Rencana Pembuatan Bom Atom Pada Masa Soekarno Ini Membuat Dunia Kelabakan!

oleh Tetalogi
15:17 PM on May 13, 2016

Saat membicarakan soal bom atom, kecil kemungkinan kita memikirkan Indonesia. Meskipun negara kita sebenarnya memiliki militer yang kuat, namun urusan bom atom sepertinya Indonesia masih belum sampai di tahap menciptakan senjata pemusnah masal tersebut.

Tapi, tahukah kamu bahwa Indonesia sebenarnya sudah pernah merencanakan pembuatan senjata ini? Namun sayangnya rencana ini akhirnya gagal.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Bermula dari Uji Coba Bom Termo Nuklir Amerika di Daerah Pasifik

Tahun 1954, Amerika Serikat melakukan uji coba bom hidrogen (termo nuklir) di Kepulauan Marshall, Samudera Pasifik. Uji coba ini jelas membuat Presiden Soekarno khawatir wilayah Indonesia di bagian timur yang dekat dengan Samudera Pasifik terkena dampaknya. Maka ia mencari ahli radiologi dan memintanya untuk melakukan penelitian.

Uji Bom atom di Marshall Island [Image Source]
Uji Bom atom di Marshall Island [Image Source]
Hasil penyelidikan menyatakan bahwa Indonesia aman dari dampak uji coba tersebut. Namun, tim penyelidik memberikan saran agar pemerintah memanfaatkan hal ini untuk mengembangkan bidang nuklir. Maka kemudian dibangunlah Dewan Tenaga Atom dan Lembaga Tenaga Atom.

Melahirkan Kerjasama dengan Amerika Serikat

Indonesia akhirnya menjalin kerja sama terutama dengan Badan Tenaga Atom Internasional. Dari situlah Amerika kemudian memberikan bantuan dan menjalin kerjasama bilateral denganĀ  Indonesia melalui program “Atom for Peace”.

Proyek Reaktor Triga mark II [Image Source]
Proyek Reaktor Triga mark II [Image Source]
Amerika memberikan sumbangan dana sebesar 350 ribu dolar untuk membangun reaktor nuklir, 141 ribu dolar untuk riset, dan pengiriman beberapa tenaga ahli. Kemudian pada April 1961, Amerika akhirnya memiliki reaktor nuklir pertamanya, Triga-Mark II.

Kematian John F. Kennedy yang Mengubah Hubungan AS-Indonesia

Kerjasama yang awalnya baik kemudian merenggang setelah presiden John F. Kennedy wafat. Apalagi dengan usaha Soekarno yang terus menentang neokolonialisme dan imperialisme oleh negara Barat. Kondisi semakin memburuk ketika Amerika kemudian berperang dengan Vietnam dan Inggris mendorong pembentukan Federasi Malaysia.

Presiden Kennedy dan Soekarno [Image Source]
Kennedy dan Soekarno [Image Source]
Soekarno akhirnya harus memikirkan cara lain dalam pengembangan nuklir ini. Maka ia kemudian beralih ke Tiongkok yang berhasil melakukan ujicoba bom atom pertamanya pada 16 Oktober 1964. Diam-diam presiden mengirimkan ahli nuklir dan petinggi militer Indonesia ke Tiongkok dengan tujuan belajar membuat bom atom.

Indonesia Mengumumkan Rencana Uji Coba Bom Atom

15 November 1964, Indonesia mengumumkan akan melaksanakan uji coba bom atom pada tahun 1969. Sebanyak 200 ilmuwan sedang bekerja memproduksi senjata pemusnah masal tersebut. Presiden Soekarno turut mengungkapkan bahwa pembuatan bom tersebut adalah untuk menjaga kedaulatan dan menjaga tanah air.

Bom atom [Image Source]
Bom atom [Image Source]
Pengumuman tersebut jelas membuat dunia kaget. Negara-negara Barat segera melayangkan protes. Menteri Pertahanan Australia juga mengugkapkan kekhawatirannya. Bahkan Perdana Menteri Malaysia juga merasa terancam dan meminta penyelidikan serius tentang niat Indonesia ini.

Amerika Berusaha Mengendalikan Niat Indonesia Untuk Membuat Bom Atom

September 1965, Amerika dan Indonesia kembali membuat perjanjian kerjasama nuklir. Ada beberapa hal yang ditambahkan dalam perjanjian tersebut seperti Indonesia harus mengizinkan reaktor nuklirnya diinspeksi IAEA. Tujuan dari pasal tambahan tersebut adalah untuk mengendalikan Indonesia. Meski begitu, Amerika masih belum bisa mengatasi keinginan ambisius Indonesia ini.

Ledakan Bom Atom [Image Source]
Ledakan Bom Atom [Image Source]
Barulah ketika kepemimpinan Presiden Soekarno jatuh pada tahun 1965, rencana pembuatan bom atom ini benar-benar pupus dengan sendirinya. Ketika Soeharto berkuasa, pemerintah ternyata sudah tidak lagi punya keinginan untuk mengembangkan bom atom. Perjanjian nuklir yang ada dengan Amerika akhirnya hanya digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan, pertanian dan perekonomian.

Pada masa itu, Indonesia merupakan kekuatan yang ditakuti meski termasuk negara dengan usia yang masih muda. Karena itulah ketika Soekarno mengumumkan rencananya untuk membuat bom atom, negara-negara lain langsung kelabakan dan tidak tinggal diam. Saat ini, meskipun tidak memiliki bom atom, pasukan militer Indonesia juga masih menjadi salah satu yang terhebat di dunia.

Menurutmu, perlukah Indonesia memiliki senjata pemusnah massal?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA