Mengintip Perubahan Bentuk Uang Indonesia Dari Tahun ke Tahun

oleh Evi Rizana
11:22 AM on Feb 27, 2015

Berbicara tentang bentuk uang Indonesia, uang kertas pecahan 500 rupiah dengan gambar orang utan begitu melegenda. Bahkan, uang pecahan tersebut kerap kali dijadikan guyonan oleh anak-anak zaman dulu. Belum lagi bentuk uang pecahan jadul lainnya yang tidak terlupakan hingga sekarang.

Nah, berikut ini merupakan perubahan bentuk uang Indonesia dari tahun ke tahun, dilansir dari www.wowshack.com. Bahkan mungkin, beberapa dari kita ada yang tidak mengenal bentuk uang ini karena memang belum lahir. Simak dam sekalian bernostalgia yuk!

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

1. Bentuk uang tahun 1945

Salah satu ciri bentuk uang terdahulu yakni tidak memiliki nomor seri untuk pecahan sen. Dan orang terdahulu menyebutnya sebagai uang seri ORI, yang merupakan kepanjangan dari Oeang Republik Indonesia. Seri ORI I  tertanggal 17 Oktober 1945 meskipun baru beredar jauh sesudahnya, dilansir dari uang-kuno.com.

Bentuk uang tahun 1945 | copyright ATSnotes.com
Bentuk uang tahun 1945 | copyright ATSnotes.com

Selain itu, bentuk uang terdahulu menggunakan pecahan sen dan rupiah. Di antaranya pecahan 1 sen, 5 sen, 10 sen, setengah rupiah, 1 rupiah, 5 rupiah, 10 rupiah, hingga 100 rupiah.  Untuk pecahan uang sen hanya terdapat nominal yang tertulis besar di lembaran uang. Baru untuk pecahan rupiah terdapat gambar pahlawan dan sudah memiliki nomor seri.

2. Bentuk uang tahun 1952

Berbeda dari tahun sebelumnya yang menggunakan pecahan sen dan hanya  terdapat huruf dan tidak memiliki nomor seri, tahun 1952 Indonesia sudah mengeluarkan uang pecahan rupiah. Beberapa menggunakan gambar pahlawan. Namun kebanyakan menggunakan gambar unik dan lambang yang Indonesia banget.

Bentuk uang tahun 1952 | copyright ATSnotes.com
Bentuk uang tahun 1952 | copyright ATSnotes.com

Jika sebelumnya hanya terdapat pecahan tertinggi 100 rupiah, di tahun ini Indonesia sudah mulai mencetak pecahan 1.000 rupiah yang bergambarkan seorang raja atau pangeran yang mengenakan mahkota kerajaan. Begitu pula dengan pecahan lain yang menggunakan gambar unik khas Indonesia.

3. Bentuk uang tahun 1958

Bentuk uang tahun 1958 lebih dikenal dengan seri pekerja. Bagaimana tidak, uang yang dikeluarkan pada tahun ini dan sesudahnya didominasi oleh gambar orang Indonesia yang sedang bekerja.

Bentuk uang tahun 1958 | copyrght ATSnotes.com
Bentuk uang tahun 1958 | copyrght ATSnotes.com

Mulai dari pecahan 5 rupiah hingga yang tertinggi 5.000 rupiah terdapat gambar orang bekerja. Antara lain, wanita yang sedang membatik, pengrajin, nelayan, orang yang bekerja di kebun karet, hingga wanita petani yang memegang padi. Bentuk ini masih menggunakan gambar yang sama untuk tahun setelahnya. Hanya saja mereka mengalami perubahan warna.

4. Bentuk uang tahun 1960

Untuk tahun 1960, banyak orang yang menyebutnya sebagai bentuk uang seri Sukarno. Mulai dari pecahan 5 rupiah hingga 1.000 rupiah terdapat kharisma gambar sang proklamator. Dan uang yang beredar di tahun ini merupakan bentuk uang yang paling diincar orang mancanegara.

Bentuk uang tahun 1960 | copyright ATSnotes.com
Bentuk uang tahun 1960 | copyright ATSnotes.com

Desain gambar semua pecahan uang di tahun 1960 hampir sama untuk bagian depannya. Yakni menggunakan gambar bapak Soekarno dengan warna yang berbeda untuk tiap pecahannya. Sedangkan gambar yang di belakang mulai bervariasi seperti penari Bali hingga tokoh pewayangan Indonesia.

5. Bentuk uang tahun 1968

Jika tahun 1960an uang Indonesia menggunakan gambar bapak proklamator, di tahun 1968 ini uang yang beredar menggunakan gambar Panglima Sudirman. Sehingga, bentuk uang yang keluar tahun 1968 lebih dikenal dengan uang seri Sudirman.

Bentuk uang tahun 1968 | copyright ATSnotes.com
Bentuk uang tahun 1968 | copyright ATSnotes.com

Sama halnya dengan seri Soekarno, di pecahan uang tahun 1968 ini terdapat gambar Sudirman di bagian belakang dengan warna yang berbeda untuk tiap pecahan uangnya. Jika bagian belakang uang tahun sebelumnya di dominasi gambar orang Indonesia dari berbagai daerah, uang seri Sudirman justru dominan gambar tempat-tempat di Indonesia. Di samping itu, uang seri Sudirman juga merupakan seri yang memiliki pecahan terbanyak, yaki 11 lembar mulai dari 1 rupiah hingga 10.000 rupiah.

6. Bentuk uang tahun 1984

Nah, untuk uang yang dicetak tahun 1980an, gambar yang digunakan bermacam-macam. Mulai dari gambar pahlawan, rumah adat, gunung, danau, gedung, hingga flora dan fauna. Di tahun ini, Bank Indonesia mengeluarkan 8 jenis uang kertas dengan gambar dan tema yang berbeda serta pecahan minimal 100 rupiah.

Bentuk uang tahun 1984 | copyright ATSnotes.com
Bentuk uang tahun 1984 | copyright ATSnotes.com

Salah satu di antaranya adalah pecahan 100 rupiah berwarna merah dengan gambar burung dara mahkota dan bertanda air Garuda Pancasila. Satu lagi ciri khas uang tahun 1984. Yakni semua uang pecahan yang diterbitkan di tahun ini tidak memiliki variasi tanda air ataupun nomor seri.

7. Bentuk uang tahun 1992

Adapun bentuk uang yang begitu lekat di hati untuk tahun 1992 adalah pecahan uang 500 rupiah dengan gambar orang utan yang menjadi bahan guyonan. Begitu pula dengan pecahan 100 rupiah dengan gambar perahu layar (phinisi) yang kemudian pecahan uang tersebut lebih dikenal sebagai 100 PL. Tak ketinggalan, pecahan 1.000 rupiah bergambar danau toba di bagian depan dan orang yang sedang lompat batu di bagian belakang yang sekarang susah untuk didapatkan.

Bentuk uang tahun 1992 | copyright ATSnotes.com
Bentuk uang tahun 1992 | copyright ATSnotes.com

Selain itu, pecahan 5.000 rupiah bergambar alat musik sasando yang dicetak dari tahun 1992 hingga tahun 2001. Adapun untuk pecahan 10.000 rupiah terdapat gambar Sultan Hamengkubuwono IX serta gambar candi Borobudur di bagian belakang. Burung cenderawasih untuk pecahan 20.000 rupiah serta gambar mantan presiden Soeharto untuk pecahan 50.000 rupiah yang hanya diterbitkan tahun 1993 dan 1994.

8. Bentuk uang tahun 1998

Bentuk uang tahun 1998 pada dasarnya tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya. Hanya saja, beberapa pecahan uang yang mengalami perubahan. Di antaranya pecahan 10.000 rupiah, 20.000 rupiah, 50.000 rupiah, dan tambahan pecahan 100.000 rupiah.

Bentuk uang tahun 1998 | copyright ATSnotes.com
Bentuk uang tahun 1998 | copyright ATSnotes.com

Untuk pecahan 10.000 rupiah bergambar pahlawan perempuan Tjut Njak Dhien di bagian depan yang terdiri dari 6 tahun cetak. Pecahan 20.000 rupiah yang semula burung cenderawasih berubah menjadi Ki Hajar Dewantara dan kegiatan belajar di bagian belakangnya. WR Supratman menjadi gambar pada pecahan 50.000 rupiah. Dan yang terakhir, uang polymer kedua di Indonesia dengan gambar Soekarno-Hatta dalam pecahan 100.000 rupiah.

9. Bentuk uang tahun 2000

Sedangkan untuk tahun 2000 hingga sekarang, uang kertas pecahan seribu rupiah menjadi bentuk uang yang melegenda. Gambar Kapitan Pattimura yang memegang parang kerap kali menjadi bahan guyonan dan meme lucu bagi orang-orang yang sedang kanker (kantong kering).

Bentuk uang tahun 2000an | copyrright ATSnotes.com
Bentuk uang tahun 2000an | copyrright ATSnotes.com

Selain uang seribuan yang begitu fenomenal, Indonesia memiliki pecahan uang 5.000 rupiah bergambar Tuanku Imam Bonjol yang dikeluarkan tahun 2001, uang 10.000 rupiah berwarna merah keunguan, 20.000 rupiah dengan gambar Otto Iskandardinata dan pemetik teh, 50.000 rupiah, serta pecahan uang kertas 100.000 rupiah dengan gambar pahlawan Soekarno – Hatta. Seperti yang ditunjukkan oleh gambar di atas.

10. Bentuk uang tahun 2009

Nah, untuk tahun 2009 hingga sekarang, Indonesia masih menggunakan bentuk uang tahun 2000an. Kendati bergambar sama, namun pecahan uang tersebut memiliki ciri yang berbeda dari pecahan tahun 2000an seperti tanda tangan, tahun cetak di bagian depan, serta tahun emisi di bagian belakang.

Bentuk uang tahun 2009 | copyright ATSnotes.com
Bentuk uang tahun 2009 | copyright ATSnotes.com

Di tahun ini pula, Indonesia mengeluarkan pecahan uang 2.000 rupiah yang bergambarkan Pangeran Antasari, pahlawan nasional asal Banjarmasin. Sedangkan di bagian belakang terdapat gambar Tarian Adat Dayak. Pecahan 2.000an ini dominan warna abu-abu dan berlaku sejak Juli 2009 yang lalu hingga sekarang.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA