Mengenal Laksamana Cheng Ho, Pelaut Muslim yang Menjelajahi Indonesia

oleh Adi Nugroho
11:00 AM on Dec 27, 2015

Cheng Ho adalah salah satu penjelajah asli China yang kehebatannya diakui oleh dunia. Di abad ke-15 ia berhasil menjelajahi banyak sekali wilayah di Asia, termasuk Indonesia. Cheng Ho dikenal sebagai seorang yang sangat baik. Berbeda dengan penjelajah lain dari Eropa yang selalu ingin menjarah dan membuat kekacauan di tempat mereka mendarat.

Cheng Ho selalu melakukan hubungan diplomatik dengan negeri yang ia singgahi. Bahkan ia sering memberi cindera mata kepada kerajaan Nusantara di Indonesia. Dan yang tak kalah penting lagi, Cheng Ho merupakan Muslim meski merupakan utusan Kaisar Cina pada Dinasti Ming. Mari mengenal Cheng Ho beserta kehebatan-kehebatannya di masa lalu!

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Asal-usul Cheng Ho

Cheng Ho memiliki nama asli Ma Sanbao, atau sering dijuluki dengan nama Ma He. Ia merupakan orang asli Yunnan yang saat itu banyak penduduknya beragama Islam. Saat pasukan Kerajaan Ming berhasil menaklukkan wilayah itu, Cheng Ho ditangkap dan dijadikan seorang kasim.

Asal usul cheng ho [image source]
Asal usul cheng ho [image source]
Lambat laun karier Cheng Ho meningkat dengan tajam, ia dikenal sangat kuat dan juga pemberani. Saat kerajaan Tiongkok mulai runtuh akibat Dinasti Mongol, Cheng Ho menawarkan diri untuk keliling dunia dan melakukan perbaikan-perbaikan. Terutama untuk negeri yang pernah bersahabat dengan Tiongkok.

Kaisar yang berkuasa saat itu tentu senang dan tak bisa menolak apa saja yang Cheng Ho inginkan. Akhrinya, ia dibekali kapal yang besar dan mengemban amanah untuk menjadikan Tiongkok kembali berkibar di dunia.

Armada Kapal Cheng Ho

Cheng Ho memimpin armada kapal yang jumlahnya kurang lebih ada 307. Dari kapal itu, jumlah pasukan yang ia bawa mencapai 27.000 orang. Cheng Ho sendiri menaiki kapal terbesar dengan panjang sekitar 120 meter dan lebar 50 meter. Kapal ini terbuat dari rangkaian bambu yang disusun dengan sangat kuat.

Armada kapal Cheng Ho [image source]
Armada kapal Cheng Ho [image source]
Selama penjelajahan, mereka membawa banyak sekali bekal makanan dan juga binatang yang bisa dikonsumsi selama berada di lautan. Selain itu, mereka juga membawa banyak sekali kain sutra mahal yang bisa dijual jika nantinya mendarat.

Penjelajahan Kapal Cheng Ho

Setidaknya mulai tahun 1405 hingga 1433, Cheng Ho telah melakukan 7 pelayaran. Pelayaran pertama yang dilakukan Cheng Ho memakan waktu sekitar 2 tahun dengan daerah yang dijelajahi Champa, Jawa, Palembang, Malaka, Aru, hingga Kollam yang berada di India.

Penjelajahan Cheng ho [image source]
Penjelajahan Cheng ho [image source]
Dari tujuh penjelajahan yang dilakukan oleh Cheng Ho, 6 di antaranya mendarat di Jawa. Pada pelayaran ke-6 di tahun 1421-1422 dikatakan jika Cheng Ho datang ke Jazirah Arab, hingga akhirnya ia mendapatkan gelar haji dan memiliki nama lain Haji Hamud Syams.

Kehebatan Armada Cheng Ho

Berbeda dengan pelayar lain yang berasal dari Eropa. Cheng Ho tidak pernah melakukan penjajahan. Meski membawa puluhan ribu pasukan, Cheng Ho selalu berdamai dan suka sekali menjalin hubungan baik. Bahkan selama pendaratan, ia selalu memberikan oleh-oleh kepada negeri yang ia datangi.

Kehebatan Cheng ho [image source]
Kehebatan Cheng ho [image source]
Selain memberikan hadiah, Cheng Ho juga membawa 30 utusan Kerajaan Nusantara dan sekitarnya untuk menghadap Kaisar Tiongkok. Catatan pelayaran yang dilakukan oleh Cheng Ho, juga mampu mengubah jalur navigasi kapal-kapal di dunia. Sayangnya, 2 salinan terakhir catatan perjalanan yang juga berisi peta ini dihancurkan Dinasti Ching yang saat itu akhirnya berkuasa.

Cheng Ho Saat di Indonesia

Cheng Ho selalu mampir di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Di negeri kita ini, Cheng Ho banyak sekali menjalin hubungan baik dengan kerajaan nusantara. Ia pernah mampir di Samudra Pasai dan memberikan lonceng raksasa bernama Cakra Donya.

Klenteng Sam Po Kong [image source]
Klenteng Sam Po Kong [image source]
Ceng Ho juga pernah mampir ke Cirebon dan memberikan beberapa cinderamata untuk Sultan Cirebon, berupa piring dengan tulisan Ayat Kursi di atasnya. Saat berada di Laut Jawa, salah satu anak buahnya bernama Wang Jinghong mengalami sakit dan harus menetap di sana. Salah satu bukti dari hal itu adalah adanya Kelenteng Sam Po Kung yang terkenal itu.

Di Surabaya, ada sebuah masjid dinamai dengan Masji Muhammad Cheng Ho untuk mengenang perjuangan Cheng Ho di Indonesia. Ia tak hanya berdagang dan mengemban misi negara saja, tapi juga menyebarkan Islam yang menjadi agamanya sejak kecil.

Demikianlah sekelumit kisah dari Cheng Ho, seorang pelaut Cina yang beragama Islam. Ia tak hanya membuat Cina disegani di masa lalu, tapi juga berniat menyebarkan kebaikan kepada wilayah-wilayah yang ia datangi. Benar-benar pelaut yang hebat!

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA