Danau Misterius di Padang Pasir Tunisia Berubah Menjadi Lumpur Hijau

oleh Admin
08:01 AM on Aug 11, 2014

Ratusan orang berbondong-bondong datang ke lokasi danau misterius yang muncul tiba-tiba tersebut. Mereka sebagian besar ada yang bermain kano, menyelam, dan terjun dari batu ke danau, mengabaikan peringatan dari pemerintah setempat bahwa air dapat terkontaminasi dengan bahan kimia karsinogenik, penuh dengan penyakit atau mungkin radioaktif. Bahkan setelah air berubah warna menjadi hijau keruh, penduduk tetap berbondong-bondong, tidak terpengaruh.

“Ada yang bilang itu adalah sebuah keajaiban, sementara yang lain menyebutnya kutukan,” Lakhdar Souid, seorang wartawan Tunisia, mengatakan kepada televisi Prancis 24 “Dalam beberapa hari pertama, air jernih,. Biru turquoise Sekarang hijau dan penuh ganggang, yang berarti itu tidak sehat dan tidak ada pergantian air”danau misterius

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Mehdi Bilel adalah orang yang pertama kali melihat danau tersebut ketika ia pulang dari pernikahan di utara tunisia. Mehdi ia melihat danau itu dari kejauhan 25km di gurun canyon dari kota Gafsa di jalan Om Larayes.

“Setelah beberapa jam yang panjang di jalan tanpa istirahat, jujur ​​saya pikir saya berhalusinasi,” katanya kepada wartawan. “Saya tidak tahu banyak tentang ilmu pengetahuan dan berpikir itu adalah sebuah sihir, sesuatu yang supranatural.”

Gafsa menjadi pusat industri pertambangan Tunisia setelah fosfat ditemukan di wilayah Tunisia selatan pada 1886. Tunisia kini menjadi eksportir terbesar kelima di dunia untuk fosfat, yang digunakan dalam industri.

Danau ini diperkirakan sampai 18 meter dan menutupi area seluas satu hektar. Ahli geologi lokal menduga aktivitas seismik mungkin telah memecah batu di atas permukaan air yang mengirimkan cairan ke permukaan.

Teori lain mengatakan bahwa canyon adalah cerukan yang kemudian air hujan terkumpul disana, tapi teori ini cukup lemah karena curah hujan di daerah tersebut sangat rendah bahkan nyaris tidak ada hujan turun dalam 4bulan terakhir.

“Wilayah ini dipenuhi dengan kandungan fosfat sangat banyak, yang dapat meninggalkan residu radioaktif sehingga ada resiko bahwa air terkontaminasi dan karsinogenik. Tidak ada tindakan pencegahan apapun yang dilakukan pemerintah selain dengan memberikan peringatan.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA