Bule di Purwokerto Jualan Burger Untuk Biaya Berobat Istri

oleh Admin
10:48 AM on Sep 23, 2014

Sebuah cerita mengharukan datang dari Purwokerto. Seorang bule dari Amerika Serikat bernama Glenn membuat banyak orang terenyuh melihat kisahnya. Dengan bahasa Indonesia yang tidak terlalu jelas, Glenn membuka sebuah tempat berjualan burger mungil di Pasar Kober, Purwokerto. Usaha ini dibuka Glenn untuk mengumpulkan uang sebagai biaya berobat istrinya yang terkena kanker serviks stadium IIB.

Jika Anda datang ke Pasar Klober Purwokerto, Anda dengan mudah mendapati stand jualan milik Glenn. Di tempat tersebut, ada papan putih bertuliskan “Mohon doakan istriku yang sakit. Terima kasih”, maka bisa dipastikan bahwa tempat itu milik Glenn. Pria bule ini menjual burger yang dagingnya diolah sendiri, sehingga dia menjamin halal.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Bule di Purwokerto Jualan Burger Untuk Biaya Berobat Istri
Bule di Purwokerto Jualan Burger Untuk Biaya Berobat Istri

Awalnya Glenn berjualan saat bulan Ramadan beberapa tahun lalu untuk mencari uang tambahan, namun saat dia tahu istrinya memiliki kanker serviks, Glenn terus berjualan untuk mencari biaya berobat istrinya. “Awalnya saya dan istri berjualan burger di sekitar Baturaden, itu dari Ramadan 2012. Tapi karena mengurus izinnya susah, akhirnya kami pindah jualan ke Kober.” Ujar Glenn, seperti dilansir Merdeka.com, Senin (22/9).

Istri Glenn baru diketahui mengidap kanker setelah Ramadan 2014. Maka Glenn memutuskan untuk terus berjualan burger untuk biaya obat dan kemoterapi istrinya. Kadang ibu mertua Glenn juga membantunya berjualan. Usaha apapun dilakukan yang penting halal dan tidak mengganggu orang lain.

Selain burger yang dagingnya diracik sendiri, Glenn juga menjual donat-donat yang juga dia buat sendiri. Harga burger yang dijual cukup murah, Rp 7500 untuk ukuran sedang dan Rp 10.000 untuk ukuran besar. Sedangkan donat yang dijual antara Rp 2500 hingga Rp 3500. Dagangan ini laris manis dan sering habis walaupun hari masih sore. Glenn sendiri membuka dagangan mulai jam 4 sore hingga 9 malam.

“Tapi kalau saya harus mengantar istri berobat, ya saya tidak jualan dulu sehari. Ya mohon doanya saja untuk istri saya,” ujar Glenn yang tidak ingin menunjukkan wajah lelahnya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA