5 Fakta Ini Bikin Mikir Dua Kali Untuk Beli Makanan Cepat Saji

oleh titi
08:08 AM on Jun 2, 2015

Makanan cepat saji semacam hamburger dan pizza merupakan menu favorit pencinta kuliner dari masa ke masa. Bahkan banyak varian yang terjual di berbagai negara seperti Indonesia. Mereka membuat kreasi makanan berbeda tapi sama. Meski demikian, banyak hal yang membuat pelanggan  tetap berminat untuk membeli.

Meski menjadi makanan mendunia, lantas tidak memberikan kesan bahwa restoran-restoran tersebut menyajikan makanan sehat. Malah banyak kesalahan yang mengakibatkan beberapa orang berhenti berlanggan makanan cepat saji. Berikut ini Boombastis akan membahas cerita dari beberapa restoran yang mungkin membuat Anda berhenti berlangganan. Siap-siap mencoret menu dari daftar makanan favorit ya.

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

1. Berasal Dari Daging Campuran

Pernah datang ke Taco Bell? Taco Bell bisa dibilang menjadi rumah makan yang paling terkenal sejagat. Banyak rumah makan dengan label Taco Bell tersebar di berbagai negara. Meski terkenal, Taco bell juga pernah mengalami peristiwa yang dapat merugikan bagi pelanggan juga restorannya sendiri.

Taco Bell
Taco Bell[image source]
Peristiwa ini dimulai ketika sajian makanan mereka diketahui bukan berisi daging asli. Namun menggunakan campuran daging sapi dengan serat hambar. Bukan hanya itu, mereka menggunakan bumbu yang banyak sehingga menutupi serat hambar di dalam campuran daging. Jika memakan makanan yang tidak sesuai dengan iklan, rugi dong sudah bayar mahal-mahal.

2. Memicu Obesitas

Banyak restoran cepat saji yang menargetkan anak-anak menjadi pasar utama. Karena kecenderungan anak-anak menyukai makanan berwarna-warnai dan rasa manis, mereka merubah strategi sehingga banyak disukai. Salah satunya adalah McDonald yang menggunakan mainan untuk mempromosikan makanannya.

Happy Meal[image source]
Happy Meal[image source]
Salah satu makanan McDonald yang menghebohkan di Amerika Serikat adalah Happy Meal. Bahan makanan ini mengakibatkan obesitas bagi anak-anak di Amerika. Dan karena mainan yang dipromosikan membuat pelanggan sangat banyak.

Namun akhirnya McDonald merubah komposisi Happy Meal setelah mendapat teguran dari beberapa konsumen yang mengeluhkan kalau makanan ini terlalu ‘happy’ bagi kesehatan anak-anaknya.

3. Berisi Potongan Daging Manusia

Tahun 2012, seorang remaja mempunyai pengalaman mengerikan ketika memakan makanan pesanan di rumah makan Arby’s. Pasalnya bukan sajian nikmat yang dia miliki ketika gigitan pertama, namun menemukan rasa yang aneh seperti karet di dalam makanan.

Sanwich Arby's[image source]
Sanwich Arby’s[image source]
Karena merasa ada yang aneh di dalam mulutnya, dia mengeluarkan seluruh makanan tersebut. Dan ternyata sesuatu yang keluar dari mulutnya adalah sebuah jari yang masuk ke dalam adonan makanan. Entah bagaimana ceritanya ada daging manusia di dalam makanan yang disajikan untuk pelanggan. Hiiii… membayangkannya saja sudah ngeri.

4. Kandungan Air dalam Minuman

Jika minuman yang dibicarakan pasti tidak pernah lupa dengan kopi Starbucks. Kopi yang terkenal dengan rasa supernya ini ternyata juga memiliki cerita yang akhirnya membuat beberapa orang berhenti berlangganan.

Kopi Starbucks[image source]
Kopi Starbucks[image source]
Salah satu manajer Starbucks di Hongkong melakukan tindakan ekstrim dengan membuat seduhan kopinya dari air kran dari kamar mandi terdekat. Meski air yang dipakai dikonfirmasi bersih, namun alasan ini tak bisa diterima, mengingat air tersebut berasal dari kamar mandi yang sama yang digunakan pegawai untuk buang air.

5. Harga Mahal

Cepat bisa jadi menjadi prioritas pembeli menjadi langganan makanan cepat saji. Bukan hanya itu, dukungan layanan antar juga memberikan keuntungan bagi pelanggan yang tidak bisa memesan langsung ke restoran. Meski memiliki banyak alasan yang memudahkan pembeli, tetap saja ada kekurangan yang juga membuat banyak orang lebih memilih jajanan pasar.

Fast Food[image source]
Fast Food[image source]
Alasan utamanya adalah harga yang yang dipatok bisa menjulang tinggi. Karena bahan yang susah dicari juga adanya pajak yang harus ditanggung pembeli. Sehingga banyak orang lebih menghindari makanan yang kurang sehat ini. Bagaimana dengan Anda?

Itulah beberapa fakta yang mungkin bisa mengubah pandangan Anda tentang makanan cepat saji. Kadangkala, demi keuntungan, kesehatan konsumen jadi taruhan. Baik itu kesehatan di badan, maupun dompet kita.

Meski tidak terjadi di seluruh dunia, namun ada baiknya tetap menjadi pembeli yang bijak. Makanan cepat saji memang guilty pleasure banget, tapi ingatlah bahwa you are what you eat.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA