Nggak Bersalah, 10 Orang Ini Harus Merasakan Dipenjara Puluhan Tahun

oleh Adi Nugroho
11:46 AM on Jun 6, 2015

Apa yang akan Anda lakukan jika dituduh melakukan hal yang sama sekali tidak Anda tahu? Mungkin saja Anda jadi marah, atau memutuskan hubungan dengan orang yang menuduh anda. Lantas bagaimana jika Anda dituduh dan akhirnya dipenjara? Lalu berpuluh tahun kemudian baru kita bisa merasakan kebebasan dengan kenyataan miris bahwa tuduhan itu salah.

Hal semacam ini banyak terjadi di dunia ini. Orang-orang lemah teraniaya yang akhirnya harus berkorban dan menyia-nyiakan waktu yang mereka miliki, untuk mempertanggungjawabkan apa yang tak pernah mereka perbuat. Lalu kebenaran datang, meski terlambat. Seperti kisah 10 orang yang menghabiskan banyak waktunya di balik jeruji penjara, tanpa salah apa-apa.

Baca Juga
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala

1. Henry McCallum dan Leon Brown, Dipenjara 30 Tahun Atas Tuduhan Pemerkosaan Dan Pembunuhan

Nasib malang dialami oleh Henry McCallum dan adiknya Leon Brown. Tahun 1983 silam saat keduanya masih berusia 19 dan 15 pengadilan memenjarakan mereka dengan tuduhan telah melakukan pemerkosaan pada seorang gadis berusia 11 tahun. Setelahnya gadis malang itu dibunuh dengan cara yang keji.

Henry McCollum [image source]
Henry McCollum [image source]
Bulan Juni 2015, kakak-beradik ini dibebaskan, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman seumur hidup. Seorang peneliti menemukan DNA pada filter rokok yang ditemukan pada TKP. Filter rokok itu membuktikan jika kedua orang ini tak bersalah. DNA yang terkandung filter rokok tidak sama dengan DNA milik Henry dan adiknya. Melainkan DNA milik pria yang melakukan kasus serupa dan telah dipenjara sebulan setelah kasus Henry mencuat.

Henry McCallum dan Leon Brown [image source]
Henry McCallum dan Leon Brown [image source]
Gubernur Pat McCory akhirnya membebaskan keduanya karena terbukti tak bersalah. Sebagai kompensasi mereka akan diberi uang sebesar $ 750.000. Sebuah jumlah yang tidak sepadan dengan 30 tahun waktu yang hilang .

2. Joseph Sledge, Dipenjara 37 Tahun Atas Tuduhan Pembunuhan 2 Wanita Dengan Sadis

“Saat tidak ada orang yang percaya, dunia ini hanya berisi kau dan Tuhan penciptamu.” Itulah kata-kata yang diucapkan oleh Joseph Sledge usai keluar dari penjara di Carolina, Amerika Serikat. Pria berusia 70 tahun ini telah menjalani hampir separuh hidupnya dipenjara karena tuduhan pembunuhan dua orang orang dengan kejam.

Joseph Sledge [image source]
Joseph Sledge [image source]
Namun setelah 37 tahun tuduhan yang diberikan padanya ternyata salah. Joseph benar-benar tidak melakukan pembunuhan atas Josephine Davis dan Aileen Davis, putrinya. Sebuah bukti berupa DNA korban membuat tuduhan atas Joseph gugur.

Joseph Sledge [image source]
Joseph Sledge [image source]
Sebelumnya pada tahun 1976, Joseph kabur dari penjara dan mengendarai mobil curian. Lalu dia ditangkap dan dituduh melakukan pembunuhan atas dua orang. Sontak Joseph kaget, namun tidak bisa melawan. Dengan berat hati dia menerima hukuman meski tidak pernah mengakui perbuatan keji yang dituduhkan padanya.

3. Krik Odom, Dipenjara 22 Tahun Atas Tuduhan Perkosaan Dan Perampokan

Krik ditangkap pada tahun 1981 dan dijebloskan ke dalam penjara hingga bebas pada tahun 2003 dilam. Krik dituduh telah melakukan pemerkosaan dan perampokan atas seorang gadis di apartemen Capitol Hill saat usianya masih 18 tahun. Kebenaran yang Krik yakini akhirnya datang meski terlambat.

Krik Odom [image source]
Krik Odom [image source]
Berdasarkan tes DNA yang dilakukan oleh pihak otoritas, Krik terbukti tidak bersalah. Atas kejadian ini negara harus mau membayar mengganti rugi atas kasus Krik sebesar $ 9,2 Juta (Rp. 120 Miliar). Harga ini dirasa pantas untuk mengganti waktu dari Krik yang hilang.

Krik Odom [image source]
Krik Odom [image source]
Namun waktu yang berlalu selama 22 tahun sangatlah lama bagi Krik. Selain merugi akibat waktu, Krik juga mengalami gangguan mental dan kesehatan. Di penjara, dia mengalami siksaan dan juga perkosaan oleh sesama narapidana. Parahnya kini dia mengidap HIV. “Saya berusaha melanjutkan hidup saya meski sulit,” ucap Krik menyemangati dirinya sendiri.

4. Delano Register, Dipenjara 34 Tahun Atas Tuduhan Pembunuhan

Tidak ada yang bisa diucapkan oleh Delano setelah hakim menyatakan dia tidak bersalah. Dia hanya bisa meneteskan air mata setelah 34 tahun harus mendekam di dalam penjara atas tindakan yang tidak dia lakukan pada tahun 1979.

Delano Register [image source]
Delano Register [image source]
Kasus bermula saat Jack Sasson, 78 tahun ditemukan meninggal akibat luka tembakan. Saat itu seorang saksi mata bernama Brenda melihat Celon keluar dari bagasi Jack. Lalu Delano mulai dituduh meski di TKP tidak ditemukan sidik jarinya.

Delano Register [image source]
Delano Register [image source]
Kasus ini ditutup dengan pernyataan kakak dari Brenda yang menyatakan adiknya berbohong. Hal ini telah diketahui sejak tahun 1979 usai Delano dipenjara. Namun detektif dan pihak kepolisian menutupi hal itu. Membiarkan Delano terus mendekam hingga kebenaran datang setelah tiga dekade lamanya.

5. Susan Mellen, Dipenjara 17 Tahun Atas Tuduhan Membunuh Seorang Tunawisma

Susan sama sekali tidak membunuh seorang pria tunawisma bernama Richard Daly. Namun hakim tidak percaya dengan pembelaan dari Susan dan tetap memenjarakan wanita tua ini. Bahkan hingga 17 tahun. Tahun 2014 sebuah bukti baru keluar dan hakim kembali memutuskan Susan tidak bersalah dan harus dibebaskan.

Susan Mellen [image source]
Susan Mellen [image source]
Sebenarnya yang harus bertanggung jawab atas kematian dari Richard adalah anggota geng motor. Saat tiga orang ini terbukti membunuh Richard, kasus Susan mulai ditinjau kembali hingga akhirnya dia dapat bebas. Atas kerugian waktu dan mental, Susan berhak mengajukan tuntutan ganti rugi ke pemerintah sebesar $100 per hari dikalikan jumlah waktu dia dipenjara.

6. Yu Yingsheng, Dipenjara 17 Tahun Atas Tuduhan Membunuh Istrinya

Nasib sial dan menyedihkan benar-benar dialami oleh pria bernama Yu Yingshen ini. Disaat sang istri ditemukan meninggal pada Desember 1996 silam, dia justru dipenjara. Dituduh sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas pembunuhan istrinya hingga hakim mengganjarnya dengan 17 tahun kurungan penjara.

Ilustrasi Yu Yingshen dan Anaknya [image source]
Ilustrasi Yu Yingshen dan Anaknya [image source]
Namun Yu tidak menyerah. Dia dan anaknya terus berjuang agar bisa bebas. Hingga Agustus 2013 hakim memutuskan Yu tidak bersalah. Bukti-bukti yang sebelumnya memberatkan Yu kembali ditinjau. Putusan atas Yu membuat warga menyadari betapa bobroknya sistem pengadilan di negara tirai bambu ini.

7. Glenn Ford, Dipenjara 30 Tahun Atas Tuduhan Perampokan Disertai Pembunuhan

Seorang pria bernama Isadore Rozeman ditemukan terbunuh dengan tembakan pada tubuh. Glenn yang seorang pria kulit hitam akhirnya dituduh atas kejadian itu. Padahal dia tidak tahu apa-apa dan tidak melakukan hal keji itu. Dia hanya bekerja sebagai tukang kebun di rumah Isadore.

Glenn Ford [image source]
Glenn Ford [image source]
 Namun juri pengadilan yang semuanya berkulit putih menjatuhkan hukuman selama 30 tahun dengan bonus kursi listrik di akhir masa tahanannya. Hingga setelah mendekati tahun ke-30 dipenjara, Glenn dinyatakan bebas dari tuduhan. Pria ini terbukti tidak melakukan kejahatan yang membuatnya harus mendekam lama di penjara. Glenn mendapatkan ganti rugi sebesar 2,8 Miliar Rupiah dan 900 juta Rupiah untuk kesempatan hidup yang hilang.

8. Robert Clark, Dipenjara 24 Tahun Atas Tuduhan Pemerkosaan

Dua puluh empat tahun bukanlah waktu yang sedikit, terutama bagi Robert. Dia telah kehilangan banyak hal dalam hidupnya. Bercerai dengan istri, kehilangan momen pertumbuhan anak hingga kehilangan ibu untuk selamnya. Hal ini terjadi setelah dia dituduh melakukan pemerkosaan atas seorang gadis dan diganjar 24 tahun penjara.

Robert Clark [image source]
Robert Clark [image source]
Sebenarnya pemerkosaan yang dituduhkan padanya dilakukan oleh teman Robert. Seorang pria yang bernama Floyd Antonio Arnold. Pria ini ternyata pernah mendapatkan tuduhan pemerkosaan atas dua orang gadis di tahun sebelumnya. Atas tuduhan yang tidak terbukti ini Robert berhak mendapatkan ganti rugi sebesar $ 1 juta dari pemerintah.

9. James Richardson, Dipenjara 21 Tahun Atas tuduhan Meracun 7 Anaknya Hingga Tewas

James Richardson akhirnya bebas dari segala tuduhan. Dia terbukti tidak bersalah atas kematian dari tujuh anaknya. Sebelumnya hakim menuduh James meracun ketujuh anaknya dengan pestisida. Benda beracun itu dimasukkan ke dalam makanan agar tujuh anaknya tiada. Dengan begitu dia akan mendapatkan uang asuransi yang banyak.

James Richardson [image source]
James Richardson [image source]
Setelah 21 tahun mendekam di penjara dengan kesedihan, James bebas. Babysitter yang mengasuh 7 anak James akhirnya mengakui kejahatannya. Dia sengaja meracun 7 anaknya karena merasa benci dengan James. James marah dengan wanita itu, namun sekarang dia telah memaafkannya. Selam di penjara dia tela belajar bagaimana menyembuhkan luka di batinnya.

10. Daryl Burton, Dipenjara 24 Tahun Atas Tuduhan Pembunuhan

Jika tidak medapatkan penjahat, seorang polisi akan membuatnya. Itulah yang dirasakan oleh Daryl. Dia tidak melakukan pembunuhan atas seorang pria di pom bensin. Namun seorang polisi menuduhnya, bahkan membuatnya seolah-olah melakukan hal keji itu.

Daryl Burton [image source]
Daryl Burton [image source]
Hal ini terjadi pada tahun 1984 silam. Tanpa mengetahui apapun Daryl diciduk oleh beberapa orang polisi. Lalu tuduhan dibebankan begitu saja. Namun selama berpuluh tahun Daryl terus berjuang hingga akhirnya mampu bebas. Setelah kejadian ini James mendatangi kepolisian dan mencari polisi-polisi yang dulu menuduhnya. Dia akan menuntut keadilan atas hal yang tidak dia lakukan.

Tidak mudah untuk bisa survive dalam kondisi seperti yang mereka alami. Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa meski hukum disimbolkan dengan mata tertutup agar memberikan hasil yang seadil-adilnya, namun dalam kenyataannya, manusia pun masih menutup mata terhadap keadilan itu sendiri. Semoga kisah2 buruk ini tak terulang kembali.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA