5 Alasan Kenapa Budaya Suap Masih Saja Langgeng di Indonesia

oleh Febri
07:00 AM on Oct 23, 2015

Tidak ada asap kalau tidak ada api. Tidak akan ada kasus-kasus suap jika tidak ada pemicunya. Kasus suap adalah penyakit kronis bangsa Indonesia di samping penyakit-penyakit lain seperti korupsi dan pencucian uang. Hingga kini, penyakit tersebut tak kunjubg dapat dibasmi. Kenapa bisa begitu?

Berikut ini Boombastis telah merangkumkan enam alasan kuat pemicu terjadinya kasus suap di berbagai institusi, baik milik pemerintah, maupun non pemerintah. Apa saja alasanya? Simaklah informasi berikut ini.

Baca Juga
Lolicon, Sindrom Ketertarikan Pada Gadis di Bawah Umur yang Ternyata ‘Berbeda’ dengan Pedophilia
Matoa, Buah Langka Asal Papua yang Super Lezat dan Harganya Bikin Dompet Meringis

1. Sudah Tradisi

Suap dan korupsi bukanlah nilai-nilai yang diajarkan oleh nenek moyang kita. Tapi suap seakan sudah mendarah daging dan jadi tradisi terutama bagi kelompok orang-orang berduit. Jika menengok dari sejarah, budaya suap dan korupsi sudah sering ditemui sejak zaman kolonialisme dulu.

 Sudah Tradisi
Sudah Tradisi [image source]
Para penjajah menyuap pejabat-pejabat pribumi untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Kebiasaan buruk itu ternyata ditiru. Parahnya, malah keterusan hingga saat ini.

2. Haus Kejayaan

Manusia bisa saja silau dengan kejayaan mulai dari kekayaan, keuasaan bahkan juga jabatan. Demi mendapatkannya orang-orang rela melakuan apa saja bahkan menempuh jalan “belakang” jika perlu. Yaitu dengan memberikan sesuatu bisa berupa uang atau benda-benda lain agar niatnya dapat dilaksanakan. Hal paling sepele dan sering kita temui adalah praktik suap yang dilakukan olah para pelanggar lalu lintas pada polisi yang menangkapnya agar kasusnya tak sampai jatuh ke meja pengadilan.

Lingkungan Yang Mendukung
Lingkungan Yang Mendukung [image source]
Contoh lainnya adalah soal mendapatkan kedudukan. Tak jarang para calon kepala daerah sampai rela mengeluarkan uang banyak untuk membeli suara rakyat. Lalu jika terus-terusan seperti ini, bagaimana demokrasi di Indonesia akan di tegakkan?

3. Lingkungan Yang Mendukung

Bukan sebuah rahasia lagi jika praktik suap mulai dari institusi kecil sampai ke kalangan pejabat-pejabat tinggi negara adalah sebuah jaringan yang terorganisir. Lingkungan yang paling rentan terhdap kasus suap adalah pengadilan, tentu saja yang menjadi target suap adalah para hakim.

Lingkungan Yang Mendukung
Lingkungan Yang Mendukung [image source]
Terkadang jika terdakwa tidak ada inisiatif untuk memberikan suap, justru oknum-oknum hakim yang tidak “bersih” malah menawari si terdakwa. Bahkan tak jarang ada terdakwa yang justru takut hukumannya akan tambah berat jika tidak menerima tawaran tersebut

4. Hukum Yang Bisa Dibeli

Lalu bagaimana dengan oknum-oknum yang ditangkap dan terbukti melakukan suap? Sudah pasti mereka akan diadili. Tapi sekali lagi, hukum di Indonesia adalah hukum yang bisa dibeli dengan uang. Bukan berarti hukumnya yang salah, tapi oknum-oknum penegaknya yang membuat hukum jadi tak mempan bagi orang-orang yang berduit.

Hukum Yang Bisa Dibeli
Hukum Yang Bisa Dibeli [image source]
Dengan menyuap para hakim atau bahkan para penjaga penjara dengan iming-iming sejumalah uang, maka para terdakwa bisa menikmati hidup mewah bahkan di penjara sekalipun. Lebih-lebih masa hukuman dapat dipersingkat dan segera menghirup udara bebas.

5. Lemah Iman

Iman Yang Lemah otamatis akan membuat seseorang akan jauh dari Tuhan YME. Hal itu merupakan faktor utama yang menyebabkan seseorang dengan mudah melakukan dan menerima suap. Mengesampingkan fakta bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah perbuatan dosa.

Lemah Iman
Lemah Iman [image source]
Tidak ada rasa takut sama sekali akan perbuatan itu. Karena jika iya, mereka tidak akan pernah melakukan suap apalagi sampai melakukan korupsi karena perbuatan itu dapat menyeretnya ke neraka.

Itulah kenapa budaya suap menyuap masih saja langgeng di Indonesia. Semoga informasi tersebut dapat membuat kita semua sadar untuk menghindari hal itu. Karena nasib bangsa ini tentu berada di tangan kita. Apakah nantinya akan menjadi negeri yang lebih baik lagi atau justru semakin terpuruk dan lebih korup lagi.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
Seperti Ini Nasib Para Pemain Film Esek-Esek Setelah Pensiun, Dijamin Kaget Kamu Lihatnya 25 Foto Selfie Fail Abis yang Bikin Kamu Ketawa Ngakak Sampe Perut Mules 15 Potret Nona Berlian, Pemeran Ronaldowati yang Kini Cantiknya Tak Kalah dari Gadis Korea Tak Hanya Fenomena Gancet, Ternyata ‘Cupang’ Juga Bisa Membuat Orang Meninggal 7 Fakta Tentang Dunia Esek-Esek Jepang yang Bakal Membuatmu Tercengang Kabar Terbaru Dicky Haryadi, Kontestan AFI 1 yang Dulu Pernah Bikin Para Cewek Meleleh Ternyata Segini Gaji Pemain Film "Dewasa", Penderitaan Tidak Sebanding dengan Penghasilan Cantik dan Soleha, Putri Sulung Almarhum Uje ini Bikin Cowok Rela Ngantri Jadi Imamnya 5 Bercandaan Presiden Soekarno yang Lebih Kocak Dari Stand Up Comedy Wanita Ini Bikin Geger Gara-Gara Mengaku Sebagai Nabi Terakhir dan Punya Kitabnya Sendiri
BERITA TERKAIT
BACA JUGA