Lebong Tandai, Desa Indah nan Kaya di Bengkulu yang Pernah Jadi Rebutan Bangsa-Bangsa Dunia

oleh Rizal
11:37 AM on Oct 10, 2016

Lebong Tandai mungkin jadi nama tempat yang asing di telinga. Apa dan bagaimana tentangnya, nggak banyak orang yang tahu. Padahal nih, kalau kita kembali ke beberapa abad lalu, desa satu ini begitu terkenal di Indonesia. Bahkan pernah jadi rebutan bangsa-bangsa di dunia.

Desa Lebong Tandai ini memang unik dan penuh dengan keberkahan. Nggak hanya indah, tapi juga kaya luar biasa lantaran emas yang ada di sana. Hmm, pantas ya kalau diperebutkan banyak negara. Uniknya, meskipun masa ketenarannya sudah berakhir, tapi hingga hari ini desa Lebong Tandai masih menyimpan sisa-sisa pesonanya yang pernah memikat dunia.

Baca Juga
4 Hal Negatif yang Mungkin Akan Dialami Masyarakat Jika Penggunaan KTP Sebagai Syarat SIM Card Terlaksana
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo

Masih soal desa yang ada di Bengkulu tersebut, berikut adalah beberapa fakta tentang Lebong Tandai yang mungkin sebelumnya nggak pernah kamu ketahui.

Keindahan si Batavia Kecil

Bukan tanpa alasan kenapa Lebong Tandai dijuluki Batavia Kecil oleh pemerintah Belanda. Hal tersebut nggak lain karena desa yang ada di Bengkulu ini memang luar biasa indah. Sebagai gambarannya nih, desa ini terletak di antara bukit-bukit kecil yang di dalamnya mengalir sungai-sungai yang bersih dan indah dengan bebatuannya. Mirip dengan negeri dongeng yang ada di cerita-cerita fiksi.

Indahnya Lebong Tandai [Image Source]
Indahnya Lebong Tandai [Image Source]
Dengan semua keindahan yang dimilikinya, akhirnya Belanda pun nggak ragu untuk makin mempercantik desa satu ini. Pemerintah Hindia Belanda lalu membangun banyak hal di sini, mulai dari rumah-rumah sampai fasilitas-fasilitas penting seperti kincir air. Uniknya, meskipun penjajahan sudah lama berakhir, tapi keindahan desa ini masih tetap sama seperti dulu.

Diincar Banyak Negara karena Emasnya

Nggak hanya sangat indah, desa ini juga ternyata kaya. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya bekas tambang emas di sini. Dulu, emas di desa Lebong Tandai ini cukup banyak. Bahkan mungkin sudah nggak terhitung lagi berapa yang telah diangkuti oleh Belanda.

Lebong Tandai di masa lalu [Image Source]
Lebong Tandai di masa lalu [Image Source]
Sebelum dikuasai Belanda, desa ini jadi rebutan negara-negara di dunia. Mulai dari Portugis, Inggris, Tiongkok, sampai Belanda sendiri. Alasannya ya karena selain indah, tempat ini juga menyimpan banyak emas yang diduga jumlahnya melimpah ruah.

Emas Monas Berasal dari Sini

Dalam kurun waktu sekian lama, Belanda terus mengeksploitasi emas-emas di sini. Jumlahnya sendiri nggak pernah diketahui, tapi yang jelas sangatlah banyak. Sekarang desa ini sudah nggak ada penambangan meskipun para investor ngebet ingin menggarap emas Lebong Tandai.

Emas Monas berasal dari Lebong Tandai [Image Source]
Emas Monas berasal dari Lebong Tandai [Image Source]
Soal emas Lebong Tandai, hal tersebut bisa lho kamu lihat sampai hari ini. Tinggal menuju Monas dan lihatlah bagian ujungnya. Ya, siapa yang menyangka jika emas Monas yang puluhan kilogram itu ternyata berasal dari desa Lebong Tandai. Dulu, Teuku Markam alias si penyumbang Monas itu, ternyata memang mengambil emas dari sini. Hal tersebut sudah dikonfirmasi lho, dan ternyata memang benar.

Cara Unik Menuju Desa Lebong Tandai

Selain cerita sejarah, keindahan, dan kekayaan, masih ada banyak hal unik lain tentang Lebong Tandai. Salah satunya adalah cara menuju ke sana. Nggak seperti desa lainnya, jika ingin ke sini kita harus naik kereta mini untuk menuju pusat desa.

Kereta jadi salah satu akses ke desa Lebong Tandai [Image Source]
Kereta jadi salah satu akses ke desa Lebong Tandai [Image Source]
Kereta mini ini sudah ada sejak zaman Belanda dan masih dipakai hingga hari ini. Dulu sih katanya ini untuk tambang dan akses keluar masuk desa, tapi beberapa waktu kemudian hanya difungsikan untuk akses saja. Uniknya, ketika menaiki kereta ini kita bakal disuguhi pemandangan unik di samping kanan dan kiri jendela. Termasuk terowongan panjang yang unik dan agak sedikit menegangkan.

Desa Terpencil tapi Dialiri Listrik 24 Jam

Desa Lebong Tandai ini letaknya cukup pelosok alias terpencil. Meskipun demikian, geliat masyarakat di sini nggak kalah seperti kota. Berbagai kemudahan bisa didapatkan di sini termasuk listrik. Hebatnya, listrik di sini adalah tersedia secara gratis selama 24 jam.

Desa terpencil tapi melimpah listrik [Image Source]
Desa terpencil tapi melimpah listrik [Image Source]
Hal tersebut tak lain karena adanya kincir air yang berputar di beberapa titik di sini. Benda ini sanggup mengaliri beberapa rumah sekaligus dengan daya yang melimpah. Kincir air ini sendiri memang sudah ada sejak zaman Belanda, namun warga tetap menjaganya karena dirasa memberikan manfaat yang begitu besar.

Hmm, desa yang sangat unik ya. Nggak hanya punya pesona yang indah, tapi juga sejarah yang luar biasa. Kalau ke Bengkulu mungkin nggak ada salahnya untuk mampir ke Batavia Kecil ini. Dijamin akan jadi pengalaman yang sangat menarik.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA