Australia Ancam Boikot Bali, Netizen Indonesia Bersatu

oleh Centralismo
14:55 PM on Feb 18, 2015

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang memberlakukan aturan ketat soal narkoba. Tidak seperti beberapa negara yang melegalkan beberapa jenis narkotika, di Indonesia, obat terlarang dalam bentuk apapun dianggap melanggar hukum. Oleh sebab itu, di terminal kedatangan di bandara-bandara Indonesia, peringatan tentang hukuman mati untuk penyelundup narkoba telah dipajang.

Meski sudah mengetahui peraturan tersebut, namun dua WNA asal Australia ini masih tetap berusaha menyelundupkan narkoba. Myuran Sukumaran dan Andrew Chan adalah penyelundup nekat itu dan mereka kini tengah menunggu eksekusi mati, sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Namun ternyata eksekusi itu telah mengundang reaksi keras dari sejumlah rakyat Australia. Mereka mengancam akan memboikot dan tidak akan mengunjungi Bali lagi.

Baca Juga
5 Hewan Laut Paling Menyeramkan yang Justru Dikagumi karena Memiliki Keunikan Luar Biasa
Seperti Ini Nasib 5 Orang Kontroversial di Indonesia Sekarang, Dijamin Bikin Melongo

1. #boycottbali

Warga Australia merasa terusik begitu mendengar dua warganya yang ditahan di Indonesia akan segera dieksekusi. Mereka merasa bahwa kejahatan karena narkoba tidak pantas untuk diganjar dengan hukuman mati. Netizen Australiapun mulai membuat hashtag #boycottbali sebagai bentuk protes mereka.

Boikot Bali
Boikot Bali

Dalam sebuah gambar, seorang netizen Australia mengatakan, “jika pemerintah Indonesia tetap menjalankan eksekusi mati atas 2 sahabatku dari Australia, maka aku tidak akan pernah lagi liburan di Bali, aku juga tidak akan pernah membeli atau mendukung produk apapun yang berkontribusi atas ekonomi Indonesia. Dan aku juga menyarankan yang lain agar melakukan hal yang sama. Saya mengerti bahwa Andrew Chan dan Myuran Sukumaran telah melakukan tindak kriminal serius, namun mereka berhak untuk dihukum secara manusiawi. Sebagai sesama warga Australia aku merasa wajib untuk berbicara menentang eksekusi mereka.”

2. Seruan Untuk Memboikot Bali

Dalam waktu singkat, hashtag #boycottbali segera menjamur di internet. Berbagai meme dan gambar ikut menyertai. Para warga Australia merasa bahwa eksekusi mati (terlebih menggunakan metode regu tembak) adalah hal yang tidak manusiawi.

seruan untuk boikot Bali
seruan untuk boikot Bali

Seorang warga Australia berkicau dalam akun Twitternya, “saya menyerukan agar semua warga Australia yang berencana untuk mengunjungi Bali (atau Indonesia) agar memilih tujuan wisata lain #boycottBali..” Masih banyak lagi twit lain yang mencerminkan reaksi kemarahan dari warga Australia. Mereka merasa hukuman mati adalah hukuman yang berlebihan hanya karena narkoba.

3. Netizen Indonesia Bersatu

Reaksi dari netizen Australia memancing reaksi balik dari netizen Indonesia. Menggunakan hashtag yang sama, para netizen Indonesia berusaha mengatakan bahwa aturan di negara Indonesia harus dipatuhi. Dan jika pihak Australia memboikot Bali karenanya, maka warga Indonesia tetap mendukung kebijakan pemerintahan.

netizen Indonesia bersatu
netizen Indonesia bersatu

“Tak masalah turis Australia mau nge #boycottbali emang nya yang berlibur ke bali cuma Australia doang??” ujar salah satu netizen Indonesia di Twitter. Bule Australia memang dikenal sebagai pengunjung “rutin” di Bali. Namun, statistik tahun 2014 menunjukkan bahwa WNA yang paling banyak mengunjungi Indonesia adalah Singapura, disusul Malaysia dan Australia. Sementara banyak netizen lain yang justru menyertai tagar #boycott bali dengan gambar-gambar indah dari pantai-pantai di Bali dan mempertanyakan ulang keyakinan para bule Australia untuk memboikot Bali.

4. Superman Is Dead “Turun Tangan”

Superman Is Dead adalah grup band asal Bali yang selalu vokal menyuarakan isu-isu sosial lewat musik maupun media maya. SID selalu peduli akan fenomena sosial yang terjadi di sekitar mereka, khususnya di Bali. Setelah muncul dengan gerakan tolak reklamasi di Bali, SID juga bereaksi soal #boycottbali. Dalam akun Facebook resmi mereka, SID menulis, “Okelah, kami masih bisa mengerti jika Aussie menuntut keringanan hukuman, tapi sampai mengancam untuk boikot Bali? Mereka pikir Bali tidak bisa hidup tanpa Aussie?”

Pernyataan dari SID
Pernyataan dari SID

Pesan di Facebook tersebut diteruskan para netizen hingga ke Twitter dan sosial media lainnya. Bahkan SID diundang ke salah satu televisi swasta untuk membahas ketegangan ini. “Kami WNI ketika bertamu ke negara kalian, selalu mematuhi segala hukum yang berlaku di sana. Dan kalian juga seharusnya melakukan hal yang sama ketika bertamu ke Bali.”

5. Tidak Semua Warga Australia Ikut-ikutan

Meski banyak netizen Australia yang menentang kebijakan pemerintah Indonesia, namun tidak semua warga Australia memutuskan untuk memboikot Bali atau Indonesia. Salah satunya adalah seorang netizen yang merilis tulisannya di media Guardian Online. Dalam tulisan itu, sang penulis merasa gerakan memboikot Bali adalah tindakan yang tidak terlalu penting untuk dilakukan.

Menolak Boikot Bali
Menolak Boikot Bali

Dalam Guardian, sang penulis menyatakan argumennya, “kalau kita disuruh untuk memboikot negara yang memberlakukan hukuman mati, apakah kita juga disuruh memboikot China? Atau Amerika Serikat? Kalau kita mau menelusurinya dari dasar negara ke negara, bagaimana kalau kita memboikot Texas, yang telah mengeksekusi 74 orang sejak 2010?”

Si penulis menambahkan lagi, “Atau jika yang kita perhatikan hanyalah negara yang mengeksekusi warga Australia, bagaimana dengan Singapura? Atau, sebagai reporter, haruskah saya memboikot Turki, yang telah memenjarakan lebih banyak jurnalis dibanding dengan negara lain?”

Semestinya, sebelum jauh masuk ke dalam perdebatan, kita menyadari bahwa masing-masing negara memiliki peraturan yang harus dipatuhi. Sayang sekali jika hubungan kedua negara harus memanas karena hal ini, karena akan berdampak buruk bagi keduanya. Bagaimana menurut anda soal sikap netizen Australia dan Indonesia ini? (HLH)

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA