5 Dosa Malaysia yang Ternyata Bikin Geram Negara Lain Selain Indonesia

oleh Rizal
13:15 PM on Nov 13, 2015

“Ganyang Malaysia!” Ungkapan ini berasal dari pidato Presiden Soekarno ketika sang Bapak Bangsa begitu geram dengan ulah negara persemakmuran ini. Dikutip dari sejarah, dulu Malaysia ngotot ingin menarik Serawak, Sabah, serta Brunei untuk tergabung dalam federasi mereka. Hal ini mengancam stabilitas Indonesia kala itu. Bung Karno pun marah dan akhirnya memberikan pidato pedas itu.

Baca Juga : Melihat Kemewahan Anak-Anak Super kaya di Malaysia di Instagram

Baca Juga
Lolicon, Sindrom Ketertarikan Pada Gadis di Bawah Umur yang Ternyata ‘Berbeda’ dengan Pedophilia
Matoa, Buah Langka Asal Papua yang Super Lezat dan Harganya Bikin Dompet Meringis

Tak hanya itu, bentuk ketidaksukaan Bung Karno juga beliau tunjukkan lewat aksi keluarnya Indonesia dari keanggotaan PBB di tahun 1965. Gara-garanya Malaysia masuk jadi anggota tidak tetap PBB. Nah, di era Presiden Soeharto, bangsa kita sudah bisa lebih bersahabat dengan negara serumpun itu, dan pada masa presiden-presiden selanjutnya pun makin akrab.

Konfrontasi kembali pecah ketika Malaysia melakukan klaim terhadap milik bangsa Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah pulau-pulau serta kebudayaan. Nah, siapa sangka ternyata Malaysia bukan hanya pernah jadi musuh kita, tapi juga beberapa negara lainnya. Lalu siapa saja negara ini dan kenapa hal tersebut bisa terjadi? Berikut ulasannya.

1. Menolak Pengungsi Rohingya

Rohingya seperti yang kita tahu mengalami konflik dengan pada Buddhis di Myanmar. Hingga pada akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi dari negara itu setelah tak ada dukungan dari pihak mana pun bahkan pemerintah sendiri. Memutuskan untuk pergi pun juga tidak mudah karena banyak negara yang menolaki mereka, salah satunya adalah Malaysia.

Rohingya ditolak mentah-mentah oleh Malaysia dengan dalih membawa beban [Image Source]
Rohingya ditolak mentah-mentah oleh Malaysia dengan dalih membawa beban [Image Source]
Ya, para pengungsi Rohingya mengatakan jika ingin merapat ke Malaysia. Tujuannya sendiri tentu agar di negeri melayu tersebut mereka mendapatkan pekerjaan serta penghidupan yang lebih baik. Sayangnya, pihak Malaysia sendiri langsung mengusir kapal-kapal Rohingya ketika akan mencapai bibir pantai negara itu.

“Kami sangat Simpati terhadap mereka yang terapung di lautan lepas. Tapi, negara tidak bisa dibebankan dengan masalah itu sebab masih ada ribuan orang lagi yang akan meninggalkan daerah tempat mereka tinggal,” ungkap Najib Razak. Selain alasan tersebut, faktor etnis juga dikatakan sebagai penyebab enggannya Malaysia menerima para Muslim ini. Pada akhirnya pengungsi Rohingya justru dibantu oleh masyarakat Aceh dan kini mereka hidup nyaman di sana. Malaysia sendiri pernah menampung pengungsi dari Bosnia saat konflik Yugoslavia dulu. Namun dengan berbagai dalih mereka malas untuk menerima pengungsi Rohingya yang ibaratnya hanya tinggal dijemput saja.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
BERITA TERKAIT
BACA JUGA