Demontrasi Kenaikan BBM Diwarnai Aksi Telanjang

oleh didi
07:49 AM on Nov 20, 2014

Demo penolakan terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa dari LMND, PMII, FAM-J, dan HMI di Yogyakarta diwarnai aksi telanjang. Mereka memblokade Jalan Solo.

Demontrasi itu sudah dimulai pada Senin (17/11) pukul 23.15 WIB sesudah pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi oleh Presiden Joko Widodo. Para mahasiswa turun ke jalan, tepatnya di persimpangan jalan di depan Universitas Islam Sunan Kalijaga.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Demontrasi Kenaikan BBM Diwarnai Aksi Telanjang
Demontrasi Kenaikan BBM Diwarnai Aksi Telanjang

Selain berorasi, mahasiswa juga melakukan aksi blokade Jalan Solo-Yogyakarta dengan cara melingkar bergandengan tangan. Petugas kepolisian berjaga dan mengatur lalu lintas.

Di lain tempat, puluhan buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Buruh Tangerang (Kabut) juga melakukan demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung Pemerintah Kota Tangerang.

Sang koordinator, Maman mengatakan aksi telanjang dada itu dilakukan sebagai bentuk protes buruh terhadap rencana kebijakan Presiden Joko Widodo menaikan harga BBM.

Demontrasi Kenaikan BBM Diwarnai Aksi Telanjang 2
Demontrasi Kenaikan BBM Diwarnai Aksi Telanjang 2

“Ini sengaja bentuk protes kita. Kebijakan yang dikomandoi oleh presiden yang mengaku pro rakyat tapi belum 100 hari kerja sudah membuat kebijakan yang menyengsarakan rakyat,” katanya, Tangerang, Banten, Senin (17/11).

Maman mengatakan, kenaikan harga BBM akan menimbulkan efek domino. Seperti naiknya harga sembako dan biaya transportasi yang kini sedang dibahas dalam Dewan Pengupahan Kota (DPK) untuk menentukan besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2015. Dia juga mengancam akan menggerakkan buruh untuk melakukan aksi mogok kerja daerah jika harga BBM tetap dinaikkan.

“Rakyat akan semakin tercekik dengan kebijakan tersebut. Untuk itu kita akan sampaikan penolakan kita kepada Walikota Tangerang dan DPRD. Kita harap aspirasi diterima dan menyampaikannya kepada pemerintah pusat. Kita akan menyerukan kepada teman-teman buruh untuk menyerukan pemogokan di Tangerang selama 3 hari, perekonomian pasti akan lumpuh,” ucapnya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA