Bikin Haru dan Bangga, Seperti Inilah Potret Kecintaan Masyarakat Australia Terhadap Indonesia

Nggak seperti tetangga sebelah yang sering cari gara-gara

oleh Harsadakara
14:00 PM on Sep 7, 2017

Negara Indonesia yang kaya tetap menjadi sorotan bagi negara-negara lain hingga kini. Mulai dari keindahan alam, keramahan warganya serta kulinernya yang serba rempah-rempah itu. Bukan hanya disoroti soal alamnya yang indah saja, serta warisan budaya tradisional yang melegenda, namun, hal-hal umum soal Indonesia yang bagi warganya sendiri saja tak terpisahkan seperti surat dan perangko pun kini tengah menjadi daya tarik bagi warga negara asing.

Sebut saja negara Australia. Negara ini memang dikenal sebagai sister country dengan negara kita. Namun, siapa sangka bahwa di Negeri Kangguru itu Indonesia justru sangat terkenal dan banyak sekali kedapatan fans! Kecintaan warga negara Australia terhadap Indonesia dibuktikan lewat beberapa hal berikut ini. Yuk simak!

Baca Juga
Mulai dari Disalahartikan Hingga Ditakuti, Inilah Arti Sebenarnya dari Lagu “Genjer-Genjer”
Inilah 4 Fakta Mengenai Kesurupan Massal yang Tidak Selamanya Lekat dengan Hal Mistis

Buat Lagu untuk Presiden Soekarno dan Kartini

Seorang warga negara Australia, Sally Andrews menuangkan kekagumannya atas Presiden Soekarno ke dalam sebuah lagu yang ia tulis sendiri. Ajaibnya, lirik lagu tersebut semua berbahasa Indonesia. Lagu yang ia tulis merupakan lagu rap sehingga liriknya pun sangat padat. Lagu yang diberi judul “Presiden Soekarno” itu menceritakan kisah sang pemimpin pertama Indonesia dari kecil hingga ia berhasil membawa negaranya merdeka.

Sally Andrews [image source]
Selain menulis untuk Presiden Soekarno, Sally juga menulis lagu untuk R. A. Kartini. Atas dorongan teman-temannya yang ingin ia menulis lagu tentang Indonesia lagi, ia akhirnya memilih Kartini untuk menjadi inspirasi dalam lagunya. Masih berbalut lagu rap, lirik-lirik yang diciptakan membuat kita sebagai warga asli Indonesia mengingat lagi jasa-jasa yang telah ditorehkan oleh Ibu kita Kartini itu. Inspiratif sekali, ya!

Pelajar Australia Diwajibkan Menyanyi Lagu Indonesia Raya

Sekolah Dasar Marlborough di Australia mewajibkan para pelajarnya untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia. Mereka juga dituntut hafal dan tahu makna dari lagu Indonesia Raya tersebut. Kendala bahasa sudah tidak lagi dialami oleh mereka, karena bahasa Indonesia telah masuk dalam kurikulum tetap di SD tersebut. Mereka tidak lagi belajar bahasa Cina atau Jerman, melainkan bahasa Indonesia.

Tampak dari video di atas pelafalan dari para pelajar asli Australia ini sudah cukup bagus, meskipun aksen bule mereka masih belum hilang. Hal tersebut sudah sepatutnya menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Apa nggak malu tuh netizen yang belum hafal lagu kebangsaan negeri sendiri?

Gandeng Para Musisi untuk Tampil Satu Panggung dalam Konser Kemerdekaan

Dalam rangka kemerdekaan RI yang ke-72 kemarin, musisi kondang Ananda Sukarlan menggandeng sederet musisi-musisi Australia untuk tampil dalam satu panggung di orkes simfoni Jakarta. Musisi tersebut ialah Djakapurra Munyarrun yang merupakan warga asli Australia, suku Aborigin. Lagu-lagu yang dibawakan merupakan lagu nasional Indonesia yang diaransemen ulang oleh gabungan dua musisi tersebut.

Duet Ananda Sukarlan & Musisi Aborigin [image source]
Ananda menyatakan bahwa konser ini dibuat selain untuk memperingati Hari Kemerdekaan tapi juga sebuah bukti eratnya hubungan Indonesia dan Australia. Kedua negara ini telah melakukan perjanjian antar negara yang cukup lama, yaitu 18 tahun!

Sambalado Dicintai Para Peserta Pertukaran Pemuda Australia

Para peserta Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) yang bertandang ke Indonesia waktu lalu sempat saling memperkenalkan lagu-lagu hits yang ada di negara masing-masing. Uniknya, para peserta dari Indonesia memperkenalkan sederet lagu dangdut kepada peserta Australia. Mereka mengusung Sambalado dari penyanyi Ayu Ting Ting dan Sakitnya Tuh Di Sini dari Cita Citata. Sayangnya, ketika mereka bertandang ke negeri kita, Via Vallen masih belum ngetop-ngetop banget.

Sambalado [image source]
Alhasil, setelah mendengarkan lagu dan mungkin melihat video klipnya. Peserta Australia langsung jatuh cinta dengan kedua lagu dangdut tersebut, apalagi Sambalado. Mungkin ketertarikan dari judulnya yang mereka kira lagu tersebut tentang makanan, padahal bukan. Lagu tersebut mengisahkan pedasnya kehidupan percintaan.

Gamelan Bali Ada di Hati Aku

Ungkapan tersebut diucapkan oleh Aryo Seno Hall, seorang blasteran Indonesia-Australia. Ia sedang menempuh studi di Institut Seni Indonesia (ISI) jurusan karawitan. Meskipun wajahnya bule banget, ia mengaku lebih mencintai Indonesia daripada Australia. Hal tersebut dibuktikannya lewat gamelan.

Aryo Hall [image source]
Ia sangat mencintai gamelan sampai-sampai bisa berkolaborasi dengan pemusik-pemusik gamelan senior. Menurut Aryo berkolaborasi dengan mereka merupakan sebuah kebanggaan. Hayooo siapa yang mau diajarin gamelan oleh bule ganteng?

Itulah sekian hal yang membuktikan bahwa Indonesia begitu dicintai di negeri Kangguru. Melihat negeri sendiri dicintai oleh negeri orang membuat hati terasa adem ayem, ya, guys. Masa udah begini masih mau nggak cinta sama Indonesia?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Seperti Ini Nasib Para Pemain Film Esek-Esek Setelah Pensiun, Dijamin Kaget Kamu Lihatnya 25 Foto Selfie Fail Abis yang Bikin Kamu Ketawa Ngakak Sampe Perut Mules Inilah Mongrel Mob, Gangster Selandia Baru yang Namanya Mulai Jadi Pembicaraan di Dunia 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Miris! Bukan Kebahagiaan, Pengantin Ini Malah Dibuat Malu oleh Wedding Organizer 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Kisah John Kei, Preman Gahar Sang 'Godfather of Jakarta' yang Kini Menempuh Jalan Kebenaran Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Ternyata Segini Gaji Pemain Film "Dewasa", Penderitaan Tidak Sebanding dengan Penghasilan
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA