Banjarnegara Kembali Dilanda Tanah Longsor

oleh didi
09:03 AM on Dec 13, 2014

Musibah tanah longsorĀ kembali melanda Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Kali ini menimpa Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar. Alhasil puluhan rumah dilaporkan roboh terkena longsor.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Catur Subandrio membenarkan terjadinya musibah itu.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Banjarnegara Kembali Dilanda Tanah Longsor
Banjarnegara Kembali Dilanda Tanah Longsor

“Betul telah terjadi kondisi luar biasa, satu dusun tertimpa longsor sekitar 150 rumah rata. Kejadiannya tadi sore saat Maghrib. Banyak yang roboh hingga rata dengan tanah,” katanya, Jumat (12/12).

Dia mengatakan bahwa saat ini pihak BPBD Banjarnegara bersama para relawan sedang melakukan upaya evakuasi terhadap ratusan warga Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, ke tempat yang aman. Pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah warga yang dievakuasi.

“Kami masih melakukan koordinasi dengan tim yang di lokasi. Memang belum jelas, tapi kemungkinan ada korbannya,” ucapnya.

Seorang warga Karangkobar, Endang mengatakan kondisi longsor sangat parah. Saat ini warga sekitar lokasi sudah mengungsi di berbagai tempat yang aman. Endang berharap, pemerintah dan jajaran terkait segera melakukan upaya untuk menangani bencana ini.”Saya pikir mungkin ada korban. Karena satu dusun tertimbun,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sampang Purwanto mengatakan bahwa bencana longsor tersebut terjadi di Dusun Jemblung RT 05 RW 01 yang dihuni sekitar 300 jiwa dari 53 keluarga. Menurutnya pertolongan belum dapat dilakukan karena tanah terus bergerak dan kondisi gelap gulita. “Sebagian besar sudah menyelamatkan diri, yang lain belum diketahui,” katanya.

Staf Bagian Humas Sekretariat Daerah Banjarnegara yang berada di lokasi bencana, Eko Budi Raharjo mengatakan bahwa saat ini telah ditemukan satu korban jiwa dan enam orang dapat diselamatkan dari dua mobil yang tertimbun longsor. Menurutnya longsoran itu menyumbat aliran sungai sehingga airnya terbendung. “Dikhawatirkan, sumbatan tersebut akan jebol. Padahal, di bagian bawah ada Desa Slatri dan Krakal,” katanya.

Oleh karena itu, penduduk Desa Slatri dan Krakal diungsikan agar terhindar dari kemungkinan jebolnya lumpur yang menyumbat sungai tersebut.

Kabupaten Banjarnegara pernah mengalami bencana tanah longsor dalam skala besar pada tahun 2006 silam. Saat itu Dusun Gunungraja, Desa Sijeruk tertimbun bukit longsor dan menimbulkan 90 korban jiwa.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA