Pria ini Tega Tendang Sang Anak Sampai Meninggal Hanya Gara-Gara Nasi, Tragis!

Hanya karena emosi, nyawa anak yang baru berusia 2 tahun harus melayang di tangan ayah sendiri

oleh Faradina
08:00 AM on Apr 30, 2017

Orang tua harusnya menjadi sosok yang mampu mengajarkan anak pada kebaikan serta melindunginya. Karena di dunia ini pasti tidak ada satu pun orang tua yang tidak menyayangi buah hatinya. Sosok ayah dan ibu sudah sewajarnya akan melakukan segala cara demi kebahagiaan sang anak. Namun bagaimana jadinya bila justru ada orang tua yang tega-teganya melakukan hal tak semestinya pada anak, seperti ‘membunuh’?

Tentu sangat sulit dipercaya bila sampai ada orang tua yang berbuat demikian. Namun kasus tersebut benar-benar terjadi di daerah Sumatera Utara. Baru-baru ini ada berita mengejutkan tentang seorang ayah yang menendang balitanya hingga meninggal. Alasannya pun sangat sepele.

Baca Juga
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun

Suami istri awalnya bertengkar gara-gara nasi

Kasus yang terjadi di daerah Tanjung Tiram, Sumatera Utara itu berawal dari pertengkaran sepasang suami istri, yaitu Indra dan Maryamah. Pertengkaran tersebut sebenarnya dipicu oleh kondisi ekonomi keluarga kecil ini yang memang serba pas-pasan. Dan kebetulan malam itu menjadi puncak dari segalanya.

Indra [image source]
Indra saat itu sebenarnya baru saja menjalankan salat di rumahnya. Dan ketika ingin makan, ternyata sang istri belum menyiapkan nasi untuknya. Sontak amarah pria berusia 24 tahun itu tidak bisa dibendung dan terjadilah cek cok antar keduanya. Parahnya pertengkaran suami istri itu turut disaksikan oleh dua buah hati mereka yaitu Muhammad Zairi dan Muhammad Rahmadan.

Kedua anak harus jadi korban kemarahan sang ayah

Cek-cok yang terjadi antara pasangan tersebut nampaknya memang sangat hebat. Pasalnya tiba-tiba Indra seperti tak sadarkan diri langsung menendang anak pertamanya, Muhammad Zairi yang masih berusia 3,5 tahun. Sontak balita kecil itu langsung terjatuh ke lantai dan mendapat luka lecet pada bagian kening kirinya.

Rahmadan [image source]
Belum berhenti sampai disitu, ternyata anak kedua pasangan Indra dan Maryamah juga ikut menjadi korban. Setelah melihat kakaknya ditendang, Muhammad Rahmadan yang masih berusia 2 tahun langsung menangis. Sepertinya sang ayah tidak bisa tahan mendengar tangisan si kecil sampai akhirnya dia juga ikut menendang Rahmadan. Tubuh kecil dan ringkih Rahmadan seketika terpelanting sampai 1 meter. Setelah itu sang balita langsung kejang-kejang hingga meninggal dunia.

Sebelum menendang sang anak, Indra sempat membasuh Rahmadan

Tentu tidak ada orang tua yang akan dengan sengaja menghilangkan nyawa sang anak, termasuk salah satunya adalah Indra. Suami dari Maryamah ini mengaku sangat menyesal akan perbuatan yang dia lakukan. Menurut cerita banyak orang, Indra adalah sosok ayah penyayang dan sangat baik pada semua buah hatinya. Tapi mungkin malam itu memang sang ayah sedang dalam tingkat emosional yang tak terbendung.

Penyidikan [image source]
Bahkan ternyata beberapa waktu sebelum kejadian cek-cok nasi terjadi, bapak dua anak ini masih sempat membersihkan Muhammad Rahmadan seusai buang air besar. Jadi bila seandainya permasalahan itu tidak dimulai dengan emosi, mungkin saja Rahmadan masih bisa didengar canda tawanya sampai sekarang. Namun tentunya waktu sudah tidak bisa diputar kembali. Rasa penyesalanlah yang mungkin akan menghantui hari-hari Indra di penjara karena dijerat pasal Undang-Undang Perlindungan Anak. Belum lagi kenyataan bahwa Indra belum sempat melihat wajah sang anak untuk terakhir kalinya dikarenakan harus diamankan polisi.

Setiap permasalahan yang ditangani dengan emosi tentunya tidak akan berakhir solutif. Contohnya saja kasus yang menimpa keluarga Indra dan Maryamah, siapa sangka hanya karena nasi nyawa seorang anak kecil harus melayang. Ironisnya ayah kandungnya lah yang sudah tertutup matanya sampai menyebabkan sang buah hati kesayangan pergi untuk selama-lamanya. Indra, ayah yang harusnya melindungi dan mengayomi, saat ini sudah berubah menjadi sosok yang menyakiti. Satu hal yang dapat kita pelajari dari peristiwa ini adalah untuk dapat selalu mengendalikan emosi agar tidak merugikan anak istri.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA