Demo Buruh Serempak Di 12 Kota Besar

oleh didi
08:51 AM on Dec 11, 2014

Aksi buruh dari 41 serikat pekerja yang menuntut adanya kenaikan upah digelar serentak di sejumlah wilayah di tanah air. Puluhan ribu buruh se-Jabodetabek, Karawang, Purwakarta menggelar aksi demo di beberapa titik di Jakarta, Rabu (10/12).

Ada tiga titik yang menjadi pusat konsentrasi massa yaitu di Bundaran Hotel Indonesia (HI), depan Istana Negara, dan Balai Kota DKI Jakarta. Unjuk rasa ini dilakukan untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi dan kenaikan harga tarif dasar listrik 2015 serta menuntut kepala daerah agar merevisi nilai upah minimum.

Baca Juga
Lolicon, Sindrom Ketertarikan Pada Gadis di Bawah Umur yang Ternyata ‘Berbeda’ dengan Pedophilia
Matoa, Buah Langka Asal Papua yang Super Lezat dan Harganya Bikin Dompet Meringis

Demo Buruh Serempak Di 12 Kota Besar
Demo Buruh Serempak Di 12 Kota Besar

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menjelaskan peserta aksi berasal berbagai serikat pekerja seperti KSPI, KSPSI, KSBSI, SPN, FSPMIDAN ,serta 40 federasi serikat pekerja lainnya. Said menyebut unjuk rasa ini sebagai aksi pemanasan menjelang mogok nasional jilid III yang akan dilakukan oleh 2 juta buruh pada awal Januari 2015.

“Aksi hari ini sebagai pemanasan jelang mogok nasional 2 juta buruh pada awal Januari 2015 dengan tuntutan isu yang sama,” ucapnya.

Dalam aksinya kali ini, buruh membawa jumlah agenda tuntutan antara lain menolak kenaikan harga BBM, menolak kenaikan tarif dasar listrik 2015, menuntut Gubernur DKI Jakarta dan gubernur provinsi lain untuk merevisi besaran upah minimum provinsi (UMP) sebagai dampak dari kenaikan harga BBM.

“Kami menuntut pemerintah menjalankan jaminan pensiun dan jaminan kesehatan serta menghapus outsourcing khususnya di perusahaan-perusahaan BUMN,” ujarnya.

Di pihak lain, pengusaha mengaku kebingungan menghadapi buruh yang terus-menerus berdemo menuntut kenaikan upah. Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, seringnya unjuk rasa yang dilakukan oleh buruh akan merugikan mereka sendiri. Sebab dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, industri termasuk buruh akan dipaksa bersaing ketat dengan negara-negara sekawasan.

“Padahal penetapan upah itu sendiri sudah melibatkan perwakilan mereka. Kita satu-satunya negara di dunia yang setiap akhir tahun buruhnya demo, sementara di tempat lain mereka belajar mempersiapkan MEA,” tuturnya.

Aksi demo ini juga serentak digelar di 12 provinsi yaitu Jawa Barat (Bandung), Jawa Tengah (Semarang), Jawa Timur (Surabaya), Banten (Serang), Aceh, Kepulauan Riau (Batam), Sumatera Utara (Medan), Gorontalo, dan lain-lain.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
BERITA TERKAIT
BACA JUGA