5 Ngerinya Bekerja Sebagai Informan Polisi yang Mungkin Tak Pernah Kamu Ketahui

oleh Rizal
08:44 AM on Jun 25, 2016

Informan, kalau di film pekerjaan ini nampak begitu keren. Menyelinap di antara gang-gang kecil tempat para kriminal beraksi sembari mengumpulkan informasi, atau mungkin melakukan jebakan-jebakan untuk menjerat penjahat. Ketika diperagakan oleh aktor pekerjaan ini sangat asyik dan menyenangkan, padahal aslinya sangat jauh dari itu.

Ya, pekerjaan satu ini benar-benar sangat menantang maut. Bahkan kalau dilihat dari tingkat risikonya, informan lebih mematikan dari pekerjaan polisi. Kalau polisi setidaknya punya senjata untuk melindungi diri, tapi informan hanya murni mengandalkan kemampuan dan kelihaiannya untuk bisa menyelamatkan diri.

Baca Juga
Lolicon, Sindrom Ketertarikan Pada Gadis di Bawah Umur yang Ternyata ‘Berbeda’ dengan Pedophilia
Matoa, Buah Langka Asal Papua yang Super Lezat dan Harganya Bikin Dompet Meringis

Baca Juga :Muslim Lolita Fashion, Tren Busana Baru yang Menggebrak Jepang!

Informan sendiri sangat penting bagi kepolisian. Bahkan mereka bisa dibilang adalah ujung tombak penuntasan kasus-kasus besar. Lebih jauh tentang profesi satu ini, berikut adalah fakta-fakta tentang informan yang mungkin belum kamu tahu.

1. Jadi Informan Artinya Siap Mati

Informan bertugas untuk berhadapan langsung dengan kejahatan. Tak sekedar mencari informasi, mereka juga diharuskan terlibat langsung di dalamnya. Nah, ibarat berada di ujung terkaman harimau, maka sudah jelas risiko menjadi seorang informan adalah kematian.

Risikonya adalah kematian [Image Source]
Risikonya adalah kematian [Image Source]
Sudah banyak berita tentang para informan yang tewas saat bertugas. Rata-rata selalu karena ketahuan bekerja atas nama kepolisian. Makanya, jadi informan sendiri tak boleh main-main dan harus punya kualifikasinya sendiri. Karena ketika menimbulkan kecurigaan, maka risikonya jelas mati.

2. Informan Harus Sangat Total

Selain mati, risiko lain menjadi seorang informan adalah totalitas. Ya, informan harus benar-benar bisa blend agar bisa mendapatkan informasi yang akurat. Makanya, seorang informan kadang berpenampilan seperti penjahat. Hal ini semata-mata untuk memudahkan tugas dan menghindari kecurigaan.

Harus totalitas termasuk berpenampilan seperti preman [Image Source]
Harus totalitas termasuk berpenampilan seperti preman [Image Source]
Tak hanya itu kadang mereka mungkin memaksa diri untuk melakukan hal-hal gila, seperti narkoba dan sebagainya. Memang sangat dilarang, tapi mereka butuh pengetahuan langsung agar informasi yang diberikan makin akurat. Serta membuat si penjahat percaya 100 persen kepada informan. Benar-benar gila, ya?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
BERITA TERKAIT
BACA JUGA