Cuma Seorang Cleaning Service, tapi Pria Ini Bisa Lulus S2 Sambil Hidupi Anak Istri

Kisah ini jadi bukti lain bahwa pendidikan tinggi nggak hanya buat mereka yang berdompet tebal

oleh Nikmatus Solikha
14:00 PM on Aug 3, 2017

Di dunia ini nggak ada suatu yang gratis, terlebih jika membahas soal pendidikan. Di Indonesia sendiri, jenjang sekolah tinggi rata-rata hanya bisa ditempuh oleh orang-orang berduit. Namun, niat dan tekad seseorang kadang juga bisa mematahkan masalah biaya. Sebut saja  Jurmansyah, seorang bapak dari dua anak tersebut telah membuktikan bahwa S2 bisa ditempuh oleh siapa saja.

Dalam sebulan, Jurmansyah hanya digaji sebesar 2,1 juta. Dengan penghasilan tersebut, Jurmansyah harus menghidupi istri dan juga kedua anaknya. Yang bikin kagum, ternyata gaji tersebut bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan dan juga biaya pendidikan hingga lulus S2. Kisah Jurmansyah sontak saja bikin banyak orang berdecak kagum. Apa sih sebenarnya rasahia Jurmansyah? Berikut ulasannya:

Baca Juga
Demi Menguji Kejujuran Orang Indonesia Pria Ini Jadi Gembel dan Pura-pura Buta, Akankah Ia Ditolong?
Meski Anaknya Seorang Polisi, Kakek Ini Memilih Tetap Bekerja Gotong 5 Bale untuk Dijual Setiap Hari

Mencukup-cukupkan

Kisah Jurmansyah yang inspiratif tersebut, rupanya membuat sosok ayah dua anak tersebut diundang dalam salah satu acara talkshow tv nasional. Dalam acara yang dipandu oleh Deddy Corbuzier itu, Jurmansyah menceritakan pengalamannya sebelum bekerja sebagai cleaning service. Dulunya ia bekerja di counter HP di sebuah mall di Samarinda. Dari pekerjaan tersebut Jurmansyah juga punya tabungan yang bisa digunakan untuk tambahan kuliah. Selama menjadi cleaning service, Jurmansyah hanya mendapat gaji sekitar Rp. 2.150.000.

Jurmansyah si cleaning service mendapat gelar S2 [image source]
Setiap bulan, lelaki tersebut selalu menyisihkan 1 juta rupiah untuk biaya kuliah. Sementara Rp. 1.150.000 digunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Bisa dibayangkan, di era yang serba mahal ini, uang senilai 1 juta tentu tergolong sangat kecil jika digunakan untuk kebutuhan bulanan. Tekad Jurman tersebut tentu bisa jadi tamparan keras buat yang biasanya males-malesan kuliah, nih.

Melakukan apapun demi bisa kuliah

Salah satu yang luar biasa dari sosok Jurmansyah adalah kegigihannya. Meski latar belakang keluarga kurang berada, namun tak menghalangi niatnya untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Dulu, ketika masih kuliah S1 Ilmu Hukum, Jurman rela melakukan pekerjaan apapun agar bisa menyelesaikan studi-nya. Ia pernah menjadi tukang sapu jalanan hingga loper koran.

Jurman rela kerja apapun demi bisa kuliah [image source]
Menurutnya, apapun pekerjaannya yang penting adalah bisa sambil kuliah. Setelah menyelesaikan pendidikan S1, pada awalnya Jurman ingin mendaftar sebagai CPNS, namun saat itu yang banyak dibutuhkan hanya tenaga guru dan kesehatan. Jurman akhirnya lebih memilih bekerja di counter hp. Meski saat itu sudah bergelar sarjana hukum, namun nyatanya Jurman tak keberatan mendapat profesi yang sederhana.

Istri juga kuliah

Jurmansyah dan istri [image source]
Dana 1 juta yang tiap bulannya disisihkan oleh Jurman ternyata bukan hanya untuk biaya kuliah seorang diri. Sebab, diketahui jika sang istri saat ini juga tengah kuliah S1 dan saat ini tengah sibuk menyelesaikan skripsi. Selama ini, Jurman selalu menyarankan agar tak pernah menyerah untuk mendapatkan ilmu yang tinggi. Dengan ilmu tersebut, Jurman juga yakin jika kehidupannya kelak akan berubah lebih baik.

Jadi cleaning service di kampus

Saat bekerja di counter hp, sejatinya Jurman sudah ingin melanjutkan kuliah S2. Doa terkabul, suatu hari saudaranya memberi kabar bahwa di Universitas Mulawarman tengah membuka lowongan sebagai cleaning service. Jurman pun kepikiran untuk mendaftar, hal itu karena ia berpikir bahwa jika ia berada di lingkungan kampus, akan lebih mudah baginya mengambil studi S2. Walhasil, tanpa perlu berpikir lebih lama, Jurman akhirnya mendaftar meski titelnya saat itu sudah S1 Ilmu Hukum.

Jurmansyah kerja sebelum dan selepas kuliah [image source]
Seperti niat pada awalnya, sembari bekerja Jurman juga kuliah S2 Magister Ilmu Administrasi Negara di Universitas Mulawarman. Tiap paginya, sebelum kuliah dimulai Jurman selalu menyapu, mengepel dan membersihkan semua lokasi kampus. Hal yang sama juga ia lakukan ketika jam kuliah telah selesai. Jurman juga mengaku, ia sama sekali tak malu dengan pekerjaannya. Terlebih, tak banyak teman kampusnya yang menyadari jika ia merupakan cleaning service di Universitas Mulawarman.

Itulah sedikit kisah inspiratif dari Jurmansya, sosok lelaki sederhana yang bisa jadi S2 dengan gaji minimnya. Cerita di atas bisa jadi bukti, bahwa yang dibutuhkan untuk menuntut ilmu bukanlah uang, melainkan niat dan tekad yang kuat.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA