Keistimewaan yang Didapat Buruh Negara Lain, Tapi Tidak Didapat Buruh Indonesia

oleh Halimah Halimah
10:11 AM on May 1, 2015

Kemajuan sebuah negara dapat dilihat dari kesejahteraan penduduknya secara finansial. Meski itu bukan satu-satunya tolok ukur, namun kemapanan finansial adalah faktor yang cukup penting. Oleh karena itu sebisa mungkin kebijakan pemerintah harus mendukung kemapanan ekonomi warganya.

Di hari buruh ini, Boombastis akan membahas beberapa “keistimewaan” yang didapat buruh di negara lain, namun sayangnya belum bisa dinikmati buruh di Indonesia. Keistimewaan tersebut menyangkut banyak faktor, termasuk menyangkut soal ibadah.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

1. Buruh di Australia Diberi Uang Untuk Proses Melahirkan dan Dibantu untuk Membeli Rumah

Australia memang sering disebut-sebut sebagai negara yang paling diimpikan para pekerja. Bayangkan, dengan menjadi loper koran atau pelayan di restoran cepat saji saja, anda bisa mendapatkan gaji lebih dari Rp.20.000.000 per bulannya. Tidak heran jika banyak sekali warga negara asing yang ingin menjadi bagian dari pekerja di negeri kangguru tersebut.

Buruh Australia
Buruh Australia [Image Source]
Selain itu, buruh di Australia diberi banyak fasilitas penunjang. Bagi pekerja yang dalam proses melahirkan, akan diberi gaji pokok penuh dan uang tunjangan sebesar AUS$800. Selain itu, jika buruh ingin membeli rumah, maka perusahaan akan mencoba membantu dengan memberikan subsidi. Sementara di Indonesia, belum ada kebijakan soal subsidi tempat tinggal bagi pekerjanya.

2. Buruh di Saudi Arabia Punya Jam Shalat Khusus

Saudi Arabia memang negara dengan peraturan syariah yang ketat. Oleh sebab itu, jadwal beribadah seseorang sangat dihormati. Di Arab, seorang pekerja akan diberi waktu sebanyak 1.5 jam per hari untuk istirahat makan dan shalat.

Buruh Saudi Arabia
Buruh Saudi Arabia [Image Source]
Sementara di Indonesia, waktu yang dipakai untuk shalat adalah waktu makan siang. Tidak jarang pula terjadi kasus dimana buruh dan perusahaan bersitegang akibat waktu beribadah yang sangat sempit. Tidak hanya di instansi swasta, namun juga di instansi negeri.

3. Tidak Ada Sistem Kontrak untuk Buruh di Inggris

Di Inggris, tidak ada istilah pekerja kontrak. Semua pekerja adalah pekerja tetap yang dijamin keberlangsungan kerjanya oleh perusahaan. Sistem kontrak hanya berlaku untuk tim ahli yang memang harus bekerja berpindah-pindah.

Buruh Ingris Masa Lalu
Buruh Ingris Masa Lalu [Image Source]
Sementara di Indonesia, dari tahun ke tahun buruh berusaha meminta penghapusan sistem kontrak. Lebih parah dari itu, Indonesia juga masih memiliki sistem outsourcing dimana sang pegawai akan dipotong gajinya oleh perusahaan penyalur tenaga kerja.

4. Gaji Buruh di Singapura Disubsidi Pemerintah

Di Singapura, tidak ada ketetapan soal berapa gaji minimun yang diterima buruh. Pemerintah tidak ingin memberatkan pihak swasta jika ada standar khusus yang harus mereka penuhi. Namun, pemerintah Singapura memberi solusi atas masalah itu dengan subsidi untuk gaji buruh.

Buruh Singapore Keturunan India
Buruh Singapore Keturunan India [Image Source]
Dan subsidi itu tampaknya berhasil. Terbukti dengan terpilihnya Singapura sebagai kota paling mahal dan taraf hidup warganya sangat baik. Sementara di Indonesia, belum ada inisiatif untuk mensubsidi gaji buruh.

5. Kenaikan Gaji Buruh di Belanda Berdasarkan Umur

Belanda adalah salah satu negara dengan peraturan perburuhan yang cukup adil. Para buruh akan diberi gaji bulanan beserta tunjangan cuti. Jadi, meski anda sedang cuti dari bekerja, anda tetap mendapat uang tunjangan dari perusahaan.

Selain itu, belana juga menerapkan sistem kenaikan upah minimum berdasarkan umur. Semakin tua seorang buruh, maka upah dan tunjangan cutinya semakin dinaikkan. Sementara di Indonesia, kenaikan gaji dilakukan hanya dua atau lima tahun sekali, bukan setiap tahun.

Buruh Belanda
Buruh Belanda [Image Source]
Demikianlah beberapa data tentang keistimewaan buruh di negara lain. Memang tidak adil membandingkan kondisi perburuhan negara maju dengan negara kita yang masih berkembang. Namun setidaknya kita bisa belajar dari sistem yang diterapkan negara-negara tersebut.

Bagaimana menurut anda? Apakah hak-hak di atas juga wajib dimiliki buruh Indonesia? (HLH)

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA