Charles Mussry, Pejuang Perang 10 November yang Ternyata Seorang Yahudi

oleh Nikmatus Solikha
14:27 PM on Dec 27, 2016

Berbicara tentang tokoh penting pada pertempuran 10 November, tentu kita bakal langsung menyinggung nama Bung Tomo. Tak ada yang salah dengan ini mengingat kiprah dan peran beliau sangat penting kala itu. Namun, tentu saja sebenarnya tak hanya Bung Tomo yang berjuang, ada banyak sosok lainnya yang juga melakukan hal serupa. Salah satunya adalah Charles Mussry.

Ya, hampir bisa dipastikan kalau tidak banyak yang tahu tentang nama ini. Agak mengherankan sebenarnya, pasalnya Mussry juga turut berjuang pada pertempuran hebat itu. Sayangnya, kisahnya tak pernah dimasukkan dalam buku-buku sejarah. Alasannya mungkin karena minimnya informasi, atau bisa jadi bersinggungan dengan atribut Mussry yang Yahudi.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Apa pun latar belakangnya, mereka yang berjuang tetaplah layak disebut pahlawan. Makanya, sama sekali tidak salah kalau kita juga mendalami sosok ini, meskipun sentimen terhadap Yahudi mungkin bisa dibilang tinggi. Lebih jauh soal si pahlawan tanpa nama itu, berikut adalah hal-hal yang mungkin belum kamu ketahui tentang Charles Mussry.

Tentang Charles Mussry

Keluarga Mussry [Image Source]
Charles Mussry adalah salah satu orang terkaya di Surabaya saat itu. Ia merupakan seorang pengusaha sukses dan saudagar yang terpandang. Ia tinggal di pusat kota, tepatnya di jalan Simpang yang saat ini berubah nama menjadi Jalan Pemuda. Di tempat tinggalnya, Mussry tak hanya bermukim, namun juga menjalankan usahanya. Lahan seluas 600 meter persegi digunakan sebagai bengkel mobil di sana. Namun di tahun 1960-an, bangunan tersebut dijual.

Si Dermawan yang Juga Berjuang dengan Uang

Ikut berjuang pada 10 November 1945 [Image Source]
Charles Mussry memang dikenal berkecukupan. Mussry kerap menyumbangkan uangnya untuk kepentingan perjuangan. Salah satu peran pentingnya adalah menyumbang untuk dapur umum. Ia  yang memasok makanan bagi para pejuang di medan tempur, dan juga menyelundupkan senjata. Barangkali memang jarang yang tahu, namun Mussry juga aktif di berbagai kegiatan amal.

Riwayat Peninggalan Mussry

Riwayat Peninggalan Mussry [Image Source]
Tak tersisa apapun yang menjadi pengingat bagi sosok pejuang Mussry. Rumah dan juga bengkel miliknya telah lenyap setelah empat dasarwarsa. Rumah Sakit Simpang yang lekat dengan dirinya pun juga sudah tak lagi berdiri, tergantikan oleh pusat perbelanjaan Plaza Surabaya yang berjejeran dengan Museum Kapal Selam. Peninggalan yang raib ini pun makin membuat dirinya tenggelam tanpa dikenang.

Akhir Hayat Mussry yang Tragis

Akhir hayat Mussry [Image Source]
Mussry ditemukan tewas di usia 52 tahun dengan sebab yang cukup misterius. Pihak keluarganya pun langsung menyimpan curiga atas kematiannya yang dianggap tak wajar. Bahkan anak bungsu Mussry menyimpulkan bahwa ayahnya tewas diracun. Hal itu diketahui dari sebuah buku yang ditulis oleh orang Yahudi Polandia yang pernah ditolong oleh ayahnya. Mussry akhirnya dimakamkan di kompleks pemakaman Kembang Kuning, Surabaya.

Jejak Misterius Mussry

Jejak misterius Mussry [Image Source]
Bukan suatu misi yang mudah dalam menemukan jejak Mussry. Media yang pernah mengumpulkan data Mussry mengaku jika keturunan Yahudi di Surabaya kerap menyembunyikan identitasnya. Hal tersebut tentu saja karena membahas soal Yahudi memang sangat sensitif di Indonesia. Terlebih, tak banyak keturunan Yahudi yang paham dengan sejarah Mussry. Namun, masih ada beberapa kerabat yang mengetahui kisahnya. Termasuk Mussry yang diketahui sangat dekat dengan Presiden Soekarno. Salah satu keponakan Mussry membenarkan tentang perjuangan pamannya di pertempuran 10 November di Surabaya.

Mungkin keberadaan Charles Mussry bisa membuat kita bercermin, tak semua Yahudi itu negatif. Bahkan sosok Mussry tergolong sebagai salah satu pahlawan yang berjuang di pertempuran 10 November. Hanya karena sosok Mussry adalah Yahudi, bukan berarti kita membuang namanya sebagai daftar pejuang, kan?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA