Para Dokter Yang Justru Mencelakai Pasiennya

oleh Tetalogi
07:00 AM on Oct 5, 2015

Berbicara soal dokter, yang ada di kepala kita adalah suatu pekerjaan yang mulia. Bagaimana tidak, pekerjaan sebagai seorang dokter juga melibatkan nyawa seseorang karena para dokter berusaha menyelamatkan mereka dari penyakit yang diderita.

Baca Juga : Dokter dengan Kemampuan Unik, Punya Keahlian Merasakan Sakit Pasien

Baca Juga
5 Sepeda Balap Termahal di Dunia yang Harganya Bisa Bikin Kamu Miskin dalam Sekejap
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi

Meski begitu, dokter-dokter yang akan diceritakan berikut ini justru bertindak sebaliknya. Mereka tidak menyelamatkan nyawa pasiennya, tapi justru mencelakai pasien dan bahkan membunuh mereka. Siapa sajakah dokter kejam ini?

1. Dokter yang Punya Kastil Pribadi Untuk Membunuh

Salah seorang pembunuh berantai paling terkenal dalam sejarah Amerika ternyata justru seorang dokter. Herman Webster Mudgett atau yang biasa dikenal dengan nama lain H.H. Holmes diceritakan telah membunuh antara 27 hingga 200 orang di kastil legendarisnya, “Murder Castle”.

Tahun 1886, ia membangun sebuah mansion 3 lantai lengkap berisi labirin, jebakan, ruangan rahasian, dan pintu yang hanya bisa dibuka dari luar. Ruangan yang paling mengerikan adalah basemen yang berisi peralatan medis, gorong-gorong berisi cairan asam, racun, serta peralatan penyiksaan. Dari kamarnya, Holmes bisa mengontrol pipa gas yang mengalir dari basemen ke ruangan spesifik untuk membuat korbannya pingsan. Agar tidak menimbulkan kecurigaan, ia memanfaatkan jasa kontraktor yang berbeda-beda agar hanya dia yang tahu detail mansion yang ia gunakan untuk pembunuhan ini.

H.H. Holmes [Image Source]
H.H. Holmes [Image Source]
Beberapa korban awalnya ia memasuki mansion tersebut karena ia janjikan pekerjaan. Tahun 1893, ia membuka rumahnya sebagai hotel dan menawarkan biaya yang murah untuk turis muda yang mengunjungi World’s Fair. Para korbannya ada yang meninggal karena kehabisan oksigen, namun ada juga yang disiksa hidup-hidup oleh Holmes. Ia bahkan mendapatkan uang dari kejahatannya karena dokter kejam ini menjual tulang dan organ mereka ke sekolah medis.

Ketika ia akhirnya ditangkap, kastil milik Holmes ini digeledah oleh pihak kepolisian. Polisi terkejut dengan kengerian yang ada di dalamnya. Polisi tidak bisa mengestimasi berapa jumlah korbannya karena seluruh anggota tubuh para korban telah dipotong-potong. Dokter ini sendiri mengaku bahwa dirinya membunuh 27 orang, tapi para ahli beranggapan bahwa korbannya sebenarnya jauh lebih banyak. Ia akhirnya digantung pada 7 Mei 1896.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA