Jangan Sembarangan Menilai Seseorang. Orang-orang Ini Dianggap Cupu Tapi Mampu Membunuh dengan Brutal!

oleh Tetalogi
12:38 PM on Sep 12, 2015

Di hampir setiap serial yang ada di televisi, biasanya akan selalu ada karakter cupu yang dijadikan bahan guyonan. Terkadang bahkan ada juga yang menggunakan sosok cupu sebagai karakter utamanya. Seolah-olah sosok yang cupu seperti ini adalah seseorang yang lemah, penyendiri, terobsesi terhadap film, game atau buku dan tidak bisa apa-apa.

Jangan salah, kenyataannya ada juga beberapa orang yang dianggap cupu dan nerd yang ternyata juga mampu melakukan hal-hal yang mengerikan tanpa peringatan atau tanda-tanda sedikitpun. Berikut ini beberapa kasus ketika seseorang yang dianggap tidak berbahaya ternyata mampu menjadi pembunuh brutal.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

1. Tsutomu Miyazaki

Tsutomu Miyazaki adalah seorang pria muda bermasalah yang memiliki perpustakaan video pribadi yang terdiri dari 5.763 judul. Kebanyakan dari koleksi videonya adalah cerita horor tentang kekerasan dan film-film porno. Ia dikenal sebagai seorang otaku, sebuah subkultur yang di Jepang mendapatkan kesan buruk karena para pengikutnya begitu terobsesi dengan sesuatu hal sehingga ia terpisah dari realita dan masyarakat. Hal ini juga yang membuat pria ini disebut sebagai “Otaku Killer”.

miyazaki[Image Source]
Tsutomu Miyazaki [Image Source]
Miyazaki terlahir dari keluarga yang terpandang, namun ia termasuk seseorang yang tidak bisa meraih kesuksesan, sehingga hal ini membuatnya merasa dikucilkan di keluarganya dan ia semakin mengasingkan diri. Antara tahun 1988 dan 1989, Miyazaki mulai melakukan berbgai pembunuhan dan membuat seluruh negeri ketakutan. Empat korbannya adalah gadis kecil berusia antara 4 hingga 7 tahun.

Miyazaki menculik gadis kecil, membunuh mereka, melecehkan atau memperkosa mayat mereka, kamudian membuang mayatnya hingga membusuk di area yang sepi. Terkadang ia juga memutilasi tubuh mereka dan mengirimkan sebagian anggota tubuh ke keluarga korban dan meneror mereka. Ia juga melakukan aksi kanibalisme dengan meminum darah korbannya.

tsutomu miyazaki [Image Source]
Tsutomu Miyazaki ketika proses investigasi [Image Source]
Pada 23 Juli 1989, ia ditangkap ketika berusaha memotret seorang gadis kecil dengan tidak senonoh. Ketika dilakukan investigasi di rumahnya, polisi menemukan rekaman video kejahatannya. Sepanjang investigasi, persidangan, hingga keputusan bahwa ia akan dihukum gantung, ia tetap tenang dan tidak terlihat menyesal sedikitpun.

“Tidak banyak yang bisa dikatakan tentang mereka. Aku senang karena menurutku aku melakukan hal yang baik,” ucar Miyazaki ketika ditanya tentang korbannya. Ayah Miyazaki bunuh diri melihat apa yang telah diperbuat anaknya. Beberapa saat sebelum ia digantung pada tahun 2008, ia mengatakan kalimat terakhirnya pada psikolog yang ditunjuk oleh pengadilan. Kalimat terakhirnya adalah: “Tolong katakan pada dunia bahwa aku adalah pria yang lembut”

2. Tomohiro Kato

Tomohiro Kato adalah seorang pria berusia 25 tahun yang dibesarkan oleh ibu yang suka mendominasi. Kato sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri hingga 2 kali, sebuah tindakan yang dilakukan oleh 40 persen pembunuh membabi buta sebelum mereka melakukan kejahatan terakhirny ini. Apakah benar Kato melakukan pembunuhan ini sebagai bentuk untuk mencoba melakukan bunuh diri, yang jelas Kato merencanakan kejahatannya ini dengan matang.

Tomohiro Kato [Image Source]
Tomohiro Kato dan lokasi penyerangan [Image Source]
Pada siang hari 8 Juni 2008, Kato menggunakan truk yang ia sewa untuk menabrak para pengunjung di Akihabara, sebuah lokasi untuk membeli barang-barang semacam robot, mainan, anime, film, dan sejenisnya. Setelah serangan pertamanya ini, Kato meninggalkan mobilnya dan mulai mengayunkan pisau besarnya ke siapapun yang lewat di jalanan. Total, Kato menewaskan 7 orang berusia diantara 19 hingga 74 tahun. Ia ditangkap di lokasi kejadian setelah sempat terjadi kejar-mengejar.

Dalam persidangan, ditemukan bahwa Kato ternyata terobsesi dengan situs chatting dan percakapan di internet. Ia menjelaskan bahwa dirinya benar-benar ingin menghentikan penganiayaan di papan buletin internet yang ia gunakan. Kato dihukum mati ada tahun 2011.

3. Caleb Fairley

Pada 10 September 1995, Lisa Manderach memutuskan untuk menghabiskan hari minggunya untuk berbelanja dengan putrinya yang berusia 19 bulan, Devon. Namun sayangnya keduanya tidak pernah kembali setelah terakhir kali terlihat di sebuah toko bernama Your Kidz & Mine milik keluarga Fairley.

Caleb Fairley [Image Source]
Caleb Fairley [Image Source]
Kasus ini menjadi semakin serius ketika pendaki gunung menemukan mayat Devon di taman nasional Valley Forge. Investigasi menunjukka bahwa ia dilempar dari jalan di atas rute hiking yang artinya ia dibunuh di tempat lain. Otopsi menunjukkan ia tewas dicekik.

Polisi memutuskan untuk melakukan investigasi terhadap Caleb Fairley, pria 21 tahun yang saat kejadian hilangnya ibu dan anak ini sendirian menjaga toko, Ketika diinterogasi, ia terlihat memakai makeup di wajahnya. Polisi kemudian menemukan bekas cakaran di wajahnya yang membuat polisi meyakini bahwa Lisa Manderach kemungkinan berusaha melawan saat diserang oleh Caleb. Caleb mengakui perbuatannya dan menunjukkan tempat ia membuang mayat Lisa Manderach yang telanjang.

Lisa Manderach dan putrinya [Image Source]
Lisa Manderach dan putrinya [Image Source]
Selama investigasi, ditemukanlah bahwa Caleb Fairley ternyata begitu tergila-gila dengan permainan Dungeons & Dragons dan Vampire: The Masquerade. Ia memiliki obsesi mendalam yang tidak sehat mengenai vampir. Bahkan dipercaya bahwa fantasinya begitu kuat hingga ia membunuh Lisa yang begitu mirip dengan wanita berambut cokelat yang diserang oleh vampir yang digambarkan oleh t-shirtnya yang bertema vampir.

4. Allan Menzies

Film Queen of the Damned yang dirilis pada tahun 2002 mendapatkan begitu banyak kritik buruk dan dianggap sebagai suatu kesalahan. Meski begitu, seorang pria asal Skotlandia sangat menghargai dan begitu tergila-gila dengan film ini. Bahkan, ia mengaku bahwa film inilah yang membuatnya melakukan pembunuhan.

Allan Menzies [Image Source]
Allan Menzies [Image Source]
Allan Menzies, pria berusia 22 tahun asal Skotlandia membunuh Thomas McKendrick, 21 tahun pada 11 Desember 2002. Ia menusuk McKendrick hingga 42 kali dan meminum darahnya agar bisa menjadi vampir. Menzies yang menonton film Queen of the Damned hingga ratusan kali mengatakan bahwa Akasha, vampire kuno yang dimainkan oleh Aaliyah mengunjunginya di kamarnya beberapa kali sebelum ia melakukan kejahatannya. Menurutnya, Akasha menjanjikannya keabadian sebagai vampire serta mengatakan bahwa McKendrick dan temannya yang bernama Stuart Unwin berencana untuk membunuhnya.

Menurutnya, di bawah mantra Akasha, Menzies menggunakan palu, pisau bowie dan pisau dapur untuk membunuh McKendrick. Menzies divonis penjara seumur hidup pada tahun 2003. Namun ia kemudian bunuh diri pada November 2004.

5. Ashlee Martinson

Ashlee Martinson ditangkap karena telah membunuh ibu kandung dan ayah tirinya. Martinson adalah seorang blogger bertema goth dan horor bernama Nightmare dan menggunakan nama VampChick. Ia memiliki ketertarikan yang begitu mendalam pada subkultur goth, serta film-film horor.

Ashlee Martinson [Image Source]
Ashlee Martinson [Image Source]
Setelah terjadi perdebatan yang panas antara ia dan kedua orang tuanya mengenai hubungannya dengan Sisco pada 8 Maret 2015 lalu, pria berusia 22 tahun, saat itulah ia membunuh mereka. Ketika Thomas Ayers pergi ke kamarnya untuk memarahi Martinson, ia langsung menembak ayahnya.

Mendengar suara tembakan, Jennifer berlari kearah suara dan Martinson menyerangnya dengan pisau. Selanjutnya, ia mengunci tiga saudarinya berusia antara 2 hingga 9 tahun di kamar dengan makanan dan jus. Ia sendiri kemudian melarikan diri namun berhasil ditangkap setelah adiknya yang berusia 9 tahun menghubungi 911.

6. Trey Eric Sesler

Eric Sesler terkenal dengan akun YouTubenya yang bernama Mr.Anime yang fokus pada review anime. Ternyata selain berjam-jam nonton film Anima, ia juga mempelajari lebih jauh tentang penembakan massal. Ia juga terus tenggelam dalam kegiatan kriminal termasuk melakukan pembakaran, membunuh binatang, serta menembaki gedung kosong.

Trey Eric Sesler [Image Source]
Trey Eric Sesler [Image Source]
Pada 20 Maret 2012, Eric Sesler yang berusia 23 tahun menembak ibu, ayah, dan saudaranya di rumah mereka. Menurutnya, ia melakukan pembunuhan tersebut karena berencana melakukan penembakan massal seperti yang terjadi di Columbine, tapi tidak ingin keluarganya mengetahuinya. Tapi untungnya mayat keluarganya ditemukan dengan segera dan Eric Sesler langsung ditangkap sehingga mencegah terjadinya pembunuhan massal.

Ketika polisi memasuki rumah keluarga Sesler, polisi menemukan tulisan di dinding, “I love my mom, dad and brother” (aku mencintai ibu, ayah, dan saudaraku) dan “God forgive me, because I cannot forgive myself” (Tuhan, maafkan aku, karena aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri). Trey Eric Sesler dihukum seumur hidup untuk kejahatannya ini.

7. Gary Scott Pennington

Gary digambarkan sebagai seseorang yang cupu dan penyendiri oleh teman-temannya karena kecerdasannya dan hobinya membaca sendirian. Namun sebenarnya, Gary adalah seorang remaja yang bermasalah. Apalagi ketika ia akhirnya menembak guru bahasa Inggrisnya hingga tewas pada 18 Januari 1993.

Gary Scott Pennington [Image Source]
Gary Scott Pennington [Image Source]
Korbannya, wanita berusia 48 tahun Deanna McDavid saat itu sedang duduk di depan 22 muridnya yang mendapat tugas membaca. Gary kemudian menerobos masuk sambil membawa pistol, berteriak pada Deanna sebelum kemudian menembaknya dua kali di kepala.

Banyak media kemudian menunjukkan kemiripan apa yang dilakukan Gary dengan Charlie Decker, penembak fiksi dalam novel karya Stephen King tahun 1977 yang berjudul Rage. Karena banyaknya perhatian media yang negatif tentang novel ini dan banyaknya situasi penembakan di sekolah, Stephen King akhirnya menarik novel Rage di manapun dan berjanji bahwa novel ini tidak akan pernah dicetak lagi.

8. James Egbert III

Permainan Dungeons & Dragons pernah menyebabkan kepanikan moral. Apalagi setelah remaja 16 tahun, James Dallas Egbert III menghilang di terowongan uap kampusnya, Michigan State University pada tahun 1979. Banyak orang berkata bahwa Egbert yang pemalu masuk ke terowongan itu untuk bermain Dungeons & Dragons versi live action. Tapi kenyataannya, ia masuk ke terowongan tersebut untuk bunuh diri. Setelah ditemukan, ia kembali mencoba beberapa kali bunuh diri sebelum akhirnya meninggal karena luka tembak yang ia buat sendiri pada tahun 1980.

James Egbert III [Image Source]
James Egbert III [Image Source]
Kejadian ini kemudian semakin disoroti setelah William Dear, detektif yang disewa oleh keluarga Egbert menyatakan bahwa Egbert meninggal karena permainan D&D yang salah. Tentu saja hal ini memunculkan kepanikan dan membuat tahun 1980 dipenuhi oleh masyarakat yang memandang buruk hal-hal semacam heavy metal, komik, dan game.

9. Kimveer Gill

Kimveer Gill adalah seorang remaja 20an yang terobsesi dengan konspirasi 9/11, invasi Amerika atas Irak, music heavy metal dan subkultur goth serta pembunuhan masal Columbine. Namun obsesi terbesarnya adalah senjata.

Kimveer Gill [Image Source]
Kimveer Gill [Image Source]
Pada 13 September 2006, Gill dengan membawa berbagai macam senapan dan pistol menembak dan membunuh seorang siswa Dawson College dan melukai 19 orang lainnya. Ia kemudian menembah dirinya sendiri ketika polisi Montreal mendekat ke posisinya melakukan tembakan.

Dalam mencari motif, investigator menemukan bahwa Gill secara rutin memposting tulisan di VampireFreaks.com dengan nama fatality666 yang menghina pekerjaan dan sekolah serta mengunggulkan hal-hal yang berbau penembakan dan kematian. Ia juga menuliskan rencananya melakukan penyerangan dan hal ini menimbulkan kritik di website tersebut.

10. Joseph Hunter Parker

Joseph Hunter Parker menyerang sebuah supermarket di California dengan menggunakan pedang katana. Ia menyerang dengan membabi buta dan menewaska 2 mantan rekan kerjanya dan melukai lebih dari 3 orang sebelumpolisi menembaknya hingga tewas. Parker memang terkenal dengan perilakunya yang aneh, namun dianggap tidak berbahaya.

Katana [Image Source]
Joseph Hunter Parker menyerang menggunakan Katana [Image Source]
Parker yang didiagnosa menderita schizophrenia berhenti dari pekerjaannya dua minggu sebelum melakukan penyerangan. Ia dilaporkan begitu terobsesi dengan pedang replika abad pertengahan. Motif penyerangan ini belum diketahui, namun kemungkinan berhubungan dengan kelainan mentalnya dan ketidakmampuannya memisahkan antara fantasi dan kenyataan.

Kita tidak pernah tahu apa yang ada di dalam pikiran orang lain. Bahkan orang-orang yang dianggap tidak berbahaya juga ternyata mampu melakukan kejahatan mengerikan.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA