Ngeri! Ini Lho Dosa Orang yang Meninggalkan Puasa Ramadhan Secara Terang-Terangan

oleh Rizal
07:00 AM on Jun 13, 2016

Sama seperti sholat fardhu, hukum puasa Ramadhan adalah wajib. Artinya, harus dilakukan dan haram untuk ditinggalkan. Bahkan kalau seseorang tak sanggup melakukannya lantaran suatu hal yang memberatkan, maka ia wajib menggantinya. Entah dengan men-qada puasa atau pun membayar fidyah. Benar-benar tak boleh dianggap tak penting, karena puasa Ramadhan juga merupakan rukun daripada Islam.

Sayangnya, meskipun jelas-jelas puasa adalah wajib hukumnya, sebagian orang memandangnya sangat biasa. Bahkan ada yang secara terang-terangan tak puasa. Bagi yang seperti ini ternyata konsekuensinya sangat-sangat berat. Allah mengancam orang yang meninggalkan puasa Ramadhan secara terang-terangan dengan hukuman yang tak terbayangkan.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Lalu seperti apa sih ancaman yang diberikan kepada orang yang meninggalkan puasa secara terang-terangan? Simak ulasannya berikut.

1. Dosa yang Lebih Besar Daripada Gunung

Meninggalkan puasa tanpa ada hal yang diperbolehkan hukumnya adalah dosa, bahkan bisa dikatakan sebagai dosa yang sangat berat. Harus diketahui jika rukun Islam salah satunya adalah berpuasa di bulan Ramadhan. Ibadah ini adalah pokoknya Islam, meninggalkannya tentu dosanya tak karuan.

Dosa sebesar gunung [Image Source]
Dosa sebesar gunung [Image Source]
Allah memberikan ancaman yang sangat besar kepada orang yang meninggalkan ibadah pokok. Meskipun hampir tidak ada satu ayat atau hadist yang merepresentasikan seperti apa besarnya dosa meninggalkan puasa ini, tapi yang jelas Allah menyiapkan hukuman yang sangat dahsyat bagi orang tersebut di akhirat nanti.

2. Dimasukkan ke Dalam Neraka Dengan Siksaan Tak Terbayangkan

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Umamah, beliau pernah bermimpi pada suatu malam didatangi oleh dua orang laki-laki. Kemudian laki-laki ini menarik beliau ke sebuah gunung. Kemudian dari atas gunung nampak sekelompok orang yang menjerit kesakitan seperti disiksa dengan amat pedih.

Ilustrasi neraka [Image Source]
Ilustrasi neraka [Image Source]
Kemudian beliau menyaksikan orang-orang ini ternyata mengalami kondisi yang mengerikan. Mulut mereka sobek sampai telinga dengan darah yang bercucuran. Ketika Abu Umamah bertanya kepada Rasul perihal mimpi ini, Nabi mengatakan jika mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum waktunya, alias dengan sengaja meninggalkan puasa. Kisah ini ada dalam hadist dan ulama mengatakan sahih.

3. Tak Berpuasa Adalah Munafik dan Sangat Diragukan Keislamannya

Kembali ke perihal puasa Ramadhan yang masuk dalam rukun Islam, banyak ulama yang berpendapat jika ada orang yang secara terang-terangan meninggalkannya, maka ia bisa dikatakan munafik. Artinya, mereka tidak percaya lagi akan Islam lantaran berani dengan sengaja meninggalkan salah satu rukun pentingnya.

Munafik [Image Source]
Munafik [Image Source]
Tak hanya itu, orang-orang yang seperti ini juga sangat diragukan keislamannya. Bahkan secara tersirat bisa pula dihukumi dengan murtad karena tidak mempercayai ajaran. Dosanya pun bisa-bisa tak terampuni.

4. Meninggalkan Puasa Lebih Berdosa Dari Berzina

Adz Dzahabi dalam sebuah buku Fiqih menjelaskan perihal orang yang meninggalkan puasa Ramadhan. Beliau mengatakan barang siapa yang dengan sengaja tak melakukan ibadah pokok satu ini, maka ia mendapatkan dosa yang lebih parah dari berbuat zina.

Lebih buruk dari berzina [Image Source]
Lebih buruk dari berzina [Image Source]
Zina sendiri adalah salah satu dosa besar yang sangat dilaknat oleh Allah. Pelakunya bahkan diancam neraka jika sampai meninggal tak sempat bertaubat. Dan meninggalkan puasa dosanya ternyata lebih ngeri daripada ini.

Sungguh ngeri dosa orang-orang yang meninggalkan puasa Ramadhan secara sengaja. Tak hanya didera dosa yang lebih parah dari zina, ancamannya sendiri adalah neraka. Sebenarnya puasa Ramadhan tidaklah berat, tidak ada orang mati karena puasa. Seumpama sangat lemah pun ada kompensasi berupa qada dan juga fidyah. Allah akan selalu membebankan kewajiban sesuai dengan kemampuan hambaNya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA