5 Alasan Mengapa ‘Si Doel Anak Sekolahan’ Jauh Lebih Layak Tonton Dibanding Seluruh Sinetron tahun 2000-an

oleh Centralismo
11:00 AM on Sep 5, 2015

Jika Anda besar di era 90-an, Anda pasti tahu Si Doel Anak Sekolahan. Sinetron yang tayang pertama kali pada tahun 1994 ini disutradarai dan dibintangi oleh aktor kondang, Rano Karno sebagai pemeran utamanya. Sinetron ini juga dibintangi seniman besar Betawi, Benyamin Sueb.

Meski sama-sama berupa sinetron, Si Doel Anak Sekolahan memiliki beberapa kualitas yang jauh lebih tinggi dibanding sinetron manapun yang diproduksi di tahun 2000-an hingga sekarang. Berikut Boombastis akan membahas, mengapa Si Doel Anak Sekolahan layak tonton dibandingkan sinetron lainnya.

Baca Juga
Menengok Gaji dan Tunjangan Gubernur dan Wagub DKI, Kalau Dijumlah Bisa Beli Kerupuk 3 Kontainer
4 Kejadian Generasi Micin Pingin Ngeksis Tapi Gak Tahu Tempat Ini Bikin Netizen Geram

1. Ceritanya Sangat Realistis

Cerita dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan (SDAS) sangatlah realistis dan dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari. Kita tentu sering melihat sebuah keluarga berjuang mati-matian untuk menyekolahkan anaknya hingga bergelar sarjana. Dan setelah meraih gelar sarjana, si anak tersebut masih harus berjuang dan bersaing mencari kerja.

Cerita yang Realistis
Cerita yang Realistis [ImageSource]
Di sinilah letak realistisnya SDAS. Kita ditunjukkan masalah yang dihadapi masyarakat sehari-hari, bagaimana cara pandang masyarakat. Di sana juga disisipkan kritik sosial kepada pemerintah, di mana orang yang pintar dan bergelar sarjanapun, bisa kesulitan mencari pekerjaan. Sementara, sinetron saat ini sangat jauh dari realita. Ada remaja yang bisa berubah jadi serigala, dan sekelompok orang yang bisa jadi harimau, apa dong namanya kalau bukan tidak realistis?

2. Karakter yang Dibangun dengan Sangat Matang

Di SDAS, karakter tidak hanya dibagi jahat dan baik. Malah, kebanyakan karakternya berada di daerah “abu-abu”. Karakter Dul, misalnya. Meski sangat berpendidikan dan sopan pada orang tua, namun dia sangat keras kepala. Karakter Babe, meski mendukung penuh cita-cita anaknya, namun terkadang punya cara bicara yang menyakitkan hati. Penggambaran karakternya sangat sesuai dengan kehidupan nyata. Dalam kehidupan nyata, seseorang tidak mungkin 100% jahat atau 100% baik, karena masing-masing manusia punya sifat baik dan buruk.

Karakter yang Matang
Karakter yang Matang [ImageSource]
Jika dibandingkan dengan sinetron jaman sekarang, karakter hanya dibagi atas baik dan buruk. Si karakter baik akan menjadi orang baik yang benar-benar sempurna, tidak pernah marah dan selalu bersabar hingga akhir episode. Sementara karakter jahat akan menjadi raja tega dan selalu dipenuhi dengan pikiran-pikiran jahat hingga akhir episode (biasanya akan berakhir dengan kematian atau pertobatan). Karakter-karakter semacam itu adalah contoh nyata dari malasnya seorang penulis skenario membuat karakter yang beda.

3. Memperkenalkan Budaya Indonesia

Tidak hanya kaya dengan karakter yang berbeda-beda, SDAS juga kaya dengan pengenalan seni dan budaya Indonesia. Keluarga Doel sangat kental dengan tradisi Betawi seperti tanjidor dan lain-lain. Sementara Basuki, seorang pendatang dari Jawa sangat terkenal dengan kepolosannya.

Memperkenalkan Budaya Indonesia
Memperkenalkan Budaya Indonesia [ImageSource]
Selain budaya, mereka juga menggambarkan pentingnya toleransi antar-suku. Basuki yang bersuku Jawa diterima dengan baik oleh keluarga Doel. Demikian juga Sarah, tokoh yang diperankan Cornelia Agatha, yang merupakan gadis kota, tapi menghargai nilai-nilai budaya di kampung tempat tinggal Doel.

4. Penuh Pesan Moral

Pesan moral dari sebuah karya seni bukanlah semata-mata mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk. Pesan moral dapat dilihat dari bagaimana seorang karakter menyikapi jika ada kejadian buruk terjadi dalam hidupnya. Pelajaran-pelajaran seperti itulah yang membuat sebuah karya seni menjadi bermakna.

Penuh Pesan Moral
Penuh Pesan Moral [ImageSource]
Dibandingkan dengan sinetron sekarang, jarang sekali yang memberikan pesan moral. Yang ada, karakter baik selalu ditindas dan memiliki kesabaran yang tidak logis. Sementara karakter jahat juga memiliki segudang niat dan cara jahat untuk menjatuhkan si tokoh baik. Sulit sekali untuk mengambil pesan moralnya.

5. Tidak Melulu Soal Cinta dan Persaingan

Sinetron sekarang rata-rata berkutat dengan permasalahan asmara. Tokoh A jatuh cinta kepada tokoh B, tapi tokoh B ternyata berasal dari kalangan keluarga tertentu. Dan begitu seterusnya. Kalau bukan soal asmara, biasanya sinetron sekarang bercerita soal persaingan satu geng dengan geng lain.

Tidak Melulu Soal Cinta dan Persaingan
Tidak Melulu Soal Cinta dan Persaingan [ImageSource]
Sangat beda dengan SDAS. Sinetron ini bercerita tentang keputusan hidup, pandangan masyarakat tentang pengangguran, kesenjangan sosial dan kesederhanaan dalam sebuah keluarga. Meskipun dibumbui oleh kisah asmara, namun, SDAS bukanlah sinetron yang cinta melulu.

Sayang sekali, sang maestro seni Betawi telah meninggalkan kita. Rano Karno juga dikabarkan sedang mengalami gangguan kesehatan. Sementara tokoh Nyak di Doel juga mengalami kondisi kesehatan yang kurang baik. Namun, karya mereka dalam SDAS sudah berhasil mencuri hati banyak orang.

Semoga untuk ke depannya ada pembuat sinetron yang benar-benar memikirkan kualitas karyanya. Tidak hanya menjual tampang ke-indo-indo-an para seleb muda. Dan tidak hanya mengumbar kisah cinta. (HLH)

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Artis Cilik Zaman Dulu yang Penampilannya Sekarang Bikin Kita Mangap Gak Percaya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Wanita Tercantik di Jepang ini Bikin Dengkul Lemes Orang-orang yang Dulunya Terkenal Ini Kini Nasibnya Berputar 180 Derajat Pria Menikahi Boneka yang Ceritanya Menuai Kontroversi, Ternyata Kenyataannya Bikin Nyesek Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Bukan So Sweet, 10 Foto Prewedding Ini Malah Punya Konsep Kocak Abis, Pasti Ketawa Liatnya Sempat Jadi Terkenal Secara Instan, Seperti Ini Nasib 4 Artis Dadakan yang Karirnya “Terjun Bebas” Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya 16 Foto Ini Jadi Bukti Kalau Orang Indonesia Kreatifnya Bukan Main
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA