5 Fakta Perbudakan Wanita Era Modern ini Sangat Kejam, Inilah Buktinya

oleh Adi Nugroho
10:00 AM on Dec 7, 2015

Jika anda berpikir jika perbudakan hanya ada dalam sejarah saja, sepertinya anda harus membuang pikiran itu. Nyatanya, di era yang serba modern ini setidaknya ada 20 juta lebih orang (dewasa dan anak-anak) yang diperjualbelikan secara bebas sebagai budak. Dari jumlah itu wanita memiliki komposisi sebesar 70% dan pria 30%. Wanita yang yang diperjualbelikan sebagai budak hampir semuanya digunakan untuk pemuas nafsu pria yang membelinya.

Wanita tak lagi dianggap sebagai manusia. Ia dianggap sebagai benda yang bisa diperlakukan semaunya. Well, Inilah lima fakta perbudakan wanita era modern yang sangat kejam!

Baca Juga
Seperti Langit Dan Bumi, 10 Potret Kehidupan Korea Utara dan Korea Selatan Ini Berbeda Banget
5 Hewan Laut Paling Menyeramkan yang Justru Dikagumi karena Memiliki Keunikan Luar Biasa

1. Banyak Anak Kecil Dijual Orang Tuanya

Bukan sebuah rahasia lagi jika banyak sekali anak kecil yang dijual oleh orang tuanya sendiri. Biasanya begitu anak mulai dewasa terutama jika gadis, mereka akan segera memberikan penawaran kepada pihak yang siap membeli. Jual beli gadis ini sering dilakukan karena tekanan ekonomi yang berat hingga anak gadis terpaksa dijadikan komoditas penghapus kemiskinan.

Banyak Anak Kecil Dijual Orang Tuanya [image source]
Banyak Anak Kecil Dijual Orang Tuanya [image source]
Daerah-daerah miskin seperti India bahkan melakukan hal ini sebagai bagian dari tradisi. Anak dijadikan budak dan dijual kepada siapa saja dengan harga yang mahal. Anak dijadikan alat untuk mencari uang dan memenuhi kebutuhan keluarga. Menjadi seorang wanita di keluarga ini sama hal menjadi sapi perah yang harus mau diperlakukan semena-mena.

2. Ada Orang yang Bertindak Sebagai Pengepul Budak Wanita

Dalam dunia perbudakan wanita, selalu ada orang yang bertindak sebagai mucikari. Mereka biasanya akan  memilih gadis-gadis yang sesuai dengan permintaan pelanggan. Ia adalah orang yang melakukan quality control hingga bayaran yang didapatnya nanti akan berlipat ganda dan mungkin ada tambahan bonus.

Ada Orang yang Bertindak Sebagai Pengepul Budak Wanita [image source]
Ada Orang yang Bertindak Sebagai Pengepul Budak Wanita [image source]
Orang yang bertindak sebagai mucikari ini tak melulu berpenampilan yang glamor dengan banyak emas di tubuhnya. Di era modern seperti ini justru mereka sering tampak tak mencolok. Meski demikian pengaruhnya jauh lebih besar dan telah menjual ribuan gadis atau wanita untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

3. Budak Wanita Tidak Bisa Kabur

Wanita yang telah menjadi budak tidak akan bisa kabur lagi. Mereka biasanya akan dimasukkan ke tempat yang terisolasi dengan penjagaan yang ketat. Jika budak ini memiliki prospek yang bagus dalam hal ini wajah cantik dan badan indah, maka ia akan semakin dijaga. Budak inilah yang akan jadi komoditas unggulan yang menghasilkan banyak sekali orang.

Budak Wanita Tidak Bisa Kabur [image source]
Budak Wanita Tidak Bisa Kabur [image source]
Menjadi budak artinya jiwa dan raga harus diberikan kepada majikan yang telah membelinya. Jadi seumpama kabur dan diperlakukan dengan buruk, maka itu adalah risiko. Kasus seperti ini sebenarnya banyak sekali terjadi di Indonesia di mana banyak gadis disekap lalu disuruh melakukan kerja amoral kepada para pria yang telah membelinya. Miris banget kan?

4. Diekspor ke Beberapa Negara Dunia

Para wanita yang dijadikan budak tak ubahnya sebuah benda yang bisa dipakai atau dikirim ke mana saja. Budak wanita yang memiliki penampilan menarik biasanya akan dibuatkan paspor dan juga visa untuk nantinya dikirim ke luar negeri untuk bekerja. Negara-negara seperti China, Thailand, bahkan Indonesia akan jadi sasaran para budak ini.

Diekspor ke Beberapa Negara Dunia [image source]
Diekspor ke Beberapa Negara Dunia [image source]
Di negeri orang bisanya mereka akan bekerja sebagai PSK kelas atas atau rendahan sesuai dengan kemampuannya. Budak-budak ini akan melakukan segala hal yang diminta majikannya jika tidak ingin disiksa atau bahkan sampai dibunuh.

5. Meski Korban Tapi Selalu Diperlakukan Seperti Penjahat

Budak wanita yang bekerja sebagai pemuas nafsu ini kadang ditangkap oleh polisi melalui penggrebekan. Mereka ditangkap dan diperlakukan dengan tidak baik, bahkan mungkin dipukuli. Polisi menganggap mereka sebagai penjaja kenikmatan yang ilegal dan tak diperbolehkan ada. Namun sebenarnya mereka hanyalah korban perbudakan yang tak bisa melakukan apa-apa selain menggunakan tubuhnya.

Meski Korban Tapi Selalu Diperlakukan Seperti Penjahat [image source]
Meski Korban Tapi Selalu Diperlakukan Seperti Penjahat [image source]
Seharusnya korban-korban ini bisa diperlakukan dengan lebih baik. Mereka seharusnya dilindungi dan tidak ditangkap sebagai orang telah melakukan tindak kriminal berat. Masuk ke pusaran dunia gelap memang selalu membuat semua orang nampak jadi jahat dan tidak memiliki moral pada dirinya.

Itulah 5 fakta perbudakan wanita yang terjadi di era yang serba modern. Saat ini mereka masih ada dan jumlah akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. Well, bagaimana pandangan anda mengenai perbudakan wanita yang di paksa bekerja sebagai wanita pemuas nafsu ini?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA