Di Tasikmalaya, 117 Siswa SD Keracunan Saus Berbahaya

oleh venny
13:22 PM on Feb 6, 2015

Keracunan makanan menimpa 117 siswa sekolah dasar di Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Para siswa ini diduga keracunan setelah menyantap jajanan ayam gorenga dan martabak yang menggunakan saus berbahaya.

Informasi yang diperoleh dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Cecep Zainal Kholis, ke-117 orang yang mengalami keracunan kini berada di kantor kelurahan untuk mendapatkan penanganan intensif. Mereka ditempatkan bersama-sama di lantai beralas tika, dan diberi infus yang digantungkan mengguunakan tali di kayu penyangga.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Para siswa keracun mendapat perawatan di Kantor Kelurahan
Para siswa keracun mendapat perawatan di Kantor Kelurahan

“Mereka keracunan makanan jajanan sekolah, tetapi sebagian sudah mulai pulih,” terang Cecep, Jumat (6/2/2015) seperti dilansir di metrotvnews

Untuk menangani para korban, Basarnas pusat mengirim 18 pelbet memenuhi keperluan tempat tidur.hal ini diungkapakan Cecep karena Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Kota Tasikmalaya belum memiliki fasilitas yang mencukupi.

Cecep juga menjelaskan, setelah mendapat perawatan, siswa yang mengalami keracunan keadaannya sdah berangsur membaik, bahkan ada yang sudah boleh pulang dan mengikuti pelajaran di sekolah kembali. Para siswa ini berasal dari SD N 1 dan SD N 2 Cigantang.

“Para siswa sudah memasuki kegiatan belajar mengajar, akan tetapi sebagian masih ada yang dirawat di Kantor Kelurahan. 12 orang dan RSUD Dr Soekarjo delapan orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya tersebut.

Kompol Anton Firmanto, Wakil Kepala Polresta Tasikmalaya menyampaikan saat ini pihaknya masih memburu penjual ayam goreng dan martabak yang diduga menggunakan saus berbahaya untuk barang dagangannya.

“Kami masih memburu mereka. Saat kejadian pedagang langsung kabur dan tidak berjualan lagi. Kami sudah mengambil sample kotoran dan muntahan siswa untuk diperiksa di labolatorium,” jelas Anton.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA