Bill Gates dan Warren Buffet, Sering Disebut Kapitalis Tapi Ternyata Dermawan Terbesar Abad Ini

oleh Endah Boom
07:12 AM on Feb 13, 2016

Punya uang banyak berlimpah dan terpandang? Rasa-rasanya kita semua ingin bisa mencapai kesuksesan seperti itu. Di dunia ini kita mengenal nama sejumlah orang yang terkenal dengan kekayaannya. Dua di antaranya adalah Bill Gates dan Warren Buffet. Mungkin kita menganggap mereka kapitalis, hedonis, atau materialistis. Tapi orang-orang kaya itu ternyata juga punya jiwa sosial. Sebagian dari kekayaan mereka pun disumbangkan untuk kepentingan sosial.

Bersedekah atau memberi sebagian rezeki kita pada orang lain mungkin seperti hanya membuang-buang saja. Tapi pada kenyataannya justru salah satu rahasia seseorang bisa kaya raya adalah karena ia rajin bersedekah. Ada sebagian rezeki orang lain dari apa yang kita punya saat ini. Dan kabar baiknya dari bersedekah, rezeki kita bisa makin dilancarkan dan dipermudah. Nah, agar bisa kembali semangat dan tergerak untuk kembali bersedekah, yuk kita ikuti kisah singkat dua orang yang masih dalam jajaran orang terkaya di dunia ini.

Baca Juga
Nggak Terima Anaknya Ditegur, Orangtua Zaman Now Langsung Hajar Guru SMA di Kendari
4 Fakta Mengenai Beberapa Petinggi TNI yang Dilarang Menginjakkan Kaki di Amerika

Bill Gates Sudah Donasikan 27 Miliar Dolar

Co-founder Microsoft ini sudah mendonasikan 27 miliar dolar atau sekitar 367 triliun rupiah sepanjang hidupnya. Dengan keuntungan bersih 84,2 miliar dolar (sekitar 1,143 kuadriliun) yang dimilikinya, tak heran jika ia bisa mendonasikan banyak uang untuk sosial dan kemanusiaan. Wow, luar biasa sekali ya kekayaannya.

Bersama sang istri, Bill Gates kini lebih fokus untuk menjalankan yayasan sosialnya Bill & Melinda Gates Foundation. Yayasan ini memfokuskan programnya untuk kepentingan pengembangan pertanian, kemiskinan global, kesehatan global, pendidikan, perpustakaan global, dan bantuan darurat. Sudah jutaan dolar yang disalurkan organisasi ke organisasi-organisasi yang tergabung dalam GAVI Alliance; The Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis, and Malaria; the World Health Organization; The Rotary Foundation; dan UNICEF.

Bill Gates Sudah Donasikan 27 Miliar Dolar [image source]
Bill Gates Sudah Donasikan 27 Miliar Dolar [image source]
Pria yang lahir tanggal 28 Oktober 1955 ini drop out dari Universitas Harvard. Dia membangun Microsoft tahun 1975, bersama dengan teman masa kecilnya, Paul Allen. Perusahaannya berkembang setelah dapat kesepakatan untuk meng-install Microsoft Disk Operating System di komputer-komputer IBM. Belum lagi dengan membuat pengembangan software-software baru yang membuat perusahaan berkembang pesat. Bill Gates jadi CEO Microsoft dari tahun 1981 hingga 2000 sekaligus menjabat sebagai Chief Software Architect of Microsoft.

Tahun 1989, ia mendirikan Corbis di bawah nama Interactive Home Systems yang menyediakan akses informasi dan konten digital untuk para klien, sekolah, perpustakaan, dan juga bisnis. Lalu pada tahun 1995, ia mendirikan Cascade Investment, sebuah perusahaan manajemen aset. Tahun 2008 adalah tahun terakhir ia bekerja penuh waktu di Microsoft. Meski masih menjabat sebagai Director and Technology Advisor of Microsoft, ia lebih menyibukkan dirinya dengan kegiatan sosial. Bulan Agustus 2010 lalu bahkan ia, Warren Buffet, dan miliarder lainnya mencetuskan The Giving Pledge, komitemen publik untuk mendonasikan sebagian besar kekayaan kepada sosial dan kemanusiaan. Sudah lebih dari 135 miliarder yang ikut terlibat di dalamnya.

Ada kutipan menarik dari Bill Gates. Ia mengungkapkan,

“I can understand a wanting to have millions of dollars, there’s a certain freedom, meaningful freedom, that comes with that. But once you get much beyond that, I have to tell you, it’s the same hamburger.” Kita semua pasti ingin kaya. Punya jutaan dolar. Seolah ada kebebasan tiada tara yang bisa kita dapat kalau kita bisa kaya raya. Tapi uang itu tak akan ada makna apa-apa kalau kita tak berbagi pada orang lain yang lebih membutuhkan. Kalau hanya menuruti hasrat dan keserakahan menumpuk harta, maka tak akan ada habisnya.

Warren Buffett Sudah Donasikan 21,5 Miliar Dolar

Direktur dan CEO Berkshire Hathaway ini sudah mendonasikan 21,5 miliar dolar atau sekitar 292,7 triliun rupiah sepanjang hidupnya. Kalau Bill Gates memiliki generosity index (indeks kemurahan hati) 32 persen, Warren Buffet sedikit lebih tinggi indeksnya yaitu 35 persen. Ingin tahu berapa keuntungan bersih yang berhasil didapatnya? Nilainya mencapai 61 miliar dolar, kalau dirupiahkan sekitar 830 triliun. Wow! Selain dikenal sebagai orang terkaya sampai ada yang menyebutnya kapitalis, ia termasuk salah satu orang paling dermawan abad ini. Tahun 2006, ia berjanji mendonasikan 85 persen kekayaannya pada Bill & Melinda Gates Foundation juga kepada organisasi sosial lain yang didirikan anggota keluarganya.

Warren Buffett Sudah Donasikan 21,5 Miliar Dolar [image source]
Warren Buffett Sudah Donasikan 21,5 Miliar Dolar [image source]
Warren sudah terjun di bidang investasi sejak masih muda. Saham pertama yang ia beli adalah dari Cities Service Preferred dengan harga 38 dolar per lembar dan menjualnya dengan dapat keuntungan 5 dolar per lembar. Pria yang lahir 30 Agustus 1930 ini pun dulu pernah bekerja jadi pengantar koran dengan mengendarai sepedanya.

Warren dikenal sebagai seorang investor yang tak buru-buru melepas sahamnya. Ia juga dikenal sebagai orang yang cukup cerdik dan selektif dalam berinvestasi. Saham-saham yang ia beli berasal dari perusahaan yang produknya sudah dikenal dengan baik. Tapi ia sempat ditertawakan investor lain. Hanya karena ia tak membeli saham dari perusahaan seperti Microsoft atau perusahaan dotcom. Meski begitu, Warren sempat selamat dari badai dotcom di awal tahun 2000an karena memang tak berinvestasi di sana.

Salah satu kutipan Warren yang paling disukai adalah kalimat sederhana ini,

“You only have to do a very few things right in your life so long as you don’t do too many things wrong.” Tak apa sedikit berbuat baik asal tak banyak kesalahan yang pernah kita buat dalam hidup ini. Bahkan dengan sedikit saja berbuat baik, kita bisa setidaknya menutupi sejumlah kesalahan atau kelalaian yang pernah kita lakukan.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA