Crystal Meth, Narkoba Zaman Perang Dunia II yang Mematikan

oleh Koko Ferdie
07:18 AM on Dec 26, 2016

Siapa pun tentu mengetahui jika dampak yang ditimbulkan dari Perang Dunia II begitu dahsyat. Tidak hanya berupa kerusakan fisik dan psikis saja yang ditinggalkan, tapi juga dampak-dampak menyeramkan dari obat-obatan terlarang yang di masa itu begitu populer.

Ya, di masa Perang Dunia II, obat-obatan terlarang sangat marak dipakai. Tak hanya untuk tujuan kesenangan saja, tapi dipakai para serdadu agar mereka lebih bersemangat. Sayangnya, obat-obatan itu pada akhirnya malah membuat celaka serta eksistensinya tetap bertahan sampai hari ini dan merusak generasi sekarang. Kalau kamu penasaran dengan obat tersebut, namanya adalah Crystal Meth.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Terhitung sejak hari ini, sudah banyak korban-korban yang bergelimpangan lantaran akibat dari penggunaan Crystal Meth. Buruknya lagi, barang laknat ini pun begitu mudah untuk didapatkan. Nah, lebih lanjut tentang narkoba berbahaya satu ini berikut adalah fakta-fakta dari si Crystal Meth.

Crystal  Meth Sudah Diproduksi Sejak Zaman Dulu

Crystal meth atau disebut juga methamphetamine merupakan obat-obatan terlarang berbentuk  serbuk putih mirip kristal. Crystal meth punya banyak sebutan bagi kalangan penggunaannya, seperti shabu, engkol, dan kapur. Serbuk kristal ini biasa digunakan dengan cara dihirup juga diinjeksikan mengingat mudah larut dalam air. Soal eksistensi, seperti yang sudah disinggung di atas, barang haram ini sudah ada sejak zaman dulu, atau kurang lebih di masa Perang Dunia II.

Crystal Meth Sudah Diproduksi Sejak Zaman Dulu [Image Source]
Ya, crystal meth atau disebut juga methamphetamine ini sudah ada sejak zaman dulu. Perbedaannya dengan masa sekarang mungkin hanya cara pemakaiannya saja. Crystal Meth sendiri diproduksi pertama kali di Jerman pada tahun 1887. Lalu, di tahun 1919 Jepang mengembangkan obat-obatan ini dengan menambahkan efek samping yang lebih kuat.

Awalnya Digunakan Sebagai Obat Diet

Jangan kaget jika dulu methamphetamine justru digunakan sebagai obat penurun berat badan serta melawan depresi. Tepatnya tahun 1950 dan dijadikan resep oleh dokter. Hal ini juga tidak lain karena efek yang ditimbulkan dari crystal meth itu sendiri yakni mengurangi nafsu makan serta keadaan ‘bahagia’ yang ditimbulkan setelah mengonsumsinya.

Awalnya Digunakan Sebagai Obat Diet [Image Source]
Namun, di tahun-tahun selanjutnya penggunaan obat ini disalahgunakan untuk stimulan nonmedis. Hal ini juga tidak lepas karena sangat mudahnya barang ini didapatkan. Para sopir truk, bahkan atlet, juga tentara pun ikut menggunakannya sebagai pemompa semangat. Hal ini semakin diperparah dengan adanya alat suntik pada tahun 1960, sehingga penggunaannya pun semakin tidak terkontrol.

Penggunaannya Sempat Dilegalkan

Alasan kenapa Crystal Meth bisa tetap eksis sampai sekarang, mungkin salah satunya adalah kesalahan pemerintah Amerika yang dulu pernah melegalkan obat-obatan ini. Ya, sekitar tahun 1970 lalu pemerintah negeri Paman Sam melakukannya. Hal ini pun akhirnya menimbulkan efek-efek luar biasa.

Penggunaannya Sempat Dilegalkan [Image Source]
Lantaran dilegalkan, maka kemudian tak heran kalau si barang haram tersebut mengalami peningkatan produksi yang besar-besaran. Seiring dengan banyaknya Crystal Meth, entah kenapa kejahatan dan hal-hal buruk juga tinggi. Kemudian karena dirasa tidak memberikan manfaat, tahun 1988 Amerika memutuskan untuk melarang barang ‘enak’ satu ini.

Dipakai Oleh Sejumlah Prajurit Sebelum Perang

Seperti yang disinggung sebelumnya, Crystal Meth pada awalnya banyak dikonsumsi oleh para prajurit Perang Dunia II. Bukan tanpa alasan kenapa mereka melakukan ini. Ya, hal tersebut tak lain karena si obat terlarang itu memberikan efek luar biasa bagi mereka. Misalnya membuat tubuh selalu terjaga, fit, serta seolah mengaburkan ketakutan terhadap kematian.

Dipakai Oleh Sejumlah Prajurit Sebelum Perang [Image Source]
Tak hanya para prajurit Eropa, serdadu-serdadu Jepang dipercaya juga mengonsumsi Crystal Meth sebelum berperang. Bahkan untuk pasukan Kamikaze alias si serdadu bunuh diri, mereka memakai obat terlarang ini sebelum melakukan penghancuran diri.

Enak yang Justru Mematikan

Meski memberikan sensasi enak, tapi ternyata Crystal Meth ini bisa mengancam nyawa. Dalam sejumlah kasus, pemakaian Crystal Meth terus menerus ini dapat berakibat buruk bagi tubuh manusia. Efek ringan yang ditimbulkan dari penggunaan obat-obatan ini adalah rasa lapar yang berkurang, pola tidur yang terganggu, hiperaktif, gampang berhalusinasi, dan mudah emosi.

Enak yang Justru Mematikan [Image Source]
Sedangkan efek parah atau dalam jangka panjang dari pemakaian Crystal Meth ini adalah kerusakan pada pembuluh darah, stroke, detak jantung tidak teratur, sampai gagal ginjal. Dan tak lupa pula, dampak dari penggunaan racun menyenangkan ini juga adalah kematian.

Peredaran Crystal Meth sendiri hari ini sudah mendunia. Tak hanya ada di Amerika atau Eropa, di Indonesia pun eksis. Bahkan di sini kita bisa mendapatkannya dengan cukup mudah. Sebisa mungkin jauhkan diri dari benda semacam ini. Mungkin memang memberikan kesenangan, namun ia memiliki efek mematikan. Belum lagi kita bisa terjerat hukuman berat  kalau sampai ketahuan aparat.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA