Jejak Berdarah Aum Shinrikyo, Aliran Sesat Paling Kejam dari Jepang

oleh Centralismo
07:45 AM on Oct 3, 2015

Aum Shinrikyo adalah sebuah aliran sesat dari Jepang yang menggabungkan ajaran beberapa agama dengan yoga. Aliran sesat ini terbentuk pada tahun 1984 dan menjadi perhatian internasional ketika melakukan penyerangan di kereta bawah tanah pada tahun 1995. Aliran ini juga memiliki jaringan terorisme yang tersebar di Kanada, Kazakhstan dan Amerika Serikat.

Ada serangkaian kegiatan terorisme, penculikan dan pembunuhan yang diprakarsai oleh aliran ini, namun polisi kesulitan untuk memberantas jaringan mereka. Berikut ini Boombastis membahas tentang jejak berdarah kejahatan yang mereka lakukan. Dari mulai meracuni penumpang kereta api bawah tanah, penculikan sadis hingga penyiksaan yang dilakukan terhadap sesama anggota aliran.

Baca Juga
4 Hal Negatif yang Mungkin Akan Dialami Masyarakat Jika Penggunaan KTP Sebagai Syarat SIM Card Terlaksana
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo

1. Serangan Kereta Api Bawah Tanah

Pada 20 Maret 1995, lima pria menaiki kereta bawah tanah Tokyo dengan membawa sarin (bahan kimia berbahaya yang tidak berwarna dan berbau). Saat kereta mendekati stasiun pusat kota, kelima pria tersebut menyebarkan gas berbahaya itu di kereta dan keluar dengna tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Hasilnya, 12 orang meninggal akibat keracunan gas berbahaya tersebut.

Serangan Kereta Api Bawah Tanah
Serangan Kereta Api Bawah Tanah [ImageSource]
Setidaknya 5.500 orang cedera akibat gas tersebut, dan kota Tokyo hampir saja lumpuh aktivitasnya. Semua rumah sakit di kota tersebut penuh dan jadwal keberangkatan kereta menjadi terhambat. Ini adalah aksi terorisme terparah dalam sejarah Jepang. Dan sekte Aum Shinrikyo adalah penyebab dari semuanya. Meski demikian, petugas berwajib masih belum berhasil menangkap pelakunya.

2. Pembunuhan Keluarga Sakamoto

Tsutsumi Sakamoto adalah seorang pengacara muda yang sukses dan bahagia. Tahun 1989 adalah tahun emas baginya sebab dia dikaruniai anak dan mendapat promosi dalam pekerjaannya. Karirnya menjadi melejit setelah dia menangani kasus aliran Aum di Tokyo. Namun, pada November tahun itu, keluarga Sakamoto hilang begitu saja tanpa jejak. Tidak ada bukti ataupun jejak yang ditinggalkan, mereka hilang bak ditelan bumi.

Pembunuhan Keluarga Sakamoto
Pembunuhan Keluarga Sakamoto [ImageSource]
Pada tahun 1996 barulah terungkap bahwa Sakamoto dan keluarganya dibunuh oleh Tomomasa Nakagawa, seorang anggota dari sekte Aum. Pada pukul 3 pagi, beberapa anggota Aum menyatroni rumah Sakamoto. Istri Sakamoto diinjak-injak hingga hampir tewas dan akhirnya tewas dicekik. Sebelum tewas, istri sakamoto berkata, “paling tidak, jangan bunuh anakku.” Namun si anak juga tewas dengan cara dibekap dengan bantal. Sakamoto sendiri tewas dicekik. Ketiga mayat tersebut dimasukkan ke dalam drum dan di kirim ke luar Jepang dengan menggunkan kapal.

3. Menghasilkan Uang dari Pemerasan dan Penculikan

Jika sekte Aum ingin membuka usaha di sebuah tempat, mereka akan memberitahukan lewat surat tanpa nama. Lewat surat itu mereka mengamncam semua penduduk di sebuah lokasi dengan dua pilihan; membiarkan mereka membuka bisnis narkoba di sana atau mereka harus membayar agar Aum menunda pembukaan bisnis mereka. Jika ada yang berani melawan, mereka akan berurusan dengan Yakuza yang sudah bekerja sama dengan kelompok Aum.

Pemerasan dan Penculikan
Pemerasan dan Penculikan [ImageSource]
Sekte Aum juga cermat dalam mengamati para pengusaha yang memiliki penghasilan besar. Setelah itu mereka akan menculik anak dari para pengusaha tersebut dan meminta tebusan. Salah satu puteri pengusaha besar Jepang pernah diculik dan disiksa agar sang ayah membayar uang sebesar 60 juta yen (pada tahun 1995) atau sekitar 1.8 milyar rupiah jika dikonversi ke harga rupiah saat ini.

4. Punya Senjata Bakteri Mematikan

Pada awal tahun 1990, sekte Aum kembali merencanakan serangan teror besar-besaran. Pada bulan April tahun tersebut, mereka merancang sebuah bus yang bisa menyemprotkan racun botulinum saat dikendarai menuju pusat kota Tokyo. Mereka membawa bus tersebut dan menyemprotkan salah satu bakteri paling berbahaya itu kepada anggota parlemen Jepang. Namun beruntung, bakteri yang disemprotkan ternyata bakteri yang tidak terlalu kuat untuk membunuh seseorang.

Serangan Bakteri MematikanSerangan Bakteri Mematikan
Serangan Bakteri Mematikan [ImageSource]
Pada percobaan kedua, Aum mencoba menyebarkan virus Antrax ke seluruh kota di Tokyo. Namun, usaha itu gagal lagi karena mereka secara tidak sengaja menyemprotkan juga vaksinnya sehingga tidak ada yang tertular antrax. Namun, pada tahun 1994 mereka berhasil menyebarkan gas beracun di kota Matsumoto yang menewaskan 8 orang dan melukai setidaknya 500 orang lainnya.

5. Tidak Ada Ampun Bagi Penghianat

Jika ada orang yang sudah masuk ke dalam aliran Aum dan mencoba keluar dari sana, maka anggota Aum lainnya tidak akan memberi ampun. Salah satu contohnya adalah Kiyoshi Kariya. Kariya yang sudah berumur 68 tahun mencoba keluar dari jaringan hitam tersebut. Namun, dia segera diculik oleh anggota lain. Dia kemudian disuntik dengan cairan beracun dan disiksa selama berhari-hari sebelum kemudian dibakar disalah satu krematorium Aum. Abu dari mayat Kariya disebarkan di sebuah danau sehingga tidak ada satupun orang yang tahu keberadaannya.

Tidak Ada Ampun untuk Penghianat
Tidak Ada Ampun untuk Penghianat [ImageSource]
Setelah penyerangan kereta bawah tanah di tahun 1995, polisi menyerang markas AUM. Namun, yang ditemukan adalah 8 mayat orang yang diperkirakan juga bernasib sama seperti Kariya. Siapa saja yang berani menghianati atau menentang sekte ini akan dibakar dalam ruang krematorium mereka.

6. Masih Aktif Hingga Sekarang

Banyak yang berpikir bahwa kaum ini sudah dibasmi pasca serangan gas beracun di tahun 1995. Pada kenyataannya, grup ini masih terus aktif dalam jumlah anggota yang lebih banyak lagi. Pada tahun 2011, polisi memperkirakan bahwa setidaknya ada 200 anggota baru yang direkrut setiap tahunnya.

Masih Aktif Hingga Sekarang
Masih Aktif Hingga Sekarang [ImageSource]
Kaum ini bekerja di ‘bawah tanah’ dan memiliki jaringan yang rapi. Mereka merekrut anggota dengan cara mencuci otak. Malah, mereka tidak segan untuk meracuni calon anggotanya dengan LSD. Hingga saat ini pihak polisi Jepang masih terus berjaga-jaga karena curiga kelompok ini punya rencana lain.
Semua agama mengajarkan dan mengarahkan manusia menuju kebaikan. Oleh karena itu, jika ada aliran yang justru mengajarkan hal yang sebaliknya, Anda harus menjauh dari aliran tersebut. Sebab, sekali Anda terjebak dalam proses ‘cuci otak’ Anda akan sulit untuk keluar dari jaringan mereka.
Tujuan para pendiri aliran sesat ini adalah untuk meraup keuntungan pribadi. Hanya saja mereka mengatas-namakan agama. Sebab itu, mari kita pegang teguh agama kita sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA