5 Dosa Perancis Pada Muslim Timur Tengah

oleh Rizal
15:00 PM on Nov 25, 2015

Tagar #PrayForParis, ucapan belasungkawa, sampai ganti profile picture dengan bendera Perancis jadi aktivitas yang dilakukan mayoritas netizen beberapa waktu lalu. Ya, tentunya masih belum lupa di ingatan kita bagaimana kota cinta ini menjadi medan tempur untuk beberapa saat. Hingga pada akhirnya jatuh korban yang memang tak bisa dihindarkan. Sekitar seratusan orang lebih meregang nyawa.

Selepas kejadian menghebohkan ini, pemberitaan dan opini pun gencar menduga Islam di balik otak penyerangan ini. Hal tersebut berdampak kepada ancaman yang dialami oleh komunitas Muslim Eropa khususnya di Perancis. Ya, beberapa masjid di banyak distrik Muslim mengalami vandalisme dengan coretan-coretan pada masjid yang bertuliskan ‘Kematian Muslim’, ‘Perancis, bangun’, dan sebagainya. Tak cuma itu, bantuan-bantuan kepada Suriah urung diberikan, termasuk wacana penutupan masjid-masjid di negara-negara barat.

Baca Juga
Bukan Metropolitan, Justru Inilah 5 Kota Paling Kaya yang Ada Di Indonesia
5 Hal Menjengkelkan Tentang SEA Games di Malaysia Ini Bikin Indonesia Meradang

Sebenarnya, jika kita berkaca pada sejarah, Justru Perancis yang berdosa besar kepada orang-orang Muslim. Ya, di masa lalu mereka adalah ancaman nyata bagi Islam. Bahkan aksi kekejaman orang Perancis kepada Muslim bisa dibilang lebih kejam dan biadab dari pada dampak penyerangan di Paris itu. Berikut adalah beberapa dosa yang pernah dilakukan Perancis kepada umat Muslim.

1. Perancis Penggal 400 Ulama Chad

Dulu, Perancis adalah negara kolonial terpandang di dunia dengan daerah jajahan yang sangat luas. Jika ditotal, setidaknya 7 persen Bumi mereka kuasai. Termasuk beberapa negara Afrika, seperti Chad, Aljazair dan negara Afrika utara lain. Nah, Chad adalah salah satu negara jajahan yang menerima perlakuan sangat buruk dari Perancis.

400 ulama Chad mati dengan mengenaskan di tangan Perancis. Foto di atas adalah beberapa penduduk sipil yang bernasib sama [Image Source]
400 ulama Chad mati dengan mengenaskan di tangan Perancis. Foto di atas adalah beberapa penduduk sipil yang bernasib sama [Image Source]
Chad mayoritas beragama Muslim lantaran daerah sebaran Muslim Arab memang menjangkau mereka. Sayangnya, hanya karena ini Perancis melakukan aksi keji. Ketika itu tahun 1917, Perancis menggiring sekitar 400 ulama Chad untuk menuju suatu tempat. Ya, para opsi-opsir Perancis itu kemudian memenggal kepala para ulama ini tanpa sebab yang jelas dan hanya karena statusnya yang Muslim serta penyebar agama Islam.

2. Perancis Bakar Sebuah Kota Dalam Semalam

Terletak di ujung benua Afrika menjadikan Aljazair negara pertama yang dijajah Perancis. Sayangnya, hal ini tidak membawa keuntungan apa pun selain mereka justru jadi negara jajahan pertama Perancis yang mengalami perlakuan biadab negara tersebut.

Perancis pernah membakar sepertiga kota plus penduduknya di Aljazair [Image Source]
Perancis pernah membakar sepertiga kota plus penduduknya di Aljazair [Image Source]
Diceritakan ketika itu pada tahun 1852, pasukan Perancis mulai memasuki Aljazair lewat sebuah kota bernama Aghwat. Namun mereka bukan hanya numpang jalan saja, tapi sekaligus membuat kerusakan. Ketika itu pasukan-pasukan Perancis mulai membakar rumah-rumah penduduk serta infrastruktur lainnya. Hingga akhirnya sepertiga kota termakan api. Sayangnya, bukan hanya bangunan-bangunan saja yang dibakar oleh mereka tapi juga orang-orang yang tinggal di dalamnya.

3. Uji Coba Nuklir Perancis di Aljazair Memakan Banyak Korban

Aljazair sama seperti Chad, negara ini mayoritas adalah Muslim. Sayangnya, fakta ini membuat Perancis seakan murka hingga akhirnya melakukan negara ini seperti sampah. Salah satunya dengan menjadikan Aljazair sebagai uji coba nuklir mereka.

Uji coba nuklir Perancis di Aljazair menewaskan hingga 100 ribu orang [Image Source]
Uji coba nuklir Perancis di Aljazair menewaskan hingga 100 ribu orang [Image Source]
Dalam rentang waktu 6 tahun mulai 1960an, Perancis sudah sebanyak 17 kali melakukan uji coba nuklir di sini. Namun, alih-alih memakai lahan tak bertuan, mereka mencoba senjata pemusnah ini di dekat distrik-distrik yang penuh dengan orang-orang Muslim. Alhasil. Selama enam tahun itu tidak kurang 27 – 100 ribuan orang meninggal sebagai dampak nuklir tersebut.

4. Pemusnahan Massal Penduduk Aljazair Oleh Perancis

Membakar kota dan juga menjadikan beberapa tempat di Aljazair sebagai daerah uji nuklir merupakan sedikit dari kekejaman Perancis kepada negara Islam ini. Perancis sendiri sama seperti Belanda menjajah kita bahkan lebih parah lagi, mereka kerap membunuhi serta menyiksa para penduduk aslinya.

Tak kurang dari 10 juta Muslim yang dibantai oleh Perancis di Aljazair [Image Source]
Tak kurang dari 10 juta Muslim yang dibantai oleh Perancis di Aljazair [Image Source]
Hanya dalam tujuh tahun selang kedatangan mereka yang pertama di tahun 1830an, Perancis sudah membantai sekitar sejuta orang. Hal yang sama kembali mereka lakukan di tujuh tahun sebelum meninggalkan Aljazair dengan membunuh sekitar 1,5 juta orang. Perancis sendiri menguasai negara ini selama 132 tahun. Menurut seorang sejarawan Perancis, Jack Jourkey, selama rentang waktu itu sudah ada sekitar 10 juta orang yang mereka bantai. Hampir semuanya adalah Muslim.

5. Hadiah Perpisahan 11 Juta Ranjau Kepada Muslim Aljazair

Kemerdekaan Aljazair tidak diberikan secara cuma-cuma oleh Perancis. Ya, mereka melakukan perlawanan demi perlawanan hingga akhirnya penjajah Eropa itu angkat kaki pada tahun 1962. Namun, Perancis sepertinya masih sangat dendam dengan negara ini sampai-sampai mereka melakukan hal memalukan.

Bahkan ketika sudah akan pergi, mereka sempat menyebar 11 juta ranjau untuk penduduk Aljazair [Image Source]
Bahkan ketika sudah akan pergi, mereka sempat menyebar 11 juta ranjau untuk penduduk Aljazair [Image Source]
Sebelum pergi, pasukan-pasukan Perancis menyebar di seantero wilayah Aljazair. Tujuannya untuk memasang ranjau-ranjau dengan harapan akan membunuh penduduk nantinya. Jumlahnya sendiri tak kurang dari 11 juta ranjau. Akibat dari ini, sudah tak terhitung berapa banyak yang tewas serta luka-luka.

Kejadian Perancis dan fakta mengenai kekejaman mereka di masa lalu seolah menegaskan kepada kita bahwa segala sesuatu harus dilihat dari dua sisi. Banyak oknum yang menuduh orang-orang Muslim berada di balik penyerangan itu, padahal jika berkaca ke belakang Perancis membantai umat Islam dengan jumlah yang tak karuan banyaknya. Bukan bermaksud untuk membandingkan luka, namun fakta ini harusnya juga diketahui oleh oknum yang memberikan tuduhan tak jelas tersebut. Biar tahu bagaimana rasanya jika mereka berada di posisi yang sebaliknya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA