merupakan penerus tahta Madangkara yang saat itu tengah dijajah oleh kerajaan Kuntala. Brama Kumbara akhirnya bisa menggulingkan Kuntala dan memulihkan kerajaannya, namun permusuhan dengan Gardika yang ingin mengembalikan kekuasaan Kuntala masih berlajut.

Brama Kumbara [image source]
Hingga suatu hari, Brama terluka para akibat pertempurannya dengan Gardika. Namun akhirnya ia diselamatkan oleh seekor rajawali raksasa yang akhirnya jadi sahabatnya. Banyak terjadi kontroversi dalam drama ini, sebab sebagian orang merasa jika ceritanya sudah melenceng dari kisah aslinya.

Wiro Sableng

Ini salah satu yang pastinya nggak bakal terlupakan. Tontonan wajib anak-anak jaman SD. Berbeda dari sinetron kolosal lainnya, Wiro Sableng dikemas begitu kocak dan menghibur. Meski banyak adegan laga, tapi dijamin para penonton nggak dibikin tegang.

Wiro Sableng [image source]
Serial yang diangkat dari novel karya Bapaknya Vino G. Bastian ini juga bakal diangkat ke versi layar lebar. Dan siapa pemerannya? Yuph, pemeran Wiro Sableng adalah Vino G. Bastian sendiri, pemirsa!

Agaknya Indonesia perlu bikin drama-drama kolosal macam ini. Alasannya tak lain agar generasi kita tidak hanya melulu disuguhi sinetron, tapi juga tayangan yang lebih berkualitas. Ditambah dengan teknologi perfilman yang makin canggih rasa-rasanya akan menjamin acara kolosal jadi tayangan yang super menarik. Idenya sendiri bisa remake yang sudah ada atau angkat cerita yang benar-benar baru tapi tetap dikenal banyak orang.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA