4 Fenomena Yang Bisa Bikin Orang Indonesia Marah

oleh Adi Nugroho
10:45 AM on May 19, 2015

Indonesia adalah negara yang ramah, namun saat disentil untuk beberapa hal, tentu saja rakyatnya bisa marah. Ada banyak alasan kenapa kita menjadi marah. Salah satu alasan yang sangat mendasar adalah kita merasa disakiti sehingga melampiaskan dengan marah. Dengan mengungkapkan apa yang kita rasa, nantinya kita merasa lega.

Kemarahan tidak hanya milik perorangan saja. Sekelompok orang bisa marah secara bersamaan jika hal yang dianggap penting diakui orang lain. Indonesia sering geram karena kelakuan negara tetangga yang selalu diam-diam mengambil hak milik orang Indonesia. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai hal-hal yang membuat orang Indonesia bisa marah besar, dan bersatu secara utuh untuk mempertahankannya.

Baca Juga
4 Hal Negatif yang Mungkin Akan Dialami Masyarakat Jika Penggunaan KTP Sebagai Syarat SIM Card Terlaksana
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo

1. Diakuinya Kebudayaan Indonesia Oleh Malaysia

Sudah menjadi rahasia umum jika negara tetangga kita, Malaysia. Negara yang berbatasan lagsung dengan Indonesia ini, bahkan satu rumpun kerap mengakui beberapa hal yang menjadi hak milik Indonesia. Salah satu yang paling menggemparkan adalah pengakuan batik menjadi hasil kerajinan asli dari Malaysia.

Batik adalah kerajinan asli Indonesia. Bahkan sejak zaman kerajaan masa silam batik sudah mulai diproduksi. Beberapa tahu belakangan batik memang kalah bersaing dengan kerajinan kain lainnya. Namun setelah mencuatnya klaim Malaysia atas batik membuat kain kerajinan ini kembali naik daun, bahkan dibuatkan hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober.

Reog Ponorogo yang sempat diklaim Malaysia [Image Source]
Reog Ponorogo yang sempat diklaim Malaysia [Image Source]
Reog Ponorogo menjadi sasaran selanjutnya dari klaim Malaysia. Rakyat Indonesia marah besar, terutama yang asli Ponorogo. Kerajinan Reog itu adalah asli Indonesia. Tidak ada di seluruh dunia yang menyamainya. Tari Pendet khas Bali lagi-lagi menjadi sasaran klaim Malaysia, negara yang memiliki mata uang Ringgit itu menganggap tari itu adalah bagian budayanya. Bahkan tercantum dalam iklan pariwisatanya.

Terakhir adalah pengakuan Rendang sebagai masakan khas Malaysia. Untuk hal ini tak sepenuhnya salah. Zaman dahulu suku-suku serumpun di Sumatra dan daratan Malaysia kerap menjalin komunikasi. Tentu beberapa produk budaya dan kuliner ada kemiripan. Namun dunia internasional terlanjur mengenal rendang sebagai masakan terenak di dunia dan berasal dari Indonesia. Belajar dari sini, sebaiknya kita lebih peduli dan menjaga tradisi dan budaya sendiri, supaya tidak terlanjur emosi ketika diklaim sana-sini.

2. Kemacetan yang Tidak Ada Habisnya

Salah satu hal yang paling dikenal di Indonesia adalah macet. Hampir seluruh kota besar di Indonesia memiliki permasalahan macet. Terutama Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Macet adalah problem kompleks yang selalu hadir di setiap kota. Jika sebuah kota tidak bisa mengatur lalu lintasnya dengan baik, bisa dipastikan macet akan datang setiap hari. Terutama saat jam berangkat kerja dan pulang kantor.

Kemacetan yang bikin emosi jiwa [Image Source]
Kemacetan yang bikin emosi jiwa [Image Source]
Ironisnya, selain penataan lalu lintas itu sendiri, makin banyak kendaraan yang menggunakan jalan. Orang Indonesia dikenal sangat komsumtif, terutama terkait alat transportasi. Tidak hanya orang yang bekerja, bahkan anak sekolahan sekarang sudah banyak yang menggunakan kendaraan.

Saat volume kendaraan meningkat dan jalanan tak mampu menampung. Maka kemacetan akan terus datang dan menghantui setiap orang Indonesi setiap saat. Dan membuatnya terus marah karena panas di jalanan dan telat kemana saja.

3. Isu SARA di Social Media

Media sosial sangat cepat menyebarkan berita. Bahkan dalam hitungan tak sampai sejam sebuah berita hangat bisa meluncur cepat seantero negeri. Nah, ada hal yang membuat orang Indonesia marah akibat posting uneg-uneg, di antaranya yakni postingan seorang Mahasiswa S2 di Yogyakarta akibat antri di SPBU. Gadis yang memposting uneg-unegnya secara tidak langsung menghina masyarakat Yogyakarta, dampaknya, orang se-Yogyakarta marah, bahkan orang seluruh negeri. Hanya karena mengungkapkan unek-unek berujung petaka, bahkan sampai dipidanakan.

Kontroversi Status Path Yang Sempat Bikin Geger [Image Source]
Kontroversi Status Path Yang Sempat Bikin Geger [Image Source]
Tak hanya social media, bahkan celetukan artis pun bisa jadi polemik kalo sudah mengandung SARA. Seperti kasus Cita Citata yang menyinggung Papua beberapa waktu lalu. Indonesia memang memiliki keberagaman yang luar biasa, sehingga kepekaan sangat diperlukan sebelum mengungkapkan sesuatu.

4. Artis-Artis Yang Suka Pamer di Media

Hal terakhir yang membuat orang Indonesia sangat marah adalah banyaknya artis yang suka pamer di media. Belakangan ini kerap sekali artis memamerkan kekayaannya. Mobil yang banyak, uang yang melimpah. Hal semacam ini kurang pantas dilakukan oleh seorang public figure. Selain pamer harta, banyak artis yang memamerkan pernikahan, bahkan dibuat siaran eksklusif. Hal semacam ini membuat orang Indonesia marah karena hal ini seperti mempertontonkan hal yang tak berguna.

Mulan Jameela, Bella Shofie dan Roro FItria [Image Source]
Mulan Jameela, Bella Shofie dan Roro FItria [Image Source 1, 2, 3]
Beberapa nama pesohor yang belakangan mengundang banyak haters adalah Mulan Jameela dan Bella Shofie. Setiap kali kedua nama ini muncul di Instagram atau media sosial, membuat banyak netizen mengkritik pedas bahkan tak ragu untuk mencaci maki.

Sebuah kemarahan bisa terjadi akibat rasa sakit atau rasa benci yang timbul dari hati kita. Hal terpenting saat kita marah adalah bagaimana mengendalikannya. Semarah apapun kita, cobalah menahan emosi dan tetap berpikir jernih sebelum melakukan tindakan selanjutnya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA