5 Benda Paling Langka ini Mungkin Akan Jadi Sejarah Sebentar Lagi

oleh Rizal
07:00 AM on Sep 19, 2015

Tahu kah kamu bahwa sebelum teknologi media ada, lebih-lebih internet, dulu orang-orang menikmati koran yang ditulis tangan? Tentu sangat merepotkan, ya. Mulai dari mencari berita lalu ditulis. Belum lagi kalau ada yang salah-salah bisa penuh dengan coretan nih korannya. Percaya atau tidak ternyata hal unik ini masih ada lho. Ada perusahaan yang mempekerjakan tenaga ahli untuk menulis koran. Dan dipastikan jika mereka adalah yang terakhir di muka Bumi.

Tak hanya koran tulis tangan, ada begitu banyak hal-hal yang sedikit lagi akan jadi sejarah. Sebenarnya masih bisa dilestarikan sih, tergantung bagaimana andil kita dalam mempertahankannya. Nah, hal-hal apa saja sih yang sebentar lagi bakal jadi benda museum itu? Berikut ulasannya.

Baca Juga
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak
7 Fakta Universitas Brawijaya Malang yang Bikin Maba Super Bangga Jadi Mahasiswanya

1. Sutra Laut Terakhir di Bumi

Sutra laut? Mungkin benda ini jarang sekali didengar. Biasanya juga adalah sutra yang terbuat dari kepompong ulat sutra. Ya, sutra laut memang ada dan sudah dijadikan bahan pakaian sejak zaman prasejarah dulu. Konon, Romawi, Yunani dan Mesir sudah mengenal bahan ini sebelum benang pintal yang lebih mudah ditemukan.

Butuh 300an penyelaman untuk mendapatkan saliva kerang yang jadi bahan utama pembuatan sutra laut [Image Source]
Butuh 300an penyelaman untuk mendapatkan saliva kerang yang jadi bahan utama pembuatan sutra laut [Image Source]
Yup, dikatakan jika benang pintal lain lebih mudah memang benar. Pasalnya sutra laut dibuat dengan proses yang bikin siapa pun menyerah. Chiara Vigo, wanita terakhir yang membuat benang sutra laut mengakui hal tersebut. Sutra laut terbuat dari saliva salah satu kerang paling langka di dunia bernama Pinna Nobilis. Untuk mengumpulkan sekitar 200 gram, Vigo setidaknya harus menyelam ke dalamnya lautan sebanyak 300-400 kali. Setelah terkumpul, saliva tersebut akan melalui proses pemintalan panjang yang mungkin hanya Vigo seorang yang menguasai teknisnya.

Menurut legenda, baju yang dibuat dari sutera laut ini akan sangat tahan lama dan ringan. Konon sentuhan antara kain dan kulit tidak akan terasa, seperti tidak pakai baju begitu sensasinya. Belum lagi ternyata bahan ini juga aman dari api. Ya, mungkin jika dijual harganya bisa lebih mahal dari pada kain yang dipintal dengan benang emas.

2. Bengkel Pembuat Globe dengan Tangan Paling Terakhir

Ya, hampir jarang kita menggunakan globe sebagai panduan saat ini. Cukup dengan google map dan semacamnya, itu sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan informasi, bahkan sangat detail. Namun ada satu perusahaan di Inggris yang masih membuat globe untuk dijual. Perusahaan ini bernama Bellerby & Co. Globemakers yang bermarkas di London.

Butuh setidaknya 6 bulan untuk membuat globe seperti ini [Image Source]
Butuh setidaknya 6 bulan untuk membuat globe seperti ini [Image Source]
Teknik yang digunakan di sini terbilang sangat tradisional. Para senimannya melukis dengan tangan untuk tiap detail yang ditampilkan di atas bola bundar berputar itu. Memang hanya berisi informasi peta sih, namun gambarnya sangat vintage dan sempurna. Uniknya lagi, ketika membeli satu buah dipastikan itu adalah jenis satu-satunya. Pasalnya, tiap rilisan globe di sana dibuat dengan ciri khas yang berbeda.

Tidak hanya menggambar, proses pembuatan globe ini sangat panjang. Menurut pemiliknya, Peter Bellerby, dibutuhkan sekitar enam orang yang akan menyelesaikan globe ini dalam setengah tahun. Tak heran jika harganya sendiri bisa mencapai $ 1,500.

3. Perusahaan Terakhir yang Bikin Koran Tulisan Tangan

Di saat media tengah bersaing satu sama lain seperti sekarang, informasi sangat mudah di dapat. Tak hanya lewat koran atau majalah saja, tapi juga televisi dan juga berita online di sebuah website. Nah, jika kamu sudah jenuh dengan hal-hal semacam itu, mungkin membaca koran tulisan tangan ini akan jadi hal yang menarik. Ya, kamu tidak salah baca, ada sebuah perusahaan yang bikin koran dengan tulisan tangan. Dan ini dipastikan adalah yang terakhir di muka Bumi.

Salah tulis kalimat, proses penulisan koran ini harus dimulai dari awal [Image Source]
Salah tulis kalimat, proses penulisan koran ini harus dimulai dari awal [Image Source]
Konsepnya sendiri sama seperti redaksi media cetak biasanya. Ada reporter yang mengirimkan berita dan juga para writer atau penulis. Prosesnya dimulai setelah semua informasi terkumpul, kemudian para penulis akan mulai bekerja. Koran bernama The Musalman ini ditulis dalam bahasa urdu dan dikirimkan ke peminatnya setiap sore.

Ya, tentu saja tiap koran yang dikirimkan tidak ditulis tangan semua. Jadi, prosesnya hanya bikin satu master atau induk kemudian diubah ke bentuk negatif dan kemudian dicetak sesuai kebutuhan. Soal gambar, koran ini hampir tidak pernah mencantumkannya. Kecuali untuk gambar-gambar yang sederhana.  Uniknya, jika ada satu tulisan yang salah para writer akan mengulang prosesnya dari awal. Hmm, cukup menarik kan membaca koran yang dibuat dengan susah payah begini? Redaksi ini sendiri ada di India.

4. Badak Putih Terakhir di Bumi

Badak memang mungkin banyak jenisnya, namun untuk spesies badak putih tidak banyak. Bahkan boleh dibilang, hanya satu ekor saja yang tersisa. Badak putih terakhir ini bernama Sudan dan saat ini tengah dipantau ketat oleh pemerintah Kenya. Bahkan agar mencegah dari hal-hal buruk Sudan punya bodyguard yang akan menjaganya 24 jam sehari dalam seminggu.

Sudan, badak putih Afrika terakhir di Bumi [Image Source]
Sudan, badak putih Afrika terakhir di Bumi [Image Source]
Badak putih Afrika dulu jumlahnya cukup banyak, namun masyarakat setempat membunuhi hewan besar ini untuk diambil culanya yang dipercaya mengandung obat mujarab. Untuk menghindari hal yang sama, cula milik Sudan sendiri sudah dipotong. Badak spesial ini sendiri sebenarnya cukup beruntung, pasalnya ketika saudara-saudaranya yang lain dibantai, ternyata ia sudah diambil Ceko untuk diletakkan di kebun binatang.

Namun pemerintah Kenya memintanya kembali dan kini dilepaskan secara liar di konservasi Ol Pejeta, Kenya. Alasan kenapa badak ini dijaga dengan ketat mungkin sudah sangat jelas. Ketika kita kehilangan Sudan, maka sudah tidak ada lagi yang bisa melihat badak putih.

5. Ninja Terakhir di Jepang

Jinichi Kawakami, pria ini dipastikan adalah ninja terakhir yang hidup di era modern seperti sekarang. Dan dipastikan jika tidak akan lagi ada ninja-ninja berikutnya yang lahir setelahnya. Kawakami sendiri sudah memutuskan ingin memungkasi era ninja yang sudah bertahan selama 500 tahun tersebut oleh dirinya sendiri.

Setelah beroperasi lebih dari puluhan dekade, Jinichi Kawakami memutuskan untuk mengakhiri era ninja di Jepang [Image Source]
Setelah beroperasi lebih dari puluhan dekade, Jinichi Kawakami memutuskan untuk mengakhiri era ninja di Jepang [Image Source]
Kawakami sendiri berumur 63 tahun dan benar-benar mengalami masa di mana ninja berjaya. Ia dilatih dan juga sering terlibat dalam misi. Bahkan beberapa peralatannya masih disimpannya hingga kini. Seperti Shuriken dan lain sebagainya. Alasan Kawakami sendiri sangat menarik, ia mengatakan jika ninja sudah tak pas lagi untuk era seperti sekarang ini. Jika Kawakami meninggal suatu saat nanti, maka era ninja dipastikan sudah musnah. Meskipun ini ada ciri khas Jepang, namun pria yang jadi tukang mesin ini menolak untuk mengajarkan ilmu ninja kepada anak-anaknya.

Ya, tinggal tunggu waktu saja sebelum semua hal di atas ini benar-benar hilang untuk selamanya. Namun jika kita bisa melakukan sesuatu untuk mempertahankannya, bukan tidak mungkin masih bisa dinikmati hingga generasi berikutnya. Realitanya mungkin sudah tidak ada yang peduli lagi. Kalau ditanya, apakah kamu mau menyelam untuk mendapatkan air liur kerang? Pasti tidak ada yang mau. Lebih-lebih menulis koran dengan tangan. Mungkin saja ini adalah saat-saat terakhir kita bisa menikmati deretan benda di atas.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA