Bissu, Dukun ‘Waria’ dari Tanah Bugis yang Sakti Mandra Guna

Mereka memiliki kelebihan baik dari pria maupun wanita

oleh Arief Dian
14:00 PM on Apr 2, 2017

Bicara mengenai suku bugis, pastinya sangat kental dengan pesona magisnya. Ya, yang satu ini merupakan salah satu suku tertua di Indonesia yang masih melestarikan budaya dan adatnya. Kekentalan budayanya, kesaktian orang-orangnya serta ilmu-ilmunya yang masih misterius membuat suku bugis dihormati di Indonesia.

Satu lagi hal yang menarik di suku bugis adalah Bissu. Ya, dukun sakti yang memiliki sifat pria sekaligus wanita ini memang jarang didengar orang. Kesaktiannya mandra guna dan dia memiliki posisi yang tinggi di kalangan masyarakat bugis. Seperti apa sebenarnya sosok Bissu ini? Simak ulasan berikut.

Baca Juga
Bukan Kegembiraan, 4 Lomba Agustusan Ini Justru Berakhir dengan Tragedi
Tak Melulu Miris, Ini Cerita dari Para Veteran yang Akhirnya Diperhatikan oleh Pemerintah

Menjadi Bissu dipilih saat anak-anak

Dididik sejak muda [image source]
Untuk menjadi seorang Bissu, harus dipilih sejak berusia anak-anak. Mereka yang akan menjadi Bissu adalah dia yang mengalami ambiguitas dalam masalah orientasi seksual. Itulah yang dianggap suku Bugis sebagai keunikan dan anugerah. Namun sebelumnya, mereka harus membuktikan kalau mereka memiliki berkat tersebut dari yang maha pencipta. Calon bissu harus menjalani tes berbaring pada sebuah rakit dan tidak diberi makan selama tiga hari tiga malam. Jika lolos, maka dia telah membuktikan bahwa dia adalah seorang bissu yang sejati.

Harus melewati Ritual khusus

Ritual Khusus [image source]
Seorang yang akan menjadi bissu yang melewati ritual yang panjang. Mulai saat mereka berumur 13 tahun, calon bissu harus belajar ilmu-ilmu khusus adat bugis. Ilmu khusus ini hanya diperuntukkan untuk para bissu sendiri dan tidak diajarkan ke orang lain. Mereka juga harus melewati ritual yang disebut dengan irebba jika ingin menjadi seorang bissu. Prosesi ini berlangsung selama berhari-hari dan para calon bissu harus bisa melewatinya.

Mereka adalah gender ke lima

Gender ke lima [image source]
Suku bugis menganggap mereka bukan waria. Sebenarnya ada lima gender di suku bugis. Pria, wanita, wanita berpakaian pria, pria berpakaian wanita dan bissu. Bissu dianggap spesial karena itu adalah anugerah Yang Kuasa. Oleh karena itu mereka diberikan kelebihan dari yang lainnya. Mereka juga bertugas sebagai pemimpin upacara adat yang diselenggarakan suku bugis. Bissu sangat dihormati di sana, mereka di ibaratkan sebagai orang sakti penjaga suku bugis.

Keturunan dewa dan harus selalu suci

Keturunan dewa [image source]
Bissu dianggap sebagai keturunan langsung dari dewa, mereka juga bertugas menyampaikan pesan pada roh-roh leluhur. Oleh karena itu mereka diberi posisi mulia di tanah bugis. Mengingat mereka memiliki orientasi seksual yang ambigu, Bissu dituntut untuk tetap suci hingga akhir hayatnya, karena bisa saja para bissu ini tergoda satu sama lain. Kesucian seorang Bissu juga merupakan simbol bahwa dia adalah masih keturunan dewa yang tidak akan pernah ternoda.

Kesaktian yang luar biasa

Para Bissu sakti [image source]
Seorang bissu memiliki anugerah kesaktian yang luar biasa. Selain memimpin upacara adat, bissu juga bisa menentukan waktu untuk menanam sekaligus memanen untuk petani. Uniknya, perhitungan tersebut  sangat akurat melebihi hitungan petaninya sendiri. Para bissu juga dapat berkomunikasi dengan makhluk halus dan roh nenek moyang, saat mereka dirasuki, para bissu kebal dari senjata-senjata tajam yang ditusukkan pada badannya. Itulah anugerah yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa pada para bissu. Mereka juga memiliki komunitasnya sendiri, bahkan mereka menguasai bahasa kuno dan bahasa khusus para bissu.

Para Bissu merupakan salah satu simbol kekuatan magis suku bugis. Keberadaan mereka membuktikan keberadaan kekuatan spiritual di dunia ini. Meskipun jumlah mereka kini sangat sedikit, namun bissu adalah simbol budaya bugis yang masih berjaya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA