Miris Banget! Mayoritas Penduduk di 5 Desa Kecil Ini Mengalami Kelainan Gen Parah

oleh Adi Nugroho
07:06 AM on May 28, 2016

Pernahkah Anda membayangkan hidup dengan kelainan genetis yang parah pada tubuh. Misal tubuh anda mengalami yang namanya Xeroderma Pigementosum yang menyebabkan Anda hanya bisa keluar saat matahari terbenam saja. Terkena matahari sama halnya bunuh diri karena kulit akan melepuh. Anda mungkin akan merasa tidak adil karena memiliki penyakit seperti ini sementara yang lain tidak.

Baca Juga :5 Fakta Hebat Karambit, Pisau Mematikan Asli Indonesia yang Pamornya Mendunia

Baca Juga
Fakta Silat Marunda, Warisan Maut Si Pitung yang Bikin VOC Terkencing-kencing Tak Berdaya
Blunder! 9 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting

Well, sekarang kalau dibalik begini. Jika mayoritas penduduk di suatu desa mengalami gangguan yang sama. Apakah kelainan gen itu masih dianggap sebagai sebuah ketidakadilan? Hmm, coba simak desa mana saja yang mayoritas penduduknya mengalami kelainan gen yang cukup parah.

1. Desa Araras – Warganya Lumpuh Jika Kena Sinar Matahari

Desa Araras terletak di sebelah tengah agak ke barat dari Brasil. Berbeda dengan penduduk lain yang menyukai pantai dan matahari. Banyak penduduk di desa ini yang membenci matahari karena membuat tubuhnya akan melepuh, meleleh hingga mengakibatkan tumor tumbuh dan menggerogoti tubuh. Setidaknya 20 dari 800 orang penduduk mengalami Xeroderma Pigmentosum atau XP. Banyaknya populasi penderita XP membuat desa ini memegang rekor sebagai penderita terbanyak.

Pakaian anti UV [image source]
Pakaian anti UV [image source]
Yang menyebabkan XP menyebar dengan sangat luas di kawasan ini adalah adanya perkawinan sedarah. Banyak penduduk di kawasan ini menikah dengan saudara dekat hingga gen resesif XP menyebar dengan cepat. Penduduk yang mengalami XP akhirnya mengubah gaya hidupnya dengan aktif di malam hari dan istirahat di siang hari.

2. Desa Antioquia – Alzheimer Usia Muda

Desa Antioquia terletak di dataran tinggi Kolombia. Berbeda dengan kebanyakan pasien Alzheimer yang merupakan orang yang sudah berusia lanjut. Di kawasan ini justru remaja belasan tahun sudah mengalami alzheimer di usia yang cukup muda. Akhirnya, orang tua dengan sangat terpaksa merawat mereka setiap hari sampai ajal akhirnya menjemput.

ayah menuntun anak [image source]
ayah menuntun anak [image source]
Kelainan gen yang ada di kawasan ini memang sudah sangat parah. Setidaknya sudah ada 5.000 penduduk desa yang mengalami alzheimer. Akibat hal ini, remaja di desa ini jumlahnya semakin menurun. Peneliti yang melakukan riset di daerah ini mengatakan bawah kelainan terjadi akibat banyaknya perkawinan sedarah. Perkawinan ini menyebabkan adanya kelainan gen yang disebut dengan paisa.

3. Desa Salina – Pria Baru Mendapatkan Organ Kelamin di Usia 12

Sejak lahir, orang tua bisa mengetahui jenis kelamin anaknya apakah pria atau pun wanita. Sayangnya, di desa bernama Salinas, Republik Dominika, ada banyak anak laki-laki yang dibesarkan seperti perempuan saat kecil. Yang menyebabkan hal ini adalah mereka tidak memiliki organ kelamin pria. Organ itu baru akan muncul saat usianya sudah 12 tahun atau memasuki masa puber.

penduduk Salinas [image source]
penduduk Salinas [image source]
Setidaknya 1 dari 90 pria di desa Salina mengalami hal aneh seperti ini. Saat pemuda memasuki masa puber, organ kelaminnya akan keluar dan suaranya tiba-tiba membesar. Kejadian ini terjadi akibat adanya gejala psudohermaphrodite atau berkelamin ganda. Untungnya, kejadian ini semakin menurun sejak tahun 1970-an.

4. Desa Bengkala – Banyak Penduduk Difabel

Barangkali Anda belum pernah mendengar jika di Bali ada sebuah desa bernama Bengkala. Desa ini memiliki banyak sekali penduduk yang mengalami gangguan untuk berbicara atau pun mendengar gangguan ini terjadi akibat adanya gen bernama DFNB3 yang konon telah ada sejak tujuh turunan ke belakang. Meski terbukti secara ilmiah, penduduk setempat meyakini bahwa banyaknya penduduk difabel terjadi akibat kutukan.

Penduduk Bengkala [image source]
Penduduk Bengkala [image source]
Desa Bengkala memperlakukan orang difabel dengan biasa. Tidak banyak perlakuan khusus karena kelainan gen ini dianggap biasa. Bahkan, banyak penduduk yang notabene normal mahir menggunakan bahasa isyarat yang dipakai oleh penduduk difabel.

5. Desa Yangsi – Desanya Para Kurcaci

Yangsi adalah sebuah desa terpencil yang terletak di kawasan Shicuan, Tiongkok. Di desa ini, nyaris separuh penduduknya mengalami gejala tumbuh tidak maksimal atau cebol. Setidaknya 36 dari 80 penduduk memiliki panjang tubuh di bawah 120 cm. Di dunia medik dan genetika, seharusnya 1 dari 20.000 akan mengalami kelainan ini. Apa yang terjadi di desa ini benar-benar tak masuk akal.

penduduk Yangsi [image source]
penduduk Yangsi [image source]
Ilmuwan yang melakukan penelitian menyebutkan bahwa kandungan merkuri di kawasan ini sangatlah tinggi. Hal ini menyebabkan tingkat pertumbuhan tubuh menurun dengan tajam. Selain karena kandungan merkuri, penduduk lokal juga percaya bahwa kejadian ini disebabkan karena kutukan.

Baca Juga :5 Alutsista Baru Milik TNI ini Membuat Indonesia Terlihat Lebih Ganas

Inilah lima desa dengan penduduk banyak mengalami kelainan gen yang cukup parah. Kelainan ini sebagian besar mengganggu kehidupan penduduk meski mereka menganggapnya sebagai hal yang wajar. Benar-benar miris!

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA