Mengenal Bendungan Aswan yang Meredam Keperkasaan Sungai Nil di Mesir

oleh Ayu
13:17 PM on Jul 21, 2016

Air adalah anugerah, tapi air juga bisa menjadi musibah. Beberapa negara, beruntung dilalui sungai-sungai besar yang bisa menjadi sumber kehidupan bangsanya. Termasuk Mesir yang dilalui Sungai Nil, sungai terpanjang yang membelah 9 negara di Afrika.

Seiring dengan keberadaan dan pengaruh Sungai Nil dalam peradaban serta kehidupan di sekitarnya, maka dibangunlah Bendungan Aswan yang megah. Ya, bendungan ini meredam banjir tahunan Sungai Nil yang bisa membawa manfaat ataupun bencana besar. Seperti apa keunikan Bendungan Aswan yang setiap tahunnya senantiasa menyambut luapan Sungai Nil ini? Kita simak ulasannya bersama.

Baca Juga
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala
Disebut Perompak oleh Mantan PM Malaysia, Justru Inilah Fakta Suku Bugis Seorang Pelaut Handal

1. Bendungan yang Dibangun untuk Menyambut Tamu Tahunan

Sama seperti penduduk Jakarta, area sekitar Sungai Nil juga punya tamu tahunan yaitu banjir. Sebenarnya, luapan banjir Sungai Nil bisa membawa endapan lumpur dataran tinggi Etiopia yang menyuburkan. Tapi luapan ini juga bisa jadi terlalu tinggi atau terlalu rendah yang keduanya sama-sama tidak memberikan manfaat. Bila luapan terlalu rendah maka akan menimbulkan kelaparan, bila terlalu tinggi akan menimbulkan kerusakan pada irigasi atau rumah.

Bendungan Aswan membendung banjir tahunan Sungai Nil [image source]
Bendungan Aswan membendung banjir tahunan Sungai Nil [image source]
Bendungan Aswan pertama disebut Bendungan Rendah Aswan atau Aswan Low Dam, dibangun oleh Inggris sekitar tahun 1898 oleh Sir William Willcocks. Merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk meredam banjir tahunan Sungai Nil. Namun seiring berkembangnya populasi manusia dan kehidupan di Mesir, Bendungan Rendah Aswan tersebut tidak lagi mampu membendung luapan sungai. Maka pada tahun 1960 dipetakan Bendungan Aswan Tinggi (Aswan High Dam) untuk melengkapi rancangan bendungan pertama, sehingga tampak lebih meraksasa dan siap menampung luapan Sungai Nil yang lebih besar.

2. Pembangunan Aswan, Penuh Dilema Historis dan Politis

Ada dilematis yang menyelimuti pembangunan Bendungan Aswan kedua. Pertama, bila bendungan dibangun, banjir akan berpusat di hulu sehingga banyak penduduk di sana akan berbondong-bondong pindah sehingga mengancam keberadaan situs arkeologi bersejarah yang tak ternilai harganya. Kedua, bila tidak dibangun maka akan Sungai Nil akan meluap tak terkendali dan menimbulkan masalah entah kelaparan atau malah kebanjiran.

Pembangunan Bendungan Aswan berkat campur tangan Uni Soviet [image source]
Pembangunan Bendungan Aswan berkat campur tangan Uni Soviet [image source]
Sementara itu, bendungan Aswan tadinya hendak didanai oleh Amerika Serikat. Tapi, negara adidaya itu akhirnya memilih mundur. Malahan Uni Soviet, yang akhirnya mendanai pembangunan Bendungan Aswan habis-habisan di tahun 1970. Tidak tanggung-tanggung mereka mendatangkan 400 ahli konstruksi bendungan, kucuran dana senilai milyaran dollar, sampai menyiapkan turbin raksasa untuk optimasi fungsi bendungan yaitu PLTA.

3. Menyorot Efek Samping Bendungan Aswan

Ada yang menyebutkan bahwa Bendungan Aswan lambat laun juga mulai menunjukkan dampak negatifnya. Seperti ancaman terhadap kearifan lokal dan situs arkeologi di sekitarnya hingga kerusakan alam. Ini memang menjadi wajah lain dari setiap teknologi yang diciptakan manusia.

Kecantikan Sungai Nil yang juga menyimpan bahaya [image source
Kecantikan Sungai Nil yang juga menyimpan bahaya [image source]
Sejak pembangunan Bendungan Aswan, tingkat keasinan Laut Tengah meningkat hingga menyebabkan pasokan ikan tidak stabil. Danau Nasser yang terbentuk di belakang bendungan juga mulai mengalami pendangkalan akibat deposit lumpur subur yang tidak sampai ke hilir, hingga kadang panen tidak merata dan petani harus menggunakan pupuk kimia untuk menunjang pertaniannya. Padahal dengan memiliki Sungai Nil, mereka sudah tidak perlu lagi melakukan hal itu. Meski bahaya ini terlihat minor, namun hal ini masih menjadi PR yang harus diperhatikan oleh Mesir. Mengingat Bendungan Aswan sendiri mengalami 2 kali pembangunan untuk penyempurnaan fungsinya.

4. Manfaat Bendungan Aswan yang Memakmurkan Peradaban

Meski teknologi perairan ini bisa membawa efek samping , tapi tidak dipungkiri kalau ada banyak manfaat yang diberikan. Sebagai bendungan terbesar yang gagah berdiri di Mesir, Bendungan Aswan membantu mengalirkan luapan banjir secara lebih terarah, melewatkan endapan lumpur yang subur pada saluran-saluran irigasi untuk pemerataan panen pada sektor pertanian misalnya. Dengan kata lain, Bendungan Aswan melindungi negara tersebut dari ancaman banjir besar yang bisa melahap negeri itu, sekaligus mencegah bencana kelaparan.

Pembangunan wisata dan resort di sekitar Sungai Nil dan Bendungan Aswan [image source]
Pembangunan wisata dan resort di sekitar Sungai Nil dan Bendungan Aswan [image source]
Aliran air dari bendungan ini juga sangat bermanfaat untuk menghasilkan teknologi listrik yang sangat dibutuhkan negeri Piramid tersebut. Apalagi berkat duabelas turbin raksasa yang dimodali oleh Uni Soviet, membuat rakyat bisa menikmati listrik murah dan melimpah. Bendungan Aswan telah menjadi media yang mengendalikan potensi Sungai Nil, ayang manfaatnya sangat berpengaruh bagi seluruh hajat hidup rakyat Mesir

Dari sektor pariwisata, lingkungan sekitar Bendungan Aswan yang memadukan kawasan tandus dengan wilayah subur dekat sungai, menarik minat wisatawan. Sehingga resort-resort bisa dibangun dan mendatangkan income tambahan nan menguntungkan. Jalur navigasi di Sungai Nil juga mengalami perbaikan sejak dibangunnya bendungan ini.

Itulah sekilas ulasan tentang Bendungan Aswan yang menjadi kebanggaan Mesir. Bendungan ini menjadi salah satu implementasi teknologi yang tidak hanya dalam rangka melindungi negeri dan meningkatkan potensi SDA, tapi juga melindungi situs arkeologi yang memang sebaiknya dijaga bersama oleh seluruh dunia. Sebagai negara yang tidak kalah banyak memiliki warisan budaya bersejarah, hal seperti ini ada baiknya kita tiru. Bukan begitu?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA