Duh Miris.. Malah Bule yang Mergokin Beginian di Bawah Laut Raja Ampat!

oleh Ayu
11:57 AM on Dec 29, 2015

Taman Laut Raja Ampat itu terkenal sebagai salah satu ‘surga’ Indonesia buat para traveler. Tapi sepertinya nggak begitu bagi biota di lautan tersebut (dan ini nggak cuma di Raja Ampat).

Sementara kita sibuk selfie dan menjamahi keindahan lautannya buat menenangkan batin, atau bahkan sampai dipamerin di Instagram, ternyata ada kenyataan pahit yang akan menampar kita.  Salah satu taman laut kebanggaan kita ini sudah kemasukan illegal fishing yang menyedihkan dan bikin geram.

Baca Juga
6 Efek Mengerikan Akibat Penggunaan Steroid untuk Membesarkan Otot, Cowok-Cowok Buka Mata Deh!
5 Alasan Mengapa Cewek Lebih Bahagia dengan Pria Bertampang Pas-Pasan, Alhamdulilah

1.  Fredrik Jacobsson dalam akun Facebooknya menuliskan pengalaman sedih saat menyelam di taman laut di Papua tersebut tanggal 27 Desember 2015 lalu.

bule nemu hiu
Dikira hiu ini mati biasa, ternyata malah seperti ini kenyataannya… [Image Source]
 Saat menyelam sekitar 14-16 meter, mereka menemukan hiu yang mati di dasar laut. Awalnya dikira hiu ini hanya mati biasa, namun sepertinya hiu ini mati karena DIAMBIL SIRIPNYA.

2. “Saya tidak menyangka malah menemukan hiu tak bersirip di area menyelam terkenal seperti ini. Area ini mestinya dilindungi, tapi ternyata tidak. Pemandangan ini membuat saya merasa geram dan miris.”

Fredrik dan hiu
Hiu ditemukan di kedalaman 14-16 meter saja di bawah laut, Diduga illegal fishing [Image Source]
Dalam foto tersebut, terlihat hiu yang bernasib malang itu sudah tidak ada sirip dan ekor lagi. Kiranya karena inilah ia tak bisa berenang dan bertahan hingga akhirnya mati di lautan dengan menyedihkan.

postingan hiu

 

Fredrik dan beberapa temannya menyayangkan kejadian yang sepertinya tak terjadi di area lindung tersebut.

3. Menurut salah satu diver yang juga mengomentari kejadian ini, untuk menyelam di sana saja mereka ditarik biaya sampai $100.

sirip dan ekornya hilang
Bukan mati biasa, hiu ini mati ‘dijarah’ ekor dan siripnya [Image Source]
Dengan biaya yang cukup mahal itu, bukankah semestinya digunakan untuk perlindungan yang lebih baik di Taman Laut Raja Ampat. Apalagi banyak turis lokal dan mancanegara yang mengakui Raja Ampat sebagai lokasi diving nomor satu di dunia.

4. Fredrik juga menanyakan ke mana ia bisa mengadukan peristiwa ini agar segera mendapatkan penanganan dan perlindungan yang benar.

diskusi Fredrik dan teman-temannya

Sementara Fredrik dan para teman bulenya mendiskusikan peristiwa ini, sebaiknya kita sebagai warga lokal bisa melakukan LEBIH BANYAK HAL untuk biota dan taman laut yang kita sanjung-sanjung karena keindahannya itu. Bukankah kita yang lebih Indonesia banget?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA